MAYJEN TNI SINTONG PANJAITAN

Foto kenangan bertanding Tenis Lapangan bersama Mayjen TNI Sintong Panjaitan, Pangdam IX Udayana di Denpasar Bali, dalam rangka HUT Polisi Militer Juni 1990…

Saya mendampingi Mayjen TNI Sintong Panjaitan sebagai Dan Pomdam IX Udayana dari 1989 s/d 1991…beliau terkena kasus 12 November Dilli…..dicopot dari jabatannya oleh presiden Soeharto…..

Waktu peristiwa tragedi 12 November Dilli terjadi, saya sedang sekolah Sus Staf Senior di Seskoad Bandung selama 3 bulan….

Saya menangis sedih mendengar beliau dicopot…….saya tidak percaya beliau mempunyai kebijakan mengizinkan penembakan sperti itu…… Beliau paling tegas menegakan hukum dan hak azasi manusia di Timtim……beliau hanya membela anak buahnya yang telah bertindak tiudak terkontrol, terprovokasi oleh klandestine Fretilin…

Beliu adalah pemimpin sejati, yang bersedia mengorbankan pangkat, jabatan untuk membela anak buahnya yang dicintainya…….

Selama saya mendampingi beliau, setahu saya beliau sangat profesional, sangat memperhatikan kesejahteraan prajuritnya, juga rakyat Timtim…

Dengan Operasi Teritorialnya, beliau berjasa membangun infra struktur daerah Timtim, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan rakyat Timtim, membangun sekolah formal dan informal…

Ironinya, justru tokoh seperti beliaulah yang terkena musibah tragedi 12 November Dilli, karena memang tanggung jawab beliau sebagai Pangdam….

Pada saat saya mengadakan penyidikan kasus 12 November Dilli pada tahun 1991 setelah beliau dicopot oleh Presiden RI, saya menemukan suatu konspirasi tingkat tinggi yang secara terselubung memang berniat mendiskreditkan beliau……

Sayang sekali tokoh TNI AD, mantan Dan Kopasandha/ Kopasus  yang berjasa dalam mengatasi terorisme kasus Woyla, harus tergusur oleh rezim orde baru……..bukan karena kesalahannya, tapi karena konspirasi tingkat tinggi….kasihan TNI AD…..

17-small.jpg

204 pemikiran pada “MAYJEN TNI SINTONG PANJAITAN

  1. Wiih.. Om kenal sama Mayjen Sintong Panjaitan ?

    Itu kan DANOPS Pembajakan DC-9 Woyla di Bangkok..

    KOPASSUS lagi.. bliau juga sama Kopassus yang pertama kali make MP-5 pinjaman dari SAS..

    Dan kalau nggak salah, beliau ikut ekspedisi Lembah X di Irian.. waktu itu pemimpin ekspedisi nya Jenderal (Purn) Faisal Edno Tanjung..

    Keberangkatannya di lepas oleh Pak Sarwo Edhie Wibowo (waktu itu.. PANGDAM TRIKORA) , Dia Ekspedisinya juga sama Dr. Bondan (Dulu Perwira CKM) yang sekarang kerja di Jakarta Eye Centre..

    Beliau kan hebat banget ya Om, kok saya nggak pernah lihat orangnya lagi ya… Beliau masih ada nggak om ?

    Odi (14 Thn)
    Alumni ESQ Teens 20 JKT
    Alumni ESQ MS Teens 1

    • beliau masih ada , tinggal di kelurahan Baru Cijantung Ps Rebo Jaktim , jadi pengusaha indomart, tanya aja disana orang pada kenal

  2. Nak Odi, Asswrwb…

    Terima kasih atas apresiasi dan komentarnya….saya bangga dan bersyukur masih ada remaja masa kini yang bercita cita jadi tentara…Dulu mas Surya cita citanya jadi Kopasus seperti kakak iparnya Letkol Infanteri Tri Yuniarto, yang sekarang menjabat komandan kawal pribadinya presiden SBY…..
    Tapi memang sudah suratan takdir, dipersulit oleh oknum panitia kesehatan yang tidak fair ditingkat Mabes TNI…akhirnya jadi Trainernya ESQ LC, jadi Ksatria ESQ, berjihad dijalan Allah….

    Jadi tentara kalau menurut saya sangat menyenangkan, karena bisa berbuat banyak bagi kepentingan nusa dan bangsa…tanpa pamrih…..

    Saya kumpul dengan Mayjen Sintong Panjaitan dari tahun 1989 sampai tahun 1991 di Denpasar Bali…
    Beliau Pangdam, saya Dan Pomdam nya…Saya sangat akrab dengan beliau….dan saya sangat kagum akan kehebatan beliau, sayang beliau terkena fitnah yang keji oleh rezim Soeharto….saat beliau diberhentikan dengan hormat oleh presiden Soeharto akibat tragedi 12 November Dilli, saya sangat sedih dan terpukul……Justru Jendral yang hebat yang diberhentikan Soeharto…..Lihatlah jadinya, ABRI jadi terpuruk karena orang yang betul jujur dan hebat justru disingkirkan Soeharto…..Ironi….

    Ody putranya siapa, kok kenal sekali pak Sintong, dari keluarga Kopasus?. Siapa nama ayahnya?….

    Ok, sekolah dan siapkan mentalnya dengan ESQ LC agar nanti bisa menggantikan pak Sintong Panjaitan, pahlawan bangsa yang disingkirkan rezim Soeharto….Amin!!!

  3. he2.. Ayah saya bukan militer kok.. tapi saya seneng baca orang2 tangguh dan mental baja dari militer Indonesia, banyak anggota militer (khusunya zaman dulu) yang saya kagumi..

    Sperti Beliau M Yusuf, Sintong Panjaitan, Alex Kawilarang, Bapak Try Sutrisno, Sarwo Edhie Wibowo, A.H. Nasution, Ahmad Yani, Syafrie Samsudin, Prabowo Subianto, Kivlan Zein dsb…

    Saya memang seneng baca ttg mereka, dan saya baru tau bahwa “Kakak2″ saya yang kembar itu.. Kak Jaya dan Kak Surya.. Punya Ayah sehebat Om..

    Kalau tugas di Bali, brarti Om tugas Di KODAM UDAYANA ya om ?

    Saya masih penasaran sama Pak Sintong, Masih adakah beliau om ? Om masih punya contacs nya atau alamatnya kah ?

    Pingin sekali saya diceritakan tentang pembebasan Pesawat DC-9 Woyla.. Oleh DANOPS nya langsung..

  4. Odi. Asswrwb..

    Hebat juga referensinya tentang dunia militer, padahal bukan keluarga militer….

    Pak Sintong Panjaitan terakhir saya tahu waktu beliau menjadi staf pribadinya presiden Habibie….Setelah itu saya dengar beliau bergabung di Habibie Center, tapi saya tidak ada kontak lagi….Coba cari aja di internet atau situsnya Habibie Center..Nanti kalau saya ada kontak, saya beritahu lewat imel…

  5. wahaha.. makasih om, memang saya seneng baca atau ngeliat hal2 ttg militer.. terutama milter Indonesia zaman kejayaannya.. kalau dilihat sejarah, kayaknya Orang Indonesia BENER2 SALAH kalau mereka malu punya angkatan perang sekelas TNI..

    Insya Allah saya cari om.. terimakasih..

    Hanya sekilas info nih om.. saya juga kerja sukarela jadi pemandu museum muda di MUSEUM TNI SATRIA MANDALA.. Ya, ALhamdulillah info militer saya sangat terbantu dengan pengetahuan saya yang saya bagi..

    Salam untuk Keluarga ya Om..

    Odi / Satrio Dwicahyo

  6. Odi, Asswrwb….

    Thanks…mudah-mudahan bisa jumpa pak Sintong, saya juga sudah kangen…

    Bina dan tumbuh kembangkan terus cinta tanah air dan nasionalismenya…tahun 2020 tinggal 13 tahun lagi, usia Odi sudah 27 tahun, sehingga bisa berkarya yang lebih bermanfaat bagi terwujudnya Indonesia Emas…..Amin !!!

  7. halo odi mau kasih info pak sintong msh sehat walafiat….kalau mau ketemu beliau datang saja ke DIAN mobil rumah modifikasi mobil putranya di daerah jati asih pondok gede……wah hebat odi jarang ada anak kaya odi

    jan , alumni esq angkatan 12

  8. ASSWRWB, YAN…

    Terima kasih atas kunjungan dan infonya tentang pak Sintong…

    Odi, ini ada info baik tentang pak Sintong, silahkan dimanfaatkan…temuilah beliau untuk mendapatkan inspirasi yang segar dari seorang prajurit pejuang yang tersingkir oleh kebijakan politik orde baru…beliau demikian besar jiwanya dengan tetap diam seribu basa..tapi saya yakin beliau tetap mencintai bangsa Indonesia lebih tinggi dari para petinggi militer sekarang yang masih eksis…

    Kalau jumpa, sampaikan salam hormat dari saya…mantan anak buahnya di Kodam Udayana Bali pada tahun 1989-1991….

    Wassalam wrwb

  9. Assalamualaikum Wr Wb..

    Betul apa yang dikatakan oleh Pak Nurhana itu Pak Sintong itu boleh dikatakan punya idealisme yang luar biasa. Siapa sih yg tidak mau menerima uang jutaan dolar hanya untuk membeberkan cerita yang relatif sudah belasan tahun berlalu. Beberapa raksasa media internasional sudah menawarkan bayaran besar hanya untuk membeli kisah nyata dari saksi sejarahnya langsung, yaitu pak Sintong. Tapi sampai sekarang Pak Sintong tetap diam dan seolah menyadari bahwa itu hanyalah sebagian dari jalan hidup yg harus kita lewati.

    Saat ini pak Sintong lebih memilih untuk menikmati masa pensiun dengan anak dan cucu tercintanya dan tidak mau tenggelam di dalam kisah masa lalu yang pernah menghiasi sejarah bangsa ini.

    Kalau boleh tau Pak Nurhana AMN Angkatan berapa Pak?

    Salam hormat sebelumnya Pak.

    Assalamualaikum Wr Wb.

  10. Salam kenal Pak Tirta.
    Saya suka juga baca-baca sejarah militer. Saya tertarik dengan kalimat ini.

    “….saya menemukan suatu konspirasi tingkat tinggi yang secara terselubung memang berniat mendiskreditkan beliau.”

    Saya pernah membaca dari komentar salah satu jenderal purn…kick out untuk Pak Sintong di-desain ia dan rekan-rekannya semasa perwira menengah (yang saat itu adalah putra mahkota penguasa), terkait upaya membendung pengaruh Pak Benny…..apa benar?

    Maaf kalau pertanyaannya menganggu. Btw…, saya salut bapak tetap menulis dalam usia saat ini. Tetap berbagi pengalaman ya pak..

    Salam

  11. Budi Santoso, Asswrwb…

    Pengetahuan anda tentang sejarah militer yang tersembunyi/rahasia ternyata cukup lengkap, saya justru belum baca pernyataan mantan jendral tersebut…

    Ceritanya sangat panjang dan complicated/rumit, kalau saya ceritakan semua, bisa bisa mengundang fitnah…

    Yang saya tahu pasti adalah, pada saat saya melakukan penyelidikan dan penyidikan langsung kasus tragedi 12 November Dilli untuk diajukan kepengadilan militer atas desakan internasional, saya menemukan fakta/hasil penyelidikan yang berbeda dengan hasil yang diumumkan pemerintah, yaitu pembunuhan dalam tragedi tersebut ternyata dilakukan oleh sekelompok pasukan liar yang bersenjata lengkap tapi memakai pakaian preman, dari satuan infantri yang dipimpin oleh yang anda singgung didalam komentar anda…bukan oleh kelompok yang dijadikan tersangka oleh hasil penyelidikan pemerintah pusat..
    Hasil penyelidikan dan penyidikan tersebut saya laporkan ke pimpinan tertinggi TNI AD di Jakarta…tapi ternyata tidak digubris dan tetap harus menggunakan hasil temuan pemerintah..

    Dari situ saya menjadi kecewa dan miris, kok pimpinan TNI AD tidak menegakan kejujuran, kebenaran dan keadilan…Loloslah pelaku pembunuhan yang sebenarnya, yang mendesain untuk mendiskreditkan Pak Sintong sebagai Pangdam Udayana..

    Adapun pernyataan Jendral yang anda baca tersebut, saya tidak tahu pasti, tapi mungkin saja benar…Hanya Tuhan yang tahu pasti..

    Anda sekarang bekerja dimana ?

    Wassalam wrwb…

  12. Ass. Wr. Wb…

    Jalan2 ke wordpress koq ketemu dengan cerita tentang mas Tri Yuniarto. Apa mas Tri ini dulu di Akmil satu saudara asuh sama Letkol. Inf. Wasono. Kakak asuhnya ada Bang Tri Martono, Bang Marrahmat, Bang Fajri ( yg lain saya coba ingat2 dulu hhhe… )
    Kalo iya, salam sama beliau, Pak…

    Wassalam
    Didik ( ex. No. AK: 860 193 )
    ( sekarang jadi sipil lagi hhhee… )

  13. Didik, asswrwb….

    Trims atas kunjungannya….

    Tri Yuniarto, mantu saya adalah lulusan AKABRI 1989, masuk Kopasus….
    Nanti saya tanya tentang info dari anda dan saya sampaikan salamnya….

    By the way, kenapa anda keluar dari AKABRI dan sekarang profesinya apa? (kalau boleh tahu..)
    Wassalam wrwb..

  14. Siap… mohon ijin, Pak…

    Saya masuk Akmil ’86, dapat kecabangan CZI dan “dipensiunkan” pertengahan ’87 pas mau naik sertar, karena kesehatan saya yg kurang mengijinkan. Bersyukur dan satu kehormatan bagi saya, jaman segitu saya diantar pulang dari kampus Tidar menuju kampung halaman (B’woso) didampingi oleh Danton langsung ( Bp. Yoris – terakhir ketemu 2 tahun yg lalu masih jadi perwakilan Akmil di Jakarta ).
    Kebetulan kakak asuh saya langsung dulu mengalami nasib yg sama seperti saya, sekarang jadi sipil lagi…

    Akhirnya mulai ’87 juga saya kuliah lagi di bid. IT. Dan semenjak lulus sampai sekarang saya bekerja di salah satu Oil Company di Jakarta (bag. IT juga ).
    Tapi Insya Allah saya mau pindah ke bag. HSE masih di company yg sama dalam waktu dekat ( mohon doanya saja, Pak… moga2 bisa menjalani dengan baik ).

    Saya sangat bersyukur pernah merasakan kehidupan di Ksatrian Tidar. Bau rumputnya-pun saya belum bisa lupa sampai sekarang… hhhee…

    Kalau boleh, mohon ijin… apakah bisa saya kirim email via japri…

    Wassalam… ijin kembali…

  15. Assalamualaikum wr wb

    Halo om, secara tidak sengaja saya menemukan website. Saya ingat Om nur sempat di tugaskan di surabaya, kebetulan saya kenal dengan Surya dan Jaya karena kebetulan mereka adalah adik kelas saya di SMA 2 surabaya.

    Saat ini saya bekerja di salah satu stasiun TV dan sedang tertarik dengan peristiwa Woyla, apakah Om punya saran kemana saya harus bertanya ??

    terima kasih banyak sebelumnya, salam hormat buat keluarga

    Wassalamualaikum wr wb

  16. Bagus..Asswrwb…

    Trims atas kunjungan dan apresiasinya kepada pak Sintong dengan kasus Woyla nya…

    Saya belum bisa kontak lagi dengan pak Sintong P..

    Tapi kalau memang serius mau tahu soal peristiwa Woyla, ya harus dari pak Sintong langsung…hanya apakah beliau bersedia atau tidak, saya belum tahu….

    Mungkin bisa dicari dialamat yang diberikan oleh sdr Yan yang memberi komentar di blog ini….

    Wassalam wrwb…

  17. ass wr wb,
    salam kenal buat pak tirtaamijaya.
    saya pemerhati sejarah indonesia dan saya sangat berminat di bidang sejarah. bukan bermaksud apa-apa, niat saya cuma satu

    yaitu….

    kelak bila waktunya tiba, saya ingin menjadi seorang kakek yang memiliki resensi sejarah indonesia dan dunia yang cukup banyak dan obyektif, sehingga anak-cucu saya akan betah berlama-lama duduk bersila di depan saya, sambil mendengarkan cerita dari saya.

    itu saja, pak.

    kemarin malam, 15 April 2008, sebuah TV swasta sedang membahas tentang DC-9 Woyla sekitar 1 jam…
    membangkitkan kembali rasa ingin tahu saya terhadap drama pembajakan itu.
    sekedar informasi, saya sudah sejak lama browsing di internet mencari literatur tentang Kasus itu. bukan hanya internet, tettapi juga saya tidak menemukan buku-buku tentang itu.

    Di akhir acara TV tersebut, ada statement dan tayangan yang cukup menggelitik rasa penasaran saya. yaitu :
    1. ketika penyerbuan ke pesawat, yang hanya 3 menit, ada berbagai macam versi cerita. ada yg mengungkap bahwa para pembajak mati di dalam kabin, ada yg cerita bahwa ada salah satu pembajak yang bunuh diri, kemudian di tayangan TV itu ada sesosok manusia (entah pembajak atau siapa) turun dan berjalan menjauhi pesawat, namun sesaat kemudian sosok itu roboh, dengan sikap tubuh yang mirip manusia yg ditembak dari belakang……

    2. ada statement yang menyatakan, bahwa para sandera yang kembali dengan selamat ke jakarta dengan pesawat naas tersebut, diberi santunan dan dikumpulkan di suatu tempat untuk “brainwashing”

    3. Ketika pengadilan untuk imam Hafidz, tidak ada satupun sandera yang dijadikan saksi

    4. ada statemen yang menyatakan bahwa hingga kini sandera tidak ada kabar beritanya. apakah seluruh sandera tutup mulut ? atau seluruh sandera berganti identitas ?

    bapak yang baik,
    mohon maaf apabila saya terlalu banyak tanya. saya hanya penasaran, terutama masalah sandera… mereka selain menjadi korban pembajakan, juga menjadi korban sebuah konspirasi tingkat tinggi….

    akan sangat berharga bagi saya, bila bapak dapan memberikan penjelasan.

    terimakasih.

    Yudo Syaf

  18. Helo Salam kenal semua Bapak2,

    Saya org sipil biasa cuman doyan Internet, kebetulan kemaren liat di TV ttg sepak terjang pasukan Imran.
    Kal gak salah denger disitu diceritakan tentara (kopassus) yg masuk ke pesawat Woyla hanya 1 org, kemudian pembajak yg 5 orang mati semua.
    (diperkirakan pembajak dah pada nyerah, tapi tetap dibantai).
    Kemudian yg anehnya lagi, diceritakan, semua penumpang yg ada di pesawat tsb (setelah balik ke Indonesia) gak ada yg tau kemana, sehingga tdk ada yg bisa dikonfirmasi.
    Saya baca di suatu tulisan di Internet, para penumpang tsb di karantina beberapa minggu utk di brainwash.
    Memang pada masa2 itu, pemerintah (dlm hal ini TNI AD) bertindak sangat represif thd kelompok2 muslim, (peristiwa tjg priok juga terjadi di kisaran thn yg sama).
    So, kalo ada yg bisa bantu njelasin ttg peristiwa Woyla itu, saya senang sekali, soalnya penasaran.

    Ttg pak Sintong, cerita terakhir yg saya tau, beliau adalah org yg menghadang Pak Kivlan dan Pak Muchdi utk merangsek menemui Pres. Habibie di Istana pada masa2 kacau (1998).
    baca ttg hal tsb, saya sempet mikir, DanPaspampres kala itu (Pak Endriartono) kemana yah?

  19. yudo syaf dan mike…Asswrwb…

    Trims untuk berbagai informasinya…

    Maaf, terus terang saya betul betul tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dalam kasus Woyla tersebut, karena saya bukan pelaku sejarahnya…

    Yang tahu semua kejadian tersebut adalah Mayjen Pur Sintong Panjaitan (komandan tim anti teror) dan Jendral Pur Subagyo HS ( anggota tim)..

    Juga tentunya para sandera waktu itu…

    Mungkin nanti akan ada klarifikasi dari para pelaku sejarah mengenai tayangan di TV tentang kejadian sebenarnya operasi Woyla tersebut…
    Sebaiknya pihak televisi swasta tersebut harus menayangkanjuga tayangan klarifikasi versi TNI AD dan versi yang netral (para sandera)…baru terpenuhi kwalitas pemberitaan yang seimbang dan transparan…

    Kita tunggu saja ya mas…

  20. terimakasih bapak.
    walaupun masih ada yang mengganjal, tetapi saya sangat menghargai respon bapak.

    seharusnya, TV tersebut harus klarifikasi. cover both sides, begitu… supaya tidak meninggalkan sebuah pertanyyan yang sangat menggantung dan membikin penasaran seperti ini.

    tentunya bung Mike juga setuju dengan saya.

    pak tirtaamijaya, sekali lagi terimakasih.

  21. Ass wr wb..
    salam kenal Bapak2 sekalian
    saya bukan siapa2..cuma senang baca sejarah..
    kalo cerita soal woyla mungkin banyak versinya dan memang setiap sejarah pasti ada perbedaan /versi..tergantung siapa yang bercerita … tetapi saya pernah dengar langsung dari pelakunya/prajurit yang ikut dalam pasukan waktu itu..

    ini hanya sekedar info saja bapak2..
    terimakasih
    wass wr wb

  22. bambang s…

    trims untuk sharing anda…

    memang banyak sekali cerita sejarah yang berbeda versinya, sangat dipengaruhi kepentingan yang menyampaikan cerita sejarah itu….
    tapi kalau sudah pernah dengar langsung dari pelaku sejarah dan kredibilitasnya tinggi/sangat bisa dipercaya, mungkin itu yang lebih akurat…

    Memang biasanya yang paling rame itu adalah komentar orang yang tak mengalami kejadian itu, lalu cerita sesuai kepentingannya. itu yang repot….

    Sekali lagi trims…

  23. Ass wr wb
    Terimakasih Pak Tirta

    Semoga masih banyak purnawirawan seperti bapak yang peduli pada bangsa ini yang mau sharing untuk kemajuan & kebangkitan NKRI….,

    Saya mendengar cerita peristiwa woyla dari ayah yg juga purnawirawan seperti bapak, dimana hampir selama dinasnya beliau lewati dimedan2 pertempuran/daerah operasi dari sabang sampai merauke walaupun semua itu dia lakukan karena tugas, sehingga beliau mungkin salah satu di negara ini yang mempunyai 2 bintang sakti mahawira ……..,

    Terimakasih sekali lagi Pak …

    Wass wr wb..

  24. Salam kenal Pak Tirtaamijaya…
    Iseng-iseng saya baca blognya Bapak, dan ada cerita soal Pak Sintong Panjaitan.
    Saya pribadi tidak kenal dengan Pak Sintong, tapi hari Sabtu (24/5) kemarin saya bertemu Pak Sintong di acara nikahan saudara saya. Dan saya baru tahu ternyata Ayah Mertua saya satu kampung dengan beliau.
    Sewaktu di acara itu, Ayah Mertua saya salaman dengan Pak Sintong dan langsung ngomong ke saya “Itu Sintong Panjaitan”.
    Nah, karena sebelumnya saya tidak tahu siapa itu Sintong Panjaitan, iseng-iseng saya cari di internet dan ketemu blog ini.
    Pak Sintong terlihat sehat kok..
    Nanti kalau ada kesempatan ketemu, saya mau kenalan dengan beliau, atau minta dikenalin oleh Ayah Mertua saya..

    Salam Kenal, Pak Tirtaamijaya..

    Rodo Sihaloho
    27 Tahun, Karyawan ASTRA

  25. rodo,….

    gembira sekali mendengar bahwa pak Sntong masih dalam kondisi sehat wal afiat…

    berbahagialah anda sudah dipertemukan seorang tokoh jendral TNI AD sejati yang sangat mencintai bangsa dan negaranya, ….

    saya sudah banyak cerita tentang beliau diblog saya, semoga memberikan inspirasi bagi pemuda penerus bangsa bahwa TNI AD itu tidak sejelek yang dicitrakan oleh mereka yang benci TNI AD…banyak jendral yang baik, tapi iklimnya orde baru tidak sesuai dengan karakter mereka yang baik bagi bangsa…

    Kahlil Gibran berkata: Sehebat apapun seorang petani, tak mungkin berhasil menanam benih pada musim es membeku/musim dingin…

    Tidak ada yang salah, hanya kadang kadang manusia baik harus bersedia jadi korban keganasan zaman/iklim alam semesta…itulah rahasia kehidupan….

  26. Ass wr wb

    Salam damai Pak Tirta,

    wah .. kalau membaca komentar dan pertanyaan dari Bapak dan rekan2 pembaca tentang Konflik Intern di tubuh TNI pada saat itu ternyata sangat…sangat KOTOR sekali…..
    Dan salah satu konflik tsb yang membuat saya penasaran sampai sekarang adalah penggantian PANGKOSTRAD pada pasca kerusuhan 14 mei 1998, yaitu Mayjen Inf Jonny Lumintang yang sangat singkat, kalau tidak salah hanya 12 jam.

    (Skenario) apa yg terjadi pada saat itu ? dan kenapa sesingkat itu….

    Mungkin bapak mengetahui tentang konflik tsb dan membantu memecahkan rasa penasaran saya….

    salam,

    Geo

  27. Ass wr wb,

    Terima kasih.. atas jawabannya dari bapak, walaupun saya masih “penasaran” hehehe…. tapi saya dapat mengerti dgn alasan yang bapak berikan.

  28. asalmualaikum pak….
    saya tinggal di luar indonesia …saat ini saya akan mengikuti sekolah defense and military strategic study di salah satu university disini, cuma saya kok agak maju mundur mau ngikutin program tsb berhubung saya agak kesulitan mendapatkan bahan bahan study militer indonesia, mungkin bapak bisa tolong saya..? yg saat ini saya sangat butuhkan adalah informasi para prajurit TNI yg telah menunaikan tugas nya dan mendapatkan Bintang SAKTI ( saya perkirakan hanya beberapa puluh org saja sejak kita merdeka …? ) beserta nama namanya… hal ini untuk menjadi rujukan saya dan perbandingan terhadap prajurit comonwealth yg mendapatkan victoria cross, selain bapak benny moerdani yg saya ketahui yg mendapatkan bintang sakti , juga saya mengenal bapak sersan mayor suparmin ( beliau mendapatkan dua bintang sakti yg saya tidak ketahui dimana beliau mendapatkan nya dan dalam peristiwa apa..? juga para prajurit TNI pada saat pembebasan woyla ( pak sintong p, pak subagyo hs, dan pak letkol untung samsurio (pelaku g30s yg akhirnya bintang sakti nya di copot oleh pemerintah )

    apakah bapak bisa membantu saya …atau kalau tidak , bisa minta alamat mabes TNI untuk hal tersebut…?

    wassalam

    billy ” singkayo ” anugrah prabawa

  29. Salam kenal semuanya,

    Untuk penerima bintang sakti, Mabes TNI telah menerbitkan buku khusus ” Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi” cuma sepertinya buku tersebut tidak dijual di pasaran umum (maaf kalo saya salah). Saya juga mau beli kalo ada di pasaran. Di antara penerimanya adalah para awak RI Tjandrasa (Kapal selam) 61 orang yang berhasil menyusupkan prajurit RPKAD ke daratan Irian Barat dalam rangka Trikora.
    Terima kasih

  30. Assalamualikum Pak Haji
    Saya sangat tertarik sekali dengan ke hebatan TNI kita lebih era tahun 1980an dimana kita punya panglima yang sangat dikagumi oleh masyrakat umum dan tentunya oleh personilnya (bawahan) yaitu Jenderal M Yusuf, tapi sayang karier Sang Jenderal M Yusuf berakhir dengan dikasih jabatan ketua BPK.
    Setelah itu lahir tentara-tentara hebat seperti Bpk Sintong Panjaitan tapi juga tersingkir dengan intrik tingkat tinggi, yang ingin saya tanyakan kenapa ditubuh TNI bisa terjadi hal seperti itu Pak Haji?
    Wassalam

  31. terima kasih mas gandrong…..jadi mereka para awak kapal selam termasuk diantaranya …saya akan searching lagi, dan juga satu tambahan kalau nggak salah bapak marsekal madya Ignatius Dewantoro, ( dan bapak marsekal madya Leo Watimena …? ) yg juga menyandang bintang sakti karena keberanian mereka dalam menorganisasi pertempuran udara di wilayah Mapanget …? dan juga almarhum kopral KKO Husein ? mungkin saya salah …apa mas bisa bantu saya ….? dan Jendral anumerta Ahmad Yani juga mendapatkan nya tapi dalam peristiwa apa …saya juga kurang mengetahui ( mungkin kala beliau memimpin operasi tegas dan operasi 17 agustus ) mohon di koreksi kalau saya salah ….terima kasih …salam dari jauh

  32. Dear Mas Billy Singkayo,

    Komodor Udara (bukan Marsdya) Ign. Dewanto (meninggal karena kecelakaan pesawat dengan pangkat Komodor Udara tahun 1969, pangkat Marsekal belum ada waktu itu, yang ada Laksamana Udara untuk AURI dan Laksamana Laut untuk ALRI) dan Marsda (atau Marsdya??) Leo Wattimena, mungkin dapat Bintang Sakti juga. Untuk kepahlawanan apa juga saya kurang tahu. Apakah untuk pertempuran udara di Mapanget saat operasi penumpasan Permesta atau yang lain, tapi setahu saya Kapten Udara Ign. Dewanto yang menembak jatuh pesawat yang dipiloti AL Pope yang membantu AUREV/ Permesta.
    Hal ini juga diklaim oleh ALRI bahwa pesawat Pope ditembak oleh RI Sawega dengan komandan Mayor Pelaut Soedomo.
    Kopda KKO Anumerta Harun dan Serda KKO Anumerta Usman juga mendapat Bintang Sakti dalam rangka Dwikora.
    Selain itu ada Pelda Pontas Lumban Tobing dan Lettu Anumerta Ahmad Kirang dari Kopassandha (Kopassus) untuk pembebasan pembajakan pesawat Garuda DC9 Woyla di Bangkok. Juga Mayor Subagyo HS untuk peristiwa yang sama.
    Juga Mayor Untung Sutopo bin Syamsuri pernah mendapatkan Bintang Sakti dalam rangka Trikora tetapi dicabut karena terlibat G30S/PKI.
    Jendral Ahmad Yani juga mendapatkan Bintang Sakti, tapi saya kurang tahu dalam rangka apa, mungkin dalam rangka G30S/PKI.
    Demikian dari saya, mohon maaf dan koreksi bila ada yang salah.
    Terima kasih atas perhatiannya.
    Salam

  33. terima kasih mas gandrong, informasi anda semakin melengkapi research saya, moga moga pak haji bisa melengkapi temuan kita ini…di tunggu berita nya pak….

    wassalam

    ps: itu yg posting hidup kopassus betulkah pak daryatmo…dari kopassus? kali aja bisa nolong research saya…;)

  34. Untuk mengubungi Pak Sintong Panjaitan bisa menelpon rumahnya di 021-8413517 atau lewat putri bungsunya, dr. ONDA PANJAITAN, di hp : 0818 474190 dan 021 3911538. SEmoga berhasil.

    Ya, saya setuju bahwa beliau adalah putra bangsa yang teguh memegang prinsip! Negeri ini harus bangga memiliki putra seperti seperti Pak Sintong!

  35. Pak Tirtaamijaya, terimakasih dengan ide dan usaha membuka ALBUM untuk Pak Sintong. God Bless you with healty and happy life.

    Pak Sintong,

    Buah dari kehidupan Bapaklah yang telah menyatakan bapak sebagai GARAM dan TERANG Dunia!! God bless you with great health and happy life, and hope we can pay golf this coming Christmas.

    Longgam – Batam

  36. Salam kenal Om….

    Saya sangat menggemari dunia kemiliteran walaupun saya bukan militer. Saya mengagumi prajurit2 pemberani seperti Pak Benny Moerdani, Sintong Panjaitan, Achmad Yani, TB. Simatupang dll.

    Kakek saya seorang pejuang. Beliau peraih Bintang Gerilya. Saya ingin sekali mendengarkan cerita2 kepahlawanan beliau. Sayangnya beliau telah meninggal dunia sebelum saya lahir.

    Om, ceritain dong salah satu pengalaman paling menegangkan saat masih aktif.

    Merdeka !!

  37. Halo Pak Tirta,

    Senang membaca tulisan bapak tentang banyak hal. Tapi satu hal yang saya masih pertanyakan sampai sekarang yaitu tentang militer. Saya merasa militer kita saat ini belum benar-benar profesional. Masih ada intrik di dalam tubuh TNI, masalah mutasi dan promosi contohnya, sampai kapan kita harus berpatokan bahwa yang menjadi KASAD atau Panglima TNI harus orang Jawa ?

  38. Yang terhormat Jenderal Tirta,
    Saya kagum dengan keberanian jenderal mengungkap fakta-fakta yang berhubungan dengan karier Jenderal Sintong Panjaitan.Anda adalah Polisi Militer yang sejati.Saya percaya suatu saat nanti kalau anda meninggal, Tuhan akan menempatkan arwah anda di sorga para ksatria,di mana seluruh panglima dan prajurit yang benar,jujur dan berhati bersih dari seluruh bangsa,agama,dan abad berkumpul dan bersatu memuliakan Tuhan yang menjadi Panglima segala panglima.

    • Jonathan, trims atas apresiasi anda dan semoga sharing anda bermanfaat bagi pembaca blog yang lain…
      Banyak rahasia negara yang belum saatnya saya tulis diblog ini…maaf kalau masih belum memuaskan keingin tahuan para pembaca…Saya ingat pernyataan pak Sintong waktu melepaskan jabatannya sebagai Pangdam Udayana: “Bahwa walau apa yang saya lakukan sebagai Panglima itu selalu dalam rangka memelihara Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan, sesuai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, ternyata hasilnya/penilaian pemerintah saat ini, belum pasti baik…tapi saya tidak menyesal melakukan apa yang saya yakini ini…saya sebagai prajurit Sapta Marga, tetap patuh pada perintah Presiden…”
      Sebuah pernyataan yang membanggakan, tetap kukuh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, walau harus dicopot dari jabatannya…karakter yang sangat perlu diketahui generasi muda, bahwa yang gagal mencapai puncak karier militer, bukan berarti tidak baik atau tidak hebat, tapi resiko dari keteguhan pikiran dan nuraninya membela “Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan hakiki”…sesuai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit…Walau terpaksa menjadi korban suatu pemerintahan yang dzalim….
      Nilai nilai luhur inilah yang saya ingin teruskan kepada generasi penerus melalui blog ini….

  39. Aslmkmwrkt, salam kenal untuk bp Tirta dan smua teman2x yg sdh posting di sini.
    Emm pa Tirta saya sangat kagum (big fans)dgn pa Sintong P bahkan saya menemukan blog ini krn saya sdng pnasaran cari2x crita tentang perjalanan pa SP di google. Referensi trakhir yang saya baca mengenai SP ada di buku jenderal M JUSUF( Panglima Para Prajurit) karangan Atmadji Sumarkidjo. Saya cukup kaget pa Tirta ktika membaca buku tsbt, trnyata pa SP adlh benar2x anak didik ny bp jndrl M JUSUF.Knapa saya katakan demikian karna mnurut buku ini ktika pristiwa DC9 Woyla sbnarny ada 1 nama besar lg di lngkungan ABRI yg terlibat dlm pristiwa ini tp tdk banyak orang sipil yg tau/inget yaitu nama Letkol inf.Subagio H.S yang ternyata di akhir karier nya bliau mendapatkan 4 buah bintang di pundak ny jenderal penuh, hanya trjungkal oleh kasus Agus Isro putra mahkota beliau yg jg seorang perwira TNI. Agus Isro terjerat kasus SHABU/Narkoba beliau lolos dr jratan hukum bahkan bliau A I msh tetap jd anggota TNI tidak dipecat tp kontan pa Bagyo di disposisikan dr KASAD. Sdngkan Letkol inf.Sintong P di ujung karier ny hanya 2 bintang Mayjend.
    Pasca pristiwa Woyla pa M Jusuf menaikan pangkat ke dua perwira tsbt menjadi Kolonel dan memberikan penghargaan Bintang Sakti kepada ke dua perwira tsb. Hanya saja ktika pmberian penghargaan pa Jend M J hanya mengijinkan wartawan utk meliput pemberian penghargaan untuk pa SP saja untuk pa Bagyo tidak bole diliput,betul tdk tulisan dlm buku ini pa Tirta hal 305? Karena itu saya katakan di atas bhw pa SP memang anak emas ny pa Jend M J juga tentu anak emas ny bp LB Moerdani.
    Pa Tirta kbetulan saya jg cucu dr Letjend TB Simatupang pa crita sdikit jg dong mengenai kakek saya krna biarpun saya jatuh cucu saya tidak trlalu mengenal bliau krn perbedaan umur dan sejarah yg trlalu jauh kakek saya ada di zaman pa Karno sdngkan database mengenai bliau susah di dapat.
    Trims pa Tirta and mohon sharing ya tntang crita2x mengenai prjalanan SP terutama ketika pasca Soeharto lengser yaitu tntng Habibi, Prabowo dan SP satu ruangan swaktu Prabowo di disposisikan dr Panglima KOSTRAD kalo bp msh copy crita ny. Kbetulan saya teman baik jg dr mantu ny pa SP Bernard Simandjuntak suami dr putri ny pa SP (Onda).
    Sharing saya yg trakhir adalah kata2x bijak he2x..misi pa Tirta ini untk Tulang Sintong P yg sngt saya hormati,lebih baik hilang jabatan Jendral demi membela bawahan dan korps (Jendral besar)dari pada membarter jabatan Jendral besar demi membela kesalahan anak sndiri dan membarter jabatan ny untuk menyelamatkan posisi anak ny di korps yg jelas2x bersalah dan pantes di pecat dr korps bahkan di penjara NARKOBAAA (Jendral CUPU).

  40. kalo bapak bercerita pak Sintong, memang itulah jendral yg sesungguhnya, BERANI KARENA BENAR!

    Tragedi Woyla?!… Konspirasi tingkat tinggi nih kayaknya!

    btw…salam hormat buat bapak, semoga sehat selalu!

  41. Salam Sejahtera untuk semua…

    Bagi yang penasaran dengan Pak. Sintong, baik tentang prestasi “Woyla”-nya dan coba’an terbesar bagi keluarga Pak. Sintong berkaitan dengan Insiden Dili dan apa yang sekarang beliau tekuni……
    Silahkan menunda penasaran-nya sampai tahun depan. Karna tahun depan semua penasaran tersebut bisa terjawabkan melalui buku yang akan
    diluncurkan oleh beliau.

    Ralat, anak perempuan Pak. Sintong sebenarnya bernama (dokter) A. Oranda Panjaitan … sedangkan ONDA adalah nickname yang diberikan semasa SMP.

    Terima Kasih
    Selamat Hari Natal 2008 & Tahun Baru 2009

  42. baru kali ini saya masuk k forum ini.
    saya dari dulu pengen tau tentang pak sintong,karena orang tua saya memberi nama ‘sintong’ saat masa ketenaran pak Sintong tahun 1980-an.saya lahir tahun 1987.baru kali ini saya tau sedikit profil Pak sintong panjaitan..dalam adat batak
    mgkn saya manggil ‘bapak Tua’ ya…hehehe

    saya pengen memiliki bukunya…bagaimana caranya ya!!!!
    salam buat semuanya……..

    • tu kana cuman kebetulan…..sintong artinya dalam bahasa batak adalah benar….jd saya rasa tak ada hubungannya….

  43. Asallamu’alaikum Wr Wb
    Aku adalah salah satu orang yang penasaran tentang Bapak Sintong Panjaitan yang begroundnya dari RPKAD/ Kopassus sekarang. Apakah Benar Pak Sintong pernah dinas di Cepu th 1966 dan pernah membantu Ibu yang akan melahirkan dan menitipkan nama bila lahir laki – laki dengan nama Sintong…..dan akhirnya lahirlah saya. Dengan kesepakatan keluarga akhirnya Nama Sintong direstui untuk dipakai meskipun berbaur dengan nama jawa jadi nama saya adalah gabungan BATJA(Batak- Jawa) Sintong(Batak) & Joko Kusworo (Jawa),kalau memang benar alangkah senang saya karena saya mendapatkan hadiah nama dari orang yang penuh dedikasi dan kejujuran dalam tugas walau akhirnya mendapatkan fitnah . “Kerja yang baik belum tentu mendapatkan hasil yang baik ” Tegarlah Bapak. Saya pribadi hanya mendo’akan semoga Bapak Sintong selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin !

  44. Selamat Sore Pak Nurhana dan salam kenal.
    Saya hanya ingin kasih masukan saja mungkin terlewatkan saja, sebenarnya Pak Sintong itu sudah Letnan Jendral, memang pensiunnya dia mayjend, tapi ketika pensiun dia dinaikan pangkatnya menjadi Letjend oleh Pak Habibie, sama dengan Pak Moerdiono kalau nggak salah.
    Foto Bapak diatas saat bermain tenis dengan Pak Sintong itu waktu di lapangan tenis sebelah rumah dinas pak sintong di bali yah…seingat saya saya pernah belajar main tenis disana..
    Terimakasih atas perhatiannya..
    Best Regards,

  45. ass pak tirta…

    nGomong-ngomong msLh yang terjadi ditubauh Tni,,,,

    maaf sebeLumnya….

    gmn tanggaPan pak Tirta tenTang kekerasan ditubuh aParat / Tni yang maraknya di Tayangkan di teLevisi swasta….
    bukankaH kekerasan Tersebut Telah diHapuskan….?
    sekedar inFormasi…!!!!
    padahaL masih banyak terjadi Tindak kekerasan ditubuh Tni baik itu dibtalyon-batalyon atopun di kodim-kodim lainnya …
    sayang tidak terexsploitasi…

    mEnurut pak Tirta gmn taNggapanNya yg menyangkut almamater bpk tersebut……..

    maaf sebelum dan sesudahnya…
    wasalam

    • chiko, asswrwb….trims utk kunjungan dan informasinya……maaf tolong ceritakan contoh beberapa kasus yang anda maksud, karena mungkin saya jarang nonton televisi lokal…..

      yang dimaksusd kekerasan internal tni (sesama anggota TNI/antara atasan dan bawahan…) atau TNI terhadap rakyat?….agar saya bisa jawab yang tepat…thanks…

  46. Saya Terkagum Melihat Jiwa bapak yang tangguh, saya mengingin kan diri saya seperti in,,Saya Pernah menjadi calon taruna AKMIL tahun 2007,2008.Saya Mengikuti seleksi hingga tingkat pusat di lembang.tapi saya gagal trus.saya menyadari mungkin ini bukan jalan hidup saya.Tapi Saya masih Bertekat Untuk mencoba lagi di tahun ini.Mohon Do’a Restunya pak,,Supaya Saya dapat mengenyam Pendidikan di Lembah TIDAR.
    Saya Berharap senior di AKMIL tahun Ini dapat Menyambut saya Selaku juniornya.CAPRATAR.Dengan Nyanyian,,
    “Selamat DAtang TAruna Muda”
    Jangan Tanyakan Apa Yang Telah,,
    Negara Berikan Kepada Mu,,,
    Tapi Tanyakan Apa yang telah,,,
    KAu Sumbangkan Kepada Bangsa mu,,,

  47. Selamat Pagi Pak,
    Saya teringat dengan keingintahuan tentang Pak Sintong dari beberapa orang di blog ini dan juga yang menanyakan buku Pak Sintong, kebetulan saya membaca undangan Penerbitan Buku Beliau di rumah.
    Beliau akan me-launching buku-nya pada tanggal 11 maret 2009 dibalai sudirman pada malam hari.
    judulnya= “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” ..dari sinopsis di undangan juga diceritakan mengenai perjalanan dia dan juga apa yang terjadi selama ini pasca reformasi dan misteri-misteri yang terjadi…termasuk yang bapak utarakan mengenai penembakan di santa cruz dimana dia harus bertanggung jawab padahal timtim memiliki panglima dan report langsung juga ke pusat…mengapa yang diadili dirinya dan mengapa garis komando yang menembak(yang bapak utarakan dalam laporan investigasi Bapak, “Seperti “pasukan berpakaian preman”…yang ujung-ujungnya merupakan konspirasi) tidak diadili (itu yang saya tafsirkan dari sinopsis-nya)..mengenai aktualnya dan kebenarannya harus lihat buku-nya pak..
    Semoga berguna bagi yang ingin tahu
    Terimakasih Pak.

  48. Saya adalah orang Batak. Saya suku Batak Simalungun. Kalau Pak Sintong Panjaitan itu pasti dari suku Batak Tapanuli Utara.
    Arti kata Sintong itu baik dalam bahasa suku Batak Simalungun maupun suku Batak Tapanuli Utara adalah : Kebenaran atau Benar. Jadi dari namanya saja beliau sudah mengemban suatu amanah untuk menegakkan Kebenaran. Semoga kebenran itu akan muncul walapun akan datang belakangan. Sebab apabila pada saat ini kebenaran itu muncul maka tidak ada lagi hal yang perlu ditegakkan. Tetapi kita semua percaya bahwa Kebenaran yang Hakiki adalah hanya ada pada Yang Maha Benar. Dan akan dayang menghakimi pada saatnya kelak.

  49. Pak Hana, Assalamualaikum
    Begitu TV One menayangkan wawancaranya dengan Pak Sintong dan Bapak sore ini (9 Maret 2009) dan disebutkan pula Pak Hana aktif ‘ngeblog’ saya langsung cari blog Bapak dengan bantuan Google Search ‘Sintong Panjaitan’.

    Setuju sekali, bahwa sejarah seberapapun pahit haruslah diungkap agar generasi yang akan datang tidak perlu mengalami hal yang pahit tadi.

    Komando, Pak Hana!
    Wassalam,
    eko

  50. Saya mengenal nama Sintong Panjaitan dari MAMA(alm)dan tentunya dari PAPA saya,yang notabene pernah menjadi anak buahnya(sesama KOPASSUS)mungkin beliau ingat.Nama GALAYUDHA saya,juga diambil dari nama pasukan..NANGGALA 56(PAPA saya termasuk dalam pasukan itu).Jadi waktu saya lahir,yang nemenin MAMA BKN PAPA.Tapi Budhe Narto kalo ga salah.Cerita yang saya dengar tentang beliau positiflah intinya. PAPA saya langsung antusias pengen beli setelah saya kasih tahu akan ada buku tentang beliau.Kalo menurut MAMA saya,Ibu Sintongnya juga baik.Cuma yang saya heran,kalau ada prajurit yang baek seperti beliau kenapa harus tergusur(ditenggelamkan)…bukannya itu kerugian buat TNI AD sendiri.Ketika ada kasus pelanggaran HAM seperti sekarang,pada cuci tangan semua kesannya.Sehingga yang bertugas waktu itu kena getahnya..padahal mungkin,perintah yang dijalankan berdasarkan protap dan mandat dari pimpinan yang lebih tinggi lagi..Fiuh,kasihan para prajurit.Gaji ga seberapa…Tugas berat sangat.Kalau yang pamen/pati bisa bernapas…Tapi kalau yang tamtama&bintara,,kalau istri2nya pada ga usaha(buka toko kelontong,warung mkn,dagang baju,buat jajanan dikantin kalo yang di lembdik dll)..ngepres abis deh kalo cuma dari gaji bapaknya.Putra-putrinya mo beli jajan bakso mikir 24x bisa2.Saya bisa sedikit cerita gitu karena saya lihat sendiri dari anakbuah2 PAPA dulu dan anggota2 dari Kakak ipar+Kakak saya…SEMOGA ADA LEMBAGA ATAU APALAH YANG BISA MEMBANTU PARA PRAJURIT DARI PATI-TAMTAMA DIKALA “SUSAH”..SEMOGA JUGA BUKU BELIAU BISA MEMBUKA MATA ORANG2 YANG APATAIS TERHADAP TNI. TNI AD KHUSUSNYA.SEHINGGA TAHU,BAHWA BEGITU BERATNYA MENJADI PRAKUJIT,TAPI TETAP DIJALANKAN DENGAN PENUH LOYALITAS YANG TINGGI TANPA PAMRIH KECUALI AGAR NKRI TETAP UTUH…….

  51. Aww pak,
    Buku “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” akan melengkapi tesis Mayjen TNI (Purn.) Kivlan Zen “Konflik dan Integrasi TNI AD”. Sangat menarik untuk dibaca.

    Sore ini, Letjen TNI (Purn.) Sintong Panjaitan diwawancarai di TVOne, ketika diwawancara mengenai bukunya beliau mengungkapkan bahwa pada era 1980-an hampir terjadi peristiwa seperti G30 S PKI, dimana sekelompok perwira akan menculik Jend. Benny Moerdani, Pak Moerdiono, Pak Ginanjar serta beberapa orang lainnya. Naum seorang perwira brilyan telah berhasil menyelesaikan masalah ini. Ketika ditanya siapa perwira-perwira tersebut, beliau mengatakan semuanya ada di buku yang akan dilaunching tanggal Rabu, 11 Maret 2009.

    Jika berdasarkan tesis Pak Kivlan, mungkinkan perwira tersebut adalah orang yang eksis pada saat ini? dan perwira brilyan tyang dimaksud adalah Jenderal Rudini yang menjabat KASAD saat itu?
    Semuanya itu akan menjadi jelas 2 hari lagi.
    Bila semuanya benar, apakah ada muatan politik atas penerbitan buku tersebut menjelang pemilu
    mendatang? Ini hanya sekedar Hipotesis saya saja pak, tanpa maksud berprasangka.

    Semoga menambah wawasan bagi kita.
    Terima kasih pak.

  52. Asswrwb, apa khabar Pak Tirta ? Kemarin sore tgl 09 Maret saya juga sempat mendengar pernyataan2 Pak Sintong saat diwawancarai di TV one berkaitan tentang buku yang akan Lounching. Ternyata ada bapak juga dimintai keterangan seputar Insiden Dili, dimana saat itu menjabat sbg Dan denpom. Semoga kebenaran bisa terkukak, amin.

    Salam,
    Bagus

  53. salut buat Pak Sintong Panjaitan,,,,
    kemarin sempat nonton wawancara beliau di tv one,,sangat low profile….
    Semoga tetap di Lindungan Tuhan ya Pak..

  54. Assalamualaikum.. Bapak Nurhana..

    Kemarin Tanggal 9 Maret sdh saya lihat wawancara bapak dgn TV 0ne, dan Wawancara Bpk. Sintong Panjaitan….

    Menarik sekali…..pokoknya saya tunggu Buku dari Pak Sintong, dan juga mungkin jika Pak Nurhana menulis di buku tersebut atau mau membuat buku tersendiri…Saya tunggu loh..

    Oh ya saya salah satu anak dari Prajurit Purnawirawan kopassus juga…..


    Sukses utk Bapak…

    Wassalam
    N A

  55. assalamualikum bapak, akhirnya saya dapat juga menemukan blog bapak. hal ini setelah saya menonton acara tv di TVone, yang mengupas tentang buku yang ditulis oleh Letjend.(pur) Sintong Panjaitan dan Bapak adalah salah satu yang diwawancarai tentang beliau. hal ini sangat menarik karena saya juga anak seorang purnawirawan TNI-AD yang pernah mengikuti operasi militer di tim-tim tahun 70-80an, walaupun pangkat orangtua saya bukan perwira sewaktu itu tetapi sangat tahu dan dapat menceritakan apa yang terjadi disana dan bila beliau bercerita kejadian itu saya juga ikut membayangkan apa yang terjadi disana. orangtua saya dulu bertugas di Batalyon 611 awanglong/kodam VI tanjungpura, kaltim. dan sewaktu menonton acara ditv itu, saya bertanya siapakah pak Sintong itu dan beliau berkata,”beliau jendral yang sangat pintar dan strategis”. wah jadi pengen lebih tahu tentang pak Sintong, dan saya langsung mencari tentang pak Sintong Panjaitan diinternet dan mendapatkan alamat blog bapak. dan waktu itu juga saya sempat mengenang gimana rasanya ditinggal orangtua bertugas dimedan tempur. orangtua pergi subuh hari dan saya hanya bisa melihat dari jauh waktu mau berangkat tugas, wah rasanya sedih banget pa. apalagi saya waktu itu berumur 10an, tahunya hanya bapak tugas ketim-tim saja. dan sewaktu itu kami tinggal diasrama. itu pengalaman saya sebagai anak kolong pa, ya semoga operasi2 militer seperti dulu itu tidak ada lagi..ya semoga damai dan aman selalu …amin…oiya pa apakah bapak tahu tentang bapak Herry Tjokro, beliau adalah Danyon 611/awl sewaktu orangtua saya bertugas pa, saya juga kagum dengan beliau pa..kalo tidak salah beliau sekarang sudah pensiun. ya bila bapak kenal atau mengetahuinya, boleh saya tahu alamat beliau sekarang ini, ya saya hanya ingin tahu saja..trimakasih bapak, semoga langkah yang kita jalani diridhoi Allah SWT,..amin….

  56. Pak Tirta ,pd akhirnya Allah pasti tau apa yg dikerjakan orang2 buat Jendral Sintong Panjaitan yg ay kagumi,nanti masing2 akan diminta pertanggung jawaban dihadapanNya,wass

  57. salam
    saya juga baru lihat kemaren di tvone,ttg pak sintong panjaitan dan pak nurhana.
    kalo memang ada konspirasi tingkat tinggi,seperti halnya terjadi pada G30S, dimana Untung yg jadi korban, dan kali ini giliran bintang dua yg jadi korbannya.
    kenapa angkatan darat selalu penuh dg kepentingan2,persatuan dan soliditas personal dan angkatan sepertinya kurang,terlalu banyak intrik dan konspirasi,saling singgung dan sikut dalam tubuh angkatan darat.rasanya ada yg salah dengan angkatan darat.
    mohon tanggapannya dari pak nurhana
    maaf kl ada yg tersinggung,karena itu yg saya tangkap selama ini.
    kebesaran jenderal sudirman yg rela berkorban harta dan nyawa demi rakyat cuma sekedar menjadi napak tilas tahunan di akmil.

  58. Ass.wr.wb

    saya salah satu simpatisan jendral sintong panjaitan

    saya dinas di pemerintahan pak, mohon ijin klo bapak punya waktu lain hari mau tanya byk terkait siaran pers di kabar petang tvone hari senin 09 maret 2009…salam dari saya

  59. Salam kenal Pak…

    Kemarin saya nonotn di TV One ada wawancara dengan bapak Sintong Panjaitan. saya salut dengan TNI kita kebetulan saya juga dari keluarga Militer jadi sedikit bangga mendengar Peruangan Tentara Kita Untuk di Akui di tingkat International. saya juga lihat dan perhatikan Koment bapak.
    Semoga Sejarah Kita Bisa diluruskan….

  60. Bagi cerita aja, waktu tidak sengaja menonton news di TVONE disitu ada wawancara dengan Letjen (Purn) Sintong Panjaitan tentang masalah pembajakan pesawat Garuda DC-9 yang notabene Pak Sintong ini sebagai DanOps yang waktu itu masih berpangkat Letkol, nah disitu dibahas bagaimana dan apa sebenarnya yang terjadi waktu pembajakan pesawat Garuda DC-9 Bandara Don Muang Bangkok menurut cerita versi Pak Sintong cerita sejarah selengkapnya bisa dibaca di buku biografinya yang katanya tgl 12 Maret 2009 mau dilaunching, mari kita tunggu apakah sejarah sebenarnya akan terungkap dan apakah operasi Woyla itu hanya rekaan LB Moerdani, Klo ternyata hanya rekaan, berarti emang benar kata kakek saya klo negara indonesia ini dibangun atas sandiwara.

    Dan sekilas yang terungkap waktu wawancara tersebut juga klo Pak Sintong pernah menggertak Prabowo yang waktu mau ketemu BJ Habibie agar Prabowo waktu ketemu Habibie meletakkan senjatanya dan kalo tidak mau Prabowo digertak mau ditembak kepalanya, hebat euy Pak Sintong ternyata, tp sayang kariernya hancur karena konspirasi elite waktu kasus di Dili

  61. Ass. wr wb Pak Tirta,
    Salam kenal dari Saya, Rahmat Mugabe.
    Saya baru kali ini membaca blog yang Bapak buat sebagai usaha untuk memenuhi keingintahuan Saya tentang Pak Sintong Panjaitan.
    Alangkah bahagia dan kagum juga Saya membaca blog ini dengan membaca bagaimana Pak Tirta menggambarkan sosok seorang Sintong Panjaitan. Sangat jarang seorang mantan anak buah masih mengagumi mantan pimpinannya, dan Anda adalah salah seorang yang berjiwa besar. Terimakasih untuk teladan yang telah Bapak berikan lewat penulisan blog ini..

    Mohon bantuan juga, Pak Tirta, apakah tidak ada alamat e-mail/website/blog dari Pak Sintong?. Bagaimana kalau Pak Tirta usulkan kepada Beliau untuk memberi izin dibuatkan satu webmail/website khusus, supaya para pemuda bangsa, yang masih ingin belajar dari sosok jenderal besar, dapat dipenuhi keinginannya. Saya bersedia untuk meng-arrange website apabila Beliau mau.
    Wassalam

  62. Iya ya, masih ada jendral yang benar-benar jendral yang lama tidak terdengar. Sekarang beliau (SINTONG PANJAITAN)muncul menguak apa yang disembunyikan selama ini. Semoga kebenaran dapat mengalahkan segalanya. Keikhlasan beliau membuat beliau menjadi berlian yang berkilau.

  63. Dear pak Tirta,

    Gimana komentarnya dengan wawancara TV one dengan salah seorang jenderal seputar lounching buku pak Sintong yang sarat muatan politik karena di lounching menjelang pemili

  64. PAk kemarin saya lihat bapak di TV One bapak masih gagah ya pak
    Saya ingin tahu kabar yang sebenarnya bagaimana? semoga bisa terkuak ya pak
    aamien

  65. Met siang pak Tirta.Semoga bpk tetap lbh ditambahkanNYA dlm lahir dan batin! Salam kenal pak,sy salah satu dr sekian banyak yg mengagumi tulisan2 bpk.Sy Seangkatan bpk,tp dlm hal generasi,he,he,he(sy sipil generasi 50an).Sungguh! semua tulisan bpk mengalir jernih..,menyejukan hati,pantas diteladani generasi muda.Bravo prajurit sejati! Best regard,Andy.

  66. Salam kenal Bpk. Tirta, saya lihat komentar bapak di TV One, dan saya yakin bapak dan Bpk. Sintong ada di jalan yang benar, walaupun langsung di counter kemarin oleh Kivlan Zein di acara yang sama di TV One. Salut untuk Bpk. Tirta….

  67. Dear Pak Tirta,

    Salam Kenal ya Pak Tirta.
    Bole Pak kapan2 share mengenai Militer TNI INA.
    Bole juga ya di share Bad Jendral and Gud Jendral Indonesia..hehe..Pizz deh…

    sukses sll Pak Tirta, GBU..!!

  68. Luar Biasa Pak…u Pak Sintong…Luar biasa juga
    Buat Bapak…dengan uraian perjalanan Bapak,uraian dari apa yg bapak lihat,bapak dengar dan alami sendiri sangat bagus u genersi muda yg penting tidak menambah atau mengurangi yg berakibat menjadi fitnah.Jarang pelaku sejarah mau membuka….padahal itu sgt penting di dlm sejarah perjalan satu bangsa….,contoh nya masalah SUPERSEMAR…tidak ada yg mau buka….karenanya generasi bangsa ini tumbuh menjadi generasi yg menduga-duga,saling curiga,pro dan kontra….yg tidak berpangkal dan ber ujung….JADI SELAMAT BUAT BAPAK….
    Pangkat ….ternyata tidak menjadi patokan tingkat kesatriaan seseorg…..dan menurut saya bangsa ini sudah terbiasa tidak menghargai pejuangnya….mau tau alasannya…yg saya lihat sendiri…Ada satu tempat namanya proyek panca argaII di daerah R.Prapat di bawah Kodam II BB dulunya 120 an kk ex.pejuang 45….sekarang yg hidup paling 4 org lagi….Tau apa yg terjadi….

    SAMPAI MEREKA MENINGGAL MEREKA TIDAK MENIKMATI PENERANGAN LISTRIK……

    Keterlaluan kan ……KALAU SUDAH BEGINI ….
    BANGSA INI PERLU TOBAT NASIONAL….

    Karena kalau tidak….CERITA INI AKAN SELALU BER ULANG…..

    SEKALI LAGI SALUT BUAT BAPAK…..
    SEMOGA BAPAK PANJANG UMUR……AMIN.

  69. KOMANDO!!!

    saya bukan prajurit komando,tapi saya salut sekali dengan kiprah para baret merah!

    NKRI HARGA MATI!

    salam kenal! atik

  70. Terima kasih Pak sudah membeberkan fakta kepada rakyat kita, biarlah rakyat yang melihat, menilai dan memilih pemimpin yang terbaik buat negeri ini, buat Pak Sintong terima kasih sudah membuka fakta sebagai jalan untuk melaraskan sejarah negeri ini yang sduah carut marut. Sekali lagi bravo semoga Tuhan memberkati dan senantiasa melindungi Pak Nur dan Pak Sintong. Terima kasih

    salam

    Erwin Niwattana

  71. salam, Pak Jendral..
    Salam hangat dan perjuangan selalu untuk kebenaran.
    saya salah seorang yang bekerja di bagian investigation keselamatan negara di perwakilan luar, sangat / ingin menerima masukan / nara sumber yang asli dari sumber2 yang asli, harap2 dimasa yang akan datang kami bisa meng updated untuk kepentingan sejarah ABRI / TNI negara kita.
    terimakasih.

  72. saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Nurhana atas kebaikan dan ketulusan hati Bapak serta keteguhan Bapak mempertahankan kebenaran.

    Di dalam bukunya, sebenarnya Pak Sintong tidak mencari nama atau berniat menjatuhkan orang. Beliau hanya share pengalaman karirnya dan kebetulan meluruskan pernyataan dalam buku-buku dan wawancara dari pihak lain yang beredar sebelumnya, dimana beliau ada di tempat kejadian atau menjadi saksi hidup disana dan merasa pernyataan-pernyataan tersebut ada yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

    Semoga Tuhan membalas kebaikan hati Bapak. Tetaplah mempertahankan kebenaran dan jujur karena manusia menangkap apa yang terlihat oleh mata semata namun Tuhan memandang jauh ke dasar hati. Pujian dan hormat dari manusia tidak penting dalam hidup yg hanya sementara ini yang terpenting adl kita masih berjalan di jalan yg diridhoi Allah. :)

  73. Semoga Peluncuran buku Pak Sintong dapat membuka hati nurani kita untuk menentukan pilihan pada pemilu mendatang. Jangan sampai ada kebencian, dendam dan saling menjatuhkan di antara kita.
    Mari kita jaga keutuhan NKRI, yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan harta dan nyawa.
    Mudah-mudahan di kalangan purnawirawan TNI dapat dijadikan contoh yang baik bagi masyarakat luas.

  74. waktu menyaksikan om sintong lg wawancara di tv one.aku menjadi terkenang masa kecil saya
    pd th 1965 pada waktu itu om sintong kalau tidak
    salah masih berpangkat letnan dua ,beliau bertugas di demak jawa tengah. pada suatu sore saya yang masih berusia 10 th pada saat itudiajak beliau keliling kota demak naik jeep tentara beliau yang nyopir dan aku duduk dipangkuan beliau.
    ternyata om sintong masih tetep gagah.
    semoga kebenaran bisa terkuak demi kebaikan negara tercinta ini.

  75. Pak,saya sedikit bingung…
    Baru baru ini pak kivlan zein mengkritik buku pak sintong.
    Bagaimana pak,masyarakat terus di bohongi oleh berita2 yg berlawanan dr berbagai kubu.
    Bapak sbg orang dekat pak sintong gmn melihat kejadian ini pak ??
    Yg manakah kebenaran sesungguhnya ??

  76. pak kalau dilihat dari peritiwa dili, 98, atau peristiwa yg lainnya, kalau saya lihat kok ada kesamaan pola, apakah petinggi ABRI tidak melihat ini sebagai suatu ancaman yg nantinya membahayakan bangsa yg mana sesama anak bangsa diadu untuk mendapatkan kekuasaan

  77. Terima kasih Pak Tirta atas sharing pengalaman bersama Pak Sintong. Menambah wawasan dan membuka mata saya tentang kejadian sejarah masa itu.

  78. askm Pak Tirta …

    Klo membaca ttg tulisan bapak diatas ttg Pak Sintong ,sprtnya memang banyak jendral2 TNI yg berdedikasi tinggi pd jaman orde baru namun dikebiri karirnya , salah satu contohnya saja Bpk Sarwo Edhi wibowo siapa yg tdk kenal beliau pd jaman itu tp jabatan terakhirnya nya kepala Bp 7 (sangat tdk masuk akal) ,kebetulan bpk angkat sy prnh sekolah militer bareng dgn beliau di USA , …salam kenal utk Pak Tirta Wsalam

  79. Ping balik: Sintong Panjaitan, sang prajurit komando (2) « Kaki-Lima

  80. Ass. Wr.Wb

    Apa kabar Pak Tirta ? salam kenal dari saya. Saya lihat wawancara bapak ketika ada tayangan tentang Pak Sintong di TV One. Dan semalam saya juga nonton liputan di Metro TV tentang sepak terjang pak Sintong pada tahun 1998-99 ketika beliau menjadi penasihat Presiden Habibi bidang Hankam. Mohon pencerahannya apakah benar terjadi konflik di kalangan petinggi TNI AD ketika itu, sampai2 ada issue akan terjadi coup d’etat oleh militer?

    Wassalam,
    Denny

  81. Saya ‘agak’ kaget baca komentar bapak di atas (dan di kaskus), betapa anda sampai bersedih dan menangis atas pencopotan SP, krn yang menulis mantan DanPomDam Udayana. Apakah memang benar, pada peristiwa itu ada yg ‘menumpang’ untuk mendiskreditkan SP? Kalau memang benar, kita semua patut bersedih.

    Foto diatas di lapangan tenis kediaman Pangdam Udayana? Kalau benar, mengingatkan masa kecil saya, ketika ayah saya bertugas di Kodam Udayana…

  82. Izin memasuki forum,,,

    hehe,,

    perkenalkan ,,nama saya yosua,,

    umur msh 19,,

    saya dapet link ini stelah saya browsing2 tntang buku Pak Sintong Pandjaitan yang baru saja diterbitkan dan mencarinya di internet,,,kebetulan saya juga adalah seorang yang mengagumi beliau dalam perjalanannya di dalam dunia kemiliteran..

    dan kebetulan saya juga ingin memberi informasi tentang beliau,,karena bukan suatu kebetulan juga bahwa beliau merupakan salah satu anggota jemaat di tempat gereja saya biasa beribadah tiap minggunya,, jadi bagi yang tadi ,,di bag. awal saya sempat baca ada beberapa orang yang bertanya tentang keberadaan Pak Sintong,,saya dapat memberitahu bahwa beliau sampai saat ini masih terlihat sehat,fit dan baik2 saja,,karena setiap Ibadah Minggu di gereja saya di dalam komplek kopassus,,saya masih selalu melihat beliau ketika Ibadah Minggu dan sesekali bersalaman dengan beliau.Sampai saat ini beliau masih tinggal di rumah pribadinya di daerah Cijantung,,tak jauh dari Markas Kopassus ,dimana beliau pernah memimpin kesatuan elite ini beberapa puluh tahun lalu…

    Mungkin nanti jika ada kesempatan,, saya akan sampaikan langsung kepada beliau bahwa banyak respon positif dari teman2 khususnya pak tirta amijaya ,,di dalam forum ini,,

    thx

    yosua dwimaryanto bp

  83. Pak Tirtaamijaya:
    Salut atas keberanian Bapak menyatakan apa adanya sewaktu di interview TVone menyangkut buku LetJen Sintong Panjaitan. Abang saya sudah beristirahat di TMP Kalibata dan bangga lihat sikap Pak Tirta dan semoga generasi muda akan termotivasi.
    Saya agak terkejut mendengar tanggapan Pak Surjadi Mantan Gubernur DKI dan MayJen Kivlan Zein bahwa LetJen Sintong dianggap “mengigau”. Tetapi hak mereka menyatakan pendapatnya harus dihargai , sebagaimana harus juga hak Sintong.
    Kalaupun ada yang dianggap classified diutarakan Sintong dan ada yang merasa gerah karenanya, biarlah publik yang menilai dan jangan berkomentar emosional. Salam hormat.

  84. Salam Pak Tirta
    Rasanya adem membaca blog Bapak, ternyata masih ada militer berhati mulia seperti Bapak dan Pak Sintong . Beliau adalah orang yang dikirim Tuhan untuk negeri ini, sayang negeri ini menolaknya. Bravo …..

  85. saya cari buku pak Sintong susah sekali. . .
    di Gramedia saja harus Inden dengan antrian banyaak bgt. . .
    mudah2an buku pak sintong bisa membuka mata tentang sejarah Indonesia yang tertutup. . .
    amien

  86. Ping balik: Resensi Buku : Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando | Blog Vavai

  87. pristiwa santa cruz merupakan pukulan telak buat upaya diplomasi RI mengenai masalah timtim.
    Alm pak ali alatas sampai marah berat waktu itu.
    waktu kejadian ada wartawan asing yang merekam kejadiannya dan ini sangat memalukan pem RI.

    Saya membaca hasil investigasi sorang wartwan indonesia beberapa tahun lampau yang isinya menulis tentang para siluman berambut gondrong yang memicu penembakan. Mereka adalah prajurit sebuah kesatuan TNI yang biasa tak memakai seragam. Pasukan yang sama yang saat ini digerakkan secara diam-diam ke aceh.

  88. Salam Kenal ..
    Nama saya Hendri..
    Saya jg pernah mendapatkan cerita mengenai operasi pembebasan sandera di Don Muang dr seorang prajurit yg turut serta dalam operasi tersebut.Yang mana beliau jg mendptkan anugerah Bintang Sakti,namun beliau sdh meninggal oleh krn sakit yg dideritanya,…
    salah satu bagian cerita beliau mengatakan, pd waktu didalam pesawat woyla sempat terjadi pelemparan granat oleh para penyandera n geranat itu dlm hitungan detik bisa meledak diluar pesawat yg mana Bpk. Sintong P & Bpk. Beni M berada di bawah pesawat di dekat ledakan geranat tersebut….& menurut beliau ke 2 komandan tsb hanya geleng2 kepala….
    Terlepas dr benar atau tidak cerita dr Beliau saya merasa ada sesuatu yg luar biasa…bhw kita punya orang2 yg berani mengambil resiko tanpa takut mati, tanpa banyak teori,tanpa gagah2an, demi orang lain dan membuahkan prestasi demi negara……
    Salam Hormat saya …..

  89. ass.wr.wb
    pak nurhana yang saya hormati,saya cucu dari letjen (purn) sayidiman suryohadiprojo.saya hanya ingin memberikan sedikit info mungkin bapak nurhana atau pihak2 lain yang ingin berdiskusi tentang kebangsaan/dunia militer indonesia bisa berkunjung ke website sayidiman.suryohadiprojo.com dengan senang hati insya allah bapak sayidiman akan menjawab pertanyaan2 yg dibutuhkan.terima kasih

  90. Saya sangat mengenal Bapak Sintong Panjaitan secara Pribadi, beliau adalah salah satu putra bangsa terbaik yang mengharumkan kemiliteran Indonesia, tetapi kenapa kita pada saat ini masih meragukan apa yang telah kita lihat dan terjadi. Kalau Pak Kivlan berkomentar seperti yang kita lihat di Tvone, saya kira justru kita mempertanyakan sebenarnya pengetahuan pak Kivlan mengenai kemiliteran ini sebenarnya dimana, dan bagaimana sebenarnya loyalitas militer jaman sekarang ini. Saya sudah baca beberapa hal mengenai tulisan Pak Sintong, dan saya melihat tidak ada yang bertentangan dengan apa yang telah ditulis oleh Kivlan Zein pada majalah tempo terbitan 27 Juni 2004 yang dimulai pada halaman 28 samapai 39, serta tempo halaman 42 s/d 49 terbitan 22 September 2004. Pada kedua terbitan ini Kivlan Zin telah menuliskan bahwa ada rencana kudeta yang akan dilakukan oleh Lb Moerdani dan Prabowo telah memepersiapkan pasukan untuk melakukan tindakan, yang hanya berbeda adalah sebuan dalam bahasa buku pak Sintong disebut Coupdetat, dan decoup. Kalau saya boleh katakan sebenarnya pak Kivlan yang kelihatan mengigau, dan dari tulisan dimajalah tersebut kelihatan Kivlan Zein ini adalah jenderal karbitan (kenapa saya katakan demikian, bagaimana seorang jenderal menjual rumah untuk mengerakkan Pamswakarsa untuk menentang pendemo yang akan bergerak di Jakarta, sepertinya beliau agen demo dan kemudian beliau menyebut Jenderal Wiranto berutang miliaran rupiah untk penggerakan Pamswakarsa tersebut, silakan baca Tempo tersebut). Saya tidak mau memihak dalam hal ini tapi saya baca keduanya, baik pernyataan Kivlan pada tulisannya di Tempo baik bukunya Sintong panjaitan. Mengingat asumsi bahwa buku tersebut berhubungan dengan pemilihan umum ini, saya kira tidak tepat, karena bila kita lihat dari pribadinya Pak Sintong beliau adalah militer murni, dan tidak mungkin buku setebal 520 lembar bisa diselesaikan dalam tempo 3 bulan, karena dalam penulisan Tesis sendiri yang pernah saya lakukan hanya setebal 200 halam membutuhkan waktu paling sedikit 7 bulan, sehingga kalau kita berfikir secara proporsional dan tanpa ada kepentingan kita pasti katakan bahwa buku itu tidak berhubungan dengan pemilu, apalagi Pak Sintong tidak ada duduk ataupun mengikuti salah satu partai di Indonesia ini.
    Akhir kata ” Don’t worry Pak Tua Cila selalu mendoakan Pak Tua, GBU” demikian juga Pak Tirtaamijaya maju terus katakan kebenaran dinegeri ini, agar kita jangan dipenuhi kebohongan, seperti SUPERSEMAR dan Tentang Pak Karno Presiden kita yang tidak pernah kita tahu kebenaran sejarahnya.
    Thks Pak Tirta

  91. ASLM,SLAM KNAL UNTUK PA TIRTA… YG PERTAMA SALUT UNTUK PA TIRTA YG MAU MEMBAGI PENGALAMANYA SEWAKTU MASIH AKTIF DI MILITEER.SY SANGAT TERTARIK UNTUK MENGETAHUI SEJARAH BANGSA INI YANG UMUMNYA BANYAK DI PIMPIN OLEH ORANG2 MILITER,,
    APA LAGI DENGAN TERBITNYA BUKU PA SINTONG PANJAITAN,MDAH2HAN INDONESIA TAU SEJARAH YANG SEBENARYA?? KLO BLEH TAU PA TIRTA SEKARANG AKTIFITSNYA DI MNA PA??/ WASLAM….

  92. Salam Hormat,

    Trimakasih Pak Nurhana TIrtaamijaya atas blog nya ini. Semoga tetap berkarya, Sehat dalam Lindungan-Nya.

    Saya seorang yang suka baca biographi orang orang hebat, seperti Letjen (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan (Sintong), LB MOerdani, M. Jusuf, HAbibie, dan yang lainnya.

    Juga membaca buku Jenderal Wiranto, Prabowo setra tulisan Kivlan Zen untuk pembanding dan menambah wawasan.

    Salut untuk perjuangan orang orang hebat itu demi tegaknya negara tercinta ini. Membayangkan diri diterjunkan di pedalaman rimba raya Irianjaya, kalimantan, Timor timur tentu sudah berat, apalagi mengalaminya, tetapi mereka mengambil resiko itu dengan tidak mengharapkan imbalan. sangat beda dengan para “pengembil muka” yang banyak berkeliaran di negri ini.

    “Kekuatan tentara terletak pada garis komandonya”. jika tidak satu komando tentu kekuatan itu akan hilang. Kata kata ini saya lihat sangat dijungjung tinggi Jenderal Sintong. orang berkata Beliau orangnya BEnny, memang orangnya benny karna benny adalah Panglima ABRI, juga orangnya Feisal, Orangnya Try, Orangnya Edi Sudrajad sesuai dengan garis komando, itulah jawaban Sintong, dan itu sangat tepat.

    Saya yakin PAk Sintong berkata jujur. Pengalaman Beliau sangat komplit untuk ditiru oleh generasi muda khususnya generasi muda TNI.

    Trik/Intrik seperti ditulis oleh JEnderal lainnya, hendaklah ditinggalkan. Saya tidak habis pikir bagaimana seorang Perwira TNI dengan terang terangan menulis buku tentang melakukan segala cara untuk “menyudahi” Atasannya dan yang dianggap lawan “politiknya”. Itu sudah melanggar Sapta MArga dan Sumpah Prajurit. Semestinya untuk Prajurit seperti itu tidak ada ampun selain di pecat, namun di indonesia orang orang seperti itu malah cepat naik meroket bak meteor. Aneh bin Ajaib.

    Selamat atas terbitnya buku Jenderal Sintong, saya sudah membaca beberapa bab, dan sangat bagu isinya. Semoga Jenderal tetap sehat dan dalam Lindungan TUhan.

    Horas.

  93. Yth PAk Nurhana,

    Ini ada saya kutip Wawancara Mayjen (Purn) Kivlan Zen terkait terbitnya buku BJ HAbibie :

    “Beberapa saat kemudian di tahun 1984, Kivlan bertemu Prabowo di Malang. “Prabowo yang sakit hati dikeluarkan dari Den 81, ketemulah sama kita, saya, Sjafrie Sjamsoeddin, Ismet Huzairi, dan banyak yang lain, sampai terbentuklah grup 7 untuk melawan Benny Moerdani,”

    Bagaimana pandangan bapak tentang ini. Tahun 1984 Kivlan Zen kemungkinan berpangkat Mayor Senior (atau Letkol Junior), dan prabowo, syafrie mungkin masih Mayor. Saat itu Benny Moerdani aalah PAnglima ABRI. Atasan mereka. Koq bisa ada kata kata dan perilaku perwira seperti ini?.. ini tentara atau bukan?… Anak buahnya malah mau menghancurkan Panglimanya?..

    dengan pengakuan ini bukankah sepantasnya para perwira itu di hukum?… Syafri samsudin masih aktif, Sekjen Menhan. bukankah bisa dimintai pertanggungjawaban secara humum MIliter?..

    Demikian, mohon tanggapannya PAk. Trimakasih.

  94. Selamat Pagi Bapak Nurhana,

    Sangat senang saya dapat membaca tulisan Bapak di blog ini.. Mungkin bapak sudah lupa dengan saya, sya adalah anak binaan bapak sewaktu SMA di Bali. kebetulan saya putra dari salah satu anak buah bapak di Pomdam IX/Udy. sebelumnya orang tua saya menjadi anak buah bapak di Yon II Pomad Para Ciluar. saat itu kami SD dan kami ingat bapak melatih kami beladiri MP dan saat kami berada di Bali bertemu kembali dengan bapak. Bapak dulu yg memberikan wejangan ke saya saat saya berkeinginan masuk Akabri dan berkat nasehat serta doa bapak kami telah masuk dan sampai saat ini masih aktif mengawal kedaulatan bangsa yang sama-sama kita cintai..
    Saya juga teringat saat patukhir di Kodam Udayana, saat itu Pak Sintong menjabat Pangdam dan menanyakan ke saya..kenapa kamu mau jadi tentara?? saya terkenang dengan semua itu…
    Semoga Tuhan selalu memberikan rahmtNya kepada Bapak dan keluarga..senang bertemu kembali dengan Bapak

    Hormat kami

    A.A. Oka Wirayudha

  95. Meski saya masih pemula dalam wadah ini.
    saran saya, silahkan baca: http://tirtaamijaya.wordpress.com/2007/09/04/mayjen-tni-sintong-panjaitan-pangdam-ix-udayana/

    setahu saya, sintong sudah menyiapkan bahan untuk buku ini sejak 2005. tapi tak kunjung dicetak karena masih menyeleksi penulis profesional yang bisa membantunya menyusun kisah perjalanan hidupnya dalam sebuah buku.

    saya tahu, sintong tak bermaksud menyudutkan kedua purn jenderal “bermasalah” ini (wiranto dan prabowo).

    sebagai “nasionalis” yg “profesional”, sintong hanya ingin bangsa ini tahu ttg kebenaran sejarah negerinya. soal efeknya thd “suksesi” kepemimpinan nasional, saya pikir faedahnya sangat positif, yakni agar bangsa ini tdk “salah dalam memilih” pemimpinnya. hemat saya, jika buku ini diluncurkan stlh Pemilu legislatif dan Pilpres, maka mgkn akan banyak hal yg perlu disesali terkait “kesalahan” bangsa ini dalam memilih sang pemimpin (jika itu terjadi).

    saya tak bermaksud menyalahkan orang-orang yg menuding sintong terkait peristiwa santa cruz. tapi saya sarankan, “carilah” kebenarannya dgn hati jernih. bkn dgn sakwasangka terlebih dahulu.

    terkait peristiwa mei 1998, mnrt hemat saya, adlh wajar jika Wiranto dan prabowo “bertanggungjawab penuh” akan peristiwa tsb. tp yg terjadi, mereka hanya menerima “teguran” dr institusinya.

    soal meletusnya insiden santa cruz, saya pikir akan lbh sulit bagi hampir semua orang utk menghadapi “musuh dalam selimut”.(lht petikan wawancara kivlan zen di TV One ttg kick out sintong yg didesain oleh “mereka”). ketidak-tahuan atau pura2 tdk tahunya wiranto akan apa yg terjadi di mei 1998 menunjukkan “kwalitas” wiranto yg sebenarnya.

    saya hanya berharap, bagi para nasionalis, “jernihlah” dlm menilai dan menyikapi persoalan. “ambil” hal-hal yg baik dr “sesuatu” dan “lemparkanlah” ke lautan waktu hal-hal yg buruk dr “sesuatu”.

    saya harap tdk ada yg “marah” dan “tertawa” dgn koment saya yg seadanya ini.

  96. PAk adenanpane,

    Saya setuju dengan komentar Bapak. Tentu kalau kita bandingkan dengan peristiwa santa cruez, dimana saat itu PAk SIntong lagi Dinas pada acara yang dihadiri KASAD jenderal Edi Sudrajad di Akmil MAgelang, tentulah peristiwa itu jauh dari tanggungjawabnya. tetapi secara garis komando beliau terkena juga na itemanyaenglapag da. nah, kalao di tahun 1998 ribuan orang meninggal, kerugian triliunan rupiah, kehormatan bangsa merosot, koq tidak ada yang bertanggung jawab?.. lalu apa gunanya PANGLIMA ABRI? PANGLIMA KODam JAya? KApolri, KApolda?… enak sekali mereka mereka itu malah PAngdam Jayanya naik pangkat?

    Terkait dengan Komentar KIvlan Zen, saya tidak habis pikir, mengapa institusi TNI tidak menindaklanjuti perkataan dan tulisan dia yang kalau diteliti telah merusak Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. mestinya itu harus diusut, dimana Kivlan Zen dan kawan kawannya (Prabowo, Syafri dll) membuat rencana settingan menjegal Perwira lain. Semestinya mereka harus dibawa ke mahkamah militer untuk dimintai pertanggungjawaban. Syafri samsudin masih aktif, mestinya bisa di konfirmasi, dan kalau benar, menurut saya sewajarnya di bawa ke mahkamah MIliter karena mereka telah melanggar Sumpah Prajurit dan Sapta MArga.

    Mohon komentar pak NUrhana..

    Salam

    • enro, adenan pane…..asswrwb…
      Saya sebenarnya bukan ahlinya untuk memberi komentar, tapi karena ini blog saya, saya coba menjelaskan dengan persektif spiritual, karena secara hukum sudah dibahas oleh Letjen Sintong Panjaitan dan para pakar hukum lainnya, walau masih tidak jelas…

      Menurut perspektif spiritual, semua yang terjadi didunia ini tidak akan lepas dari campur tangan dan izin Allah, apakah itu perbuatan dzalim/munkar/bathil ataupun perbuatan adil/hak/maruf…yang mengakibatkan suatu musibah ataupun hikmah…walaupun tentunya berkaitan dengan perbuatan manusia yang terkait dengan kejadian itu (bisa pribadi perorangan ataupun masyarakat luas…)…baik pelaku ataupun korban…

      Sedangkan perbuatan manusia sangat dipengaruhi oleh cara/paradigma berfikir dan kwalitas hati nuraninya….Kalau fikirannya negatif dan hati nuraninya negatif/buta hati, maka terjadilah kedzaliman …tapi kalau sebaliknya maka akan terjadi suatu hikmah, suatu keadilan dan kebahagiaan dan keselamatan bagi semua pihak…

      Perbuatan keji dan munkar yang dilakukan oleh oknum pejabat tinggi militer dan anak buahnya semasa orde baru yang mengakibatka berbagai tragedi yang memilukan hati kita semua, sebenarnya juga tidak lepas dari izin Tuhan, walau mungkin hanya 0,00001 % saja,,,,sedangkan yang 99,9999% adalah kontribusi fikiran negatif dan hatnurani yang buta dari para pelakunya…Tidak ada kejadian sekecil apapun yang terjadi dialam semesta ini tanpa izin Allah…

      Mengapa Tuhan Allah mengizinkan semua musibah itu terjadi?….menurut perspektif spiritual, karena semua yang terlibat, baik pelaku kedzoliman maupun korban, sebenarnya telah melakukan berbagai perbuatan yang menentang berbagai Hukum Alam yang berlaku mutlak tanpa bisa dibantah dan dilawan oleh kekuatan manusia sehebat apapun, sekuasa apapun…Hukum Alam tersebut diantaranya yang sering dilanggar secara tidak disadari adalah: Hukum Sebab Akibat dan Jukum Tarik Menarik/The Secret…dan banyak Hukum Alam lainnya…

      Kalau anda seorang muslim dan pernah mempelajari isi Alquran yang mengisahkan tentang bagaimana Nabi Khidir memberikan pembelajaran kepada Nabi Musa, maka anda akan menyadari bahwa semua yang terjadi didunia ini, baik musibah sebesar apapun, atau hikmah sebesar apapun, sebenarnya semua berada dalam rangka Grand Scenarionya Allah SWT Yang Maha Kuasa….sedangkan manusia hanya pion yang tak berdaya, kecuali dia mampu membaca tanda tanda Kebesaran Allah dan Meyakini bahwa :…”Tiada Tuhan Selain Allah YME, yang mengurus kehidupan alam semesta, tak pernah tidur dan tak pernah mengantuk. Tidak ada ilmu manusia yang menyamainya, tidak ada yang bersafaat tanpa izin Nya, tidak ada yang bisa bersembunyi dari pengawasanNya. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi, seluruh jagat raya, tidak ada kesulitan bagi Allah mengurus semuanya….Allah Maha Besar dan Maha Agung..”

      Karena itu kalau dari perspektif spiritual, mereka yang melakukan kedzaliman sebenarnya tak akan terlepas dari azab dan hukuman Allah baik didunia dan akhirat, walau kita mengira sepertinya mereka lepas dari pengadilan militer/tidak terkena hukuman formal….Yakinlah Hukum Sebab Akibat akan terus mengejarnya bukan hanya didunia, tapi sampai keakhirat…bahkan semua keturunannya akan ikut mendapatkan azab Allah ( Silahkan pelajari sejarah penguasa dimanapun termasuk di Indoneia yang dzalim…sehebat apapun kalau Allah sudah menghendaki Hukum Sebab Akibat mengeksekusi…terjadilah kehancurannya..).

      Karena itu para nabi selalu mengajarkan : Maafkanlah kesalahan mereka yang berlaku kejam kepada kita, karena mereka sebenarnya tidak tahu apa yang mereka lakukan ( ucapan Yesus kepada sesama temannya saat disalib…untuk memaafkan penguasa yang menyalib mereka…)

      Jadi kita harus mampu memberi maaf dan kita harus sangat yakin bahwa Tuhan Allah akan tetap berlaku adil dan memberi hukuman yang setimpal kepada mereka…tapi kita masing masing memang tetap harus selalu bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan Allah kepada kita, kita harus mau melakukan amar maruf nahi munkar sesuai tugas tanggung jawab kita sebagai hamba Allah….tapi bukan menghakimi seolah kita adalah Tuhan….

      Yang terjadi sekarang ini, kebanyakan masyarakat yang tidak tahu seluk beluk persoalan lalu menghakimi yang tertuduh sesuai persepsinya, tidak yakin bahwa Tuhan pasti lebih tahu dan pasti akan menghukum mereka dengan sangat adil baik didunia atau akhirat…siappun, termasuk para penyidik/Polisi Militer ABRI yang tidak menyidik, Oditur Militer yang merekayasa tuntutan utk melindungi pejabat tinggi militer, Hakim Militer yang pura pura tidak tahu, para pejabat pemerintahan yang menutup mata…..semau pasti akan terkena azab dan hukuman Tuhan Allah…tapi sadarlah kita jangan bertindak melampaui Kuasa dan Izin Allah…akan timbul kekacauan tanpa ujungnya seperti krisis sekarang ini…banyak maling teriak maling…keadaan semakin kacau….

      Kesimpulannya marilah kita meningkatkan Kecerdasan Spiritual kita agar kita mampu membaca tanda tanda Kebesaran Allah dan memahami Grand Scenario Allah SWT…

  97. sedikit mengomentari Pak Enro atas komentarnya:
    (….Saya setuju dengan komentar Bapak. Tentu kalau kita bandingkan dengan peristiwa santa cruez, dimana saat itu PAk SIntong lagi Dinas pada acara yang dihadiri KASAD jenderal Edi Sudrajad di Akmil MAgelang, tentulah peristiwa itu jauh dari tanggungjawabnya. tetapi secara garis komando beliau terkena juga……..)

    sepengetahuan saya, meski bkn pasukan satuan organik dr Kodam IX, namun jika pasukan yg melakukan penembakan tsb berstatus di-BKO-kan ke Kodam IX, maka yg bertanggungjawab thd kegiatan mrk sepantasnyalah para petinggi Kodam IX. Tapi, jika status pasukan tersebut adlh BKP, bgmn? Apalagi jika pasukan tersebut adlh “pasukan liar” dr luar Kodam IX, apkh pantas jika tanggungjawab atas insidden tersebut ditimpakan kpd org-org Kodam IX?
    Mohon tanggapannya…..

  98. Izin , Pak! saya mau nanya
    Bagaimana penjelasan dr bpk ttg komentar adenanpane perihal pasukan yg di-BKO-kan dan pasukan yg berstatus BKP?
    mohon penjelasannya

  99. horas..
    salam kasih
    saya bangga kepada WNI seperti beliau walau manusia tidaklah sempurna.jadilah seorang patriotik dan rendah hati membela kebenaran walau badai rintangan datang menghadang…

    hormat dan salut untuk siapa saja WNI yang BRANI,JUJUR,SABAR,PEMAAF DAN BERTANGGUNG JAWAB di HADAPAN ALLAH YANG MAHA KUDUS

    amin

  100. Saya pernah di Tim-tim juga, dan setelah pulang dari sana aku baru tahu kalo pernah ada konspirasi santa cruz. Pak Sintong aku dah baca bukumu dan Nasionalis Pancasilais Sejati ada di BARAK tetapi penjahat pun bisa muncul di BARAK. Salut Buat Bapak Sintong. Gak usah menjabat pun dengan buku tersebut semua mata akan tahu Bagaimana Negara memilih orang-orang terbaik dan Akibat dari kesalahan Pilih.

    Saya Bangga buat PUTRA TERBAIK BANGSA
    Salam sukses.

  101. Wah, salut dengan bapak yang masih rajin menulis.
    Saya pernah melihat pak Sintong tahun 2004, waktu itu sedang menghadiri pernihkahan kerabat beliau. Masih gagah euy di Usia tua

  102. Malam Bpk Nurhana,
    Saya termasuk cucu ABRI, kakek saya (Purn) Kapten Kateni Tjipto Utomo. Dari kecil saya diperkenalkan dengan kehidupan militer, makanya jiwa disiplin selalu ada dlm kehidupan saya. Saya selalu memandang disiplin sebagai salah satu syarat untuk menjadi sukses di setiap bidang. Apa yang dilakukan oleh Bpk Sintong Panjaitan dan juga Bpk sendiri adalah suatu bukti bahwa displin dan kejujuran memang mahal harganya. Tapi janganlah itu jadi ketakutan kita dalam setiap langkah dan tindakan. Apalagi sekarang masalah disiplin di kalangan anak muda mulai tergeser dengan gaya hidup yg easy going. Salut buat perjuangan Bpk. SEmoga situs Bpk banyak yg mengakses jadi biar melek mata para muda Indonesia.

  103. Salam kenal Pak!

    Saya kebetulan seorang yang sangat tertarik dengan sejarah bangsa dan peran besar TNI didalamnya.
    Mengenai TNI, terus terang saya boleh dikata sangat antusias saat mendengar apapun yang berbau TNI.Saya besar di Aceh yang merupakan daerah operasi TNI paling berbahaya pasca lepasnya timor timur. Keamanan di Aceh terutama sejak tahun 1998 boleh dikatakan sangat mencekam. Orang takut keluar rumah pada malam hari dan Hampir setiap hari terdengar prajurit TNI dan POLRI baku tembak dengan aggota GAM.
    Situasi keamanan tambah parah sejak Presiden Megawati Soekarnoputri pada Mei 2003 memberlakukan keadaan darurat militer di bumi serambi mekah. Terus terang sebagai Nasionalis sejati(waktu itu saya berumur 14 tahun) saya mendukung sekali operasi militer ini. Saya tidak suka sekelompok orang yang merasa mewakili rakyat aceh menghendaki pemisahan dengan Indonesia tercinta.
    Disaat situasi inilah timbul keinginan saya menjadi seorang tentara.Namun, dikarenakan fisik yang tidak memadai sayapun mengurungkan niat.
    Saya pertama kali mengenal nama Sintong Panjaitan sekitar tahun 200an.Kisahnya mengenai insiden santa cruz 12 nopember 1991. Dia diberhentikan dari jabatannya sebagai pangdam bersamaan juga dengan Brigjend Rudolf Waruow sebagai pangkolakops TIMTIM. Kebetulan pada tahun 2002 Rudolf waruow adalah chief the mission kontingen Indonesia pada Asian Games. Saya sebelumnya tidak menyangka bahwa rudolf waruow berlatar belakang tentara.
    Sesudah itu tahun 2005 saya juga membaca kisah pembjakan DC 9 garuda yang akhirnya dibebaskan di bandara don muang bangkok oleh pasukan Kopassus (saat itu kopasandha) yang dikomandani Letkol Sintong Panjaitan dan Mayor
    Subagio HS. saya langsung terkesan dengan Sintong Panjaitan yang gagah berani memimpin operasi ini dan berjalan sukses.
    Saya pikir, bukanlah orang sembarangan ditempatkan sebagai pangdam yang bertanggung jawab atas operasi keamanan di TIMTIM saat itu. dia haruslah memiliki pengalaman tempur yang baik. Karena saya tahu seperti itulah juga keadaan di aceh.
    Saya setuju dengan pendapat pak nurhana bahwa orang seperti Pak Sintong ini memang dizalimi. Konspirasi untuk menyingkirkan beliau saat itu memang tidak mengada – ada. Tapi saya percaya , sebaik apapun terasi disimpan, baunya akan tercium pula. Orang yang mengabdikan dirinya untuk Pancasila dan setia pada sumpah prajurit dan saptamarga seperti pak Sintong pantas dijadikan teladan oleh siapapun baik itu prajurit TNI maupun masyarakat lainnya.

    Merdeka!

  104. Selamat sore pak Nurhana, saya tahu pak Sintong dari buku biografi beliau yg diterbitkan penerbit kompas. bukunya sangat bagus terutama bagi generasi saya yang dahulu tidak tahu sejarah bangsa yang ditambal sulam tanpa menguak suatu kebenaran hakiki, mudah2an banyak tokoh2 kita yang berjasa bagi bangsa dan negara mendapat kredit yang setimpal di mata ALLAH SWT.amin…..MERDEKA!nice blog pak

  105. Salam Sejahtera Pejuang Bangsa …

    Terima kasih saya atas kebesaran hati para pejuang bangsa yang sangat ksatria untuk mengungkap tabir sejarah di Republik yang tercinta. Kami sebagai generasi yang lebih muda dari berbagai kalangan menaruh harapan besar untuk kelanjutan Republik tercinta ini dengan terciptanya/munculnya ksatria-ksatria sejati seperti M.Jusuf, Benny Moerdani, Rudini, Sintong Panjaitan dll dengan satu komitment jabatan hanyalah titipan tapi pertanggung jawaban diatas segalanya. Hormat kami padamu ksatria bangsa …

  106. saya selalu ingat…bahwa “HIDUP DIDUNIA INI CUMA PERSINGGAHAN” dan Sementara.

    tapi begitu sulit untuk menjadi orang yang baik, jujur dan terbuka.

    untuk itu…sebelum saya mati (karena sy pun tak tahu kapan sy mati), selalu berusaha menjadi yang baik, jujur, adil dan terbuka.

    Indah nya Nusantara ini, jika dipenuhi oleh orang-orang yang baik, jujur , adil dan terbuka

    Surga dan neraka menantiku… (aku pilih yang mana???)

    trims
    harie

  107. Semoga figur para prajurit pejuang seperti Pak Sintong Panjaitan dapat memberikan inspirasi bagi para generasi muda untuk berkarya, dan semoga juga akan lahir kelak para prajurit muda yang memiliki idealisme dan keteguhan untuk hanya mengabdi kepada bangsa dan negara RI…, bukan kepada nafsu kekuasaan dan keserakahan…, amien.

  108. salam kenal pak nurhana,,

    saya tahu blog bapak ini setelah terbitnya buku pak sintong, saya ingin tahu lebih bayak lg ttg pak sintong, saya cari google,, maka ketemulah blog ini,, saya sll update comment2 yang masuk, dan baru kali ini saya mau kasih comment sendiri,, bisa dijelaskan riwayat karirnya pak sintong ini pak ??

    • isran panjaitan….semua atas petunjuk Allah…siapa menanam kebajikan, akan menuai kebaikan pula dihari kemudian…saya hanya perantara kehendak Allah membalas kebajikan pak Sintong…beliau mungkin bahkan sudah lupa kepada saya, salah satu dari sekian ribu bekas anak buahnya …sudah 18 tahunan tidak ada komunikasi…sejak tahun 1991….

  109. salam kenal om Nurhana, saya Levi Simanjuntak umur 15 thn. menurut pendapat saya, saya juga setuju dgn opini – opini yg terdapat di situs ini, tentang pak sintong panjaitan, beliau merupakan sosok pimimpin yg bijaksana, loyal pada negara , dan memperhatikan kesejahteraan prajurit. bayangkan saja, beliau termasuk dlm operasi memburu Kahar Muzakkar di sulawesi, penumpasan G30S/PKI, operasi tempur di irian jaya dan kalimantan, hingga operasi antiteror pembajakan pesawat garuda DC-9 “woyla” di thailand, Letjen (Purn) Sintong Panjaitan selalu ikut terlibat. saya pun tau bahwa tdk sepantasnya krna kasus di dili pd thn 1991 beliau hrs di copot dari jabatannya pangdam IX/Udayana padahal bukan kesalahannya.

    dari kecil saya sgt senang dgn dunia kemiliteran, saya anak bungsu/putra ke-4 dari (Alm) Kolonel Inf (Purn) Halasan Simanjuntak.
    -Alumni Akademi Militer 1974.
    -Jabatan Terakhir Ses Pusterad.
    saya tahu tentang pak sintong panjaitan dari ayah saya, karena ayah saya juga mengikuti tugas di dili thn 1991 tersebut, sebagai Danyon 315/Garuda. saya juga ber cita-cita menjadi TNI-AD, dan berharap mempunyai sikap yg bijaksana seperti beliau.

    kalau saya boleh tau om nurhana lulusan akmil tahun brp ? dan apa jabatan sekaligus pangkat terakhir om ?

    terima kasih ya om…

  110. Pak Tirtaaamijaya…boleh saya tahu sedikit biodata Bpk,,Bpk lulusan AMN juga?Bpk apakah juga satu letting ama Pak Sintong?Karena saya nyebut nama Bpk Tirtaamijaya,,PAPA saya belum pernah dengar,PAPA saya alumni AMN 72

    • arie, asswrwb….saya lulusan AMN 1965, sintong 1963….
      Saya lebih dikenal dengan nama nurhana….stick master amn 1965…..tercantum dialmanak Akmil 2009
      Tirtaamiaya nama ayah saya/farm…

  111. selamat pagi pak tirta amijaya
    saya somantri dari toko buku leksika lenteng agung
    mengundang bapak untuk acara bedah buku sintong panjaitan perjalanan seorang prajurit para komando dengan pembicara bpk hartojo wigjowijotofaounder and chairman institute of national capacity studies.turut mengundang juga pak prabowo,pak Tri sutrisno..dan jendral jendral lain nya.
    acara nya hari rabu tanggal 22 april 2009 pukul 10.00-selesai.
    demikian pak tirta..terima kasih

  112. Salam kenal dan salut saya kepada Bapak Tirta,
    Jarang sekali saya melihat blog seperti ini,terlepas dari semua topik yang dibahas di blog ini, saya sebagai putra bangsa , mempunyai harapan masih banyak orang orang yang peduli dan mempunyai dedikasi tinggi dan tulus mengabdi ke pada nusa bangsa. negara ini dilanda krisis kepribadian , moral dan mental. saya berharap juga apabila anak saya besar nanti…dia tidak ikut jadi bagian kebobrokan bangsa ini…., JAYA INDONESIA dan JAYA PRAJURIT INDONESIA ,

    Hormat saya kepada idola saya ..
    Bapak sintong dan bapak tirta

    terima kasih

  113. Sintong (bahasa Tapanuli)= Benar (bahasa Indonesia)
    = Bonar (bahasa Tapanuli).

    Itulah arti nama itu.

    Orang yg tidak terpilih tidak akan mampu memangku nama besar yg di beri padanya.

    Maka hati-hatilah orang yang memfitnah dia (Sintong Panjaitan)

  114. Salam kenal dan sejahtera buat bpk Tirta…

    Saya telah membaca buku “perjalanan para prajurit komando” yang menceritakan kisah perjalanan dan perjuangan bpk. Sintong Panjaitan sebagai prajurit.
    Saya kagum dan menaruh rasa hormat yang sebesar2ny kepada beliau sebagai Tentara yang profesional,berwibawa, cerdas, dan mempunyai loyalitas yang tinggi.
    Sampaikan Salam saya buat bpk. Sintong Panjaitan ya pak Tirta….
    Jika punya kesempatan saya ingin sekali berbincang2 dengan beliau.

    Salam,
    Andi Manoppo

  115. Pak Tirta, salam hormat.
    Saya membaca blog Bapak ini dari tautan blog teknik sipilnya Pak Wiryanto.
    Setuju dengan pendapat Pak Tirta, banyak anggota tentara yang benar-benar cinta NKRI dan berkorban tanpa pamrih seperti Jenderal Sintong, Jenderal Benny Moerdani, Jenderal Edi Sudrajat, Jenderal M Yusuf (kebetulan pernah ngelus-elus kepala saya waktu masih kelas 6 SD dulu hehehe…) dan yang sekarang Jenderal Ryamizard yang tersingkir dalam pengabdian negara diketentaraan karena politik dan intrik. Saya ingin melihat lagi TNI-AD khususnya, tegak berdiri dalam segala kebanggaan, berdiri digaris depan mengawal NKRI. Saya rindu Pancasila kembali menjadi panutan kita sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur yang tertanam didalmnya yang tidak bisa terganti dengan demokrasi yang dipakai oleh rezim saat ini.

  116. Wah..Bapak penata rama yah….PAPA saya tuspur waktu lokananta,tapi jd pukdo.Lupa talikoornya apa tapinya…Saya senang ada blog seperti ini sehingga msh adalah yang membela TNI,walo hrs dari kalangan TNI juga.Tapi yang merespon dari kalangan sipil banyak deh….Kenapa tidak membuat sutu website ato apa yang menghubungkan antar alumni Pak.Sehingga nampak bahwa TNI itu kuat,tak tergoyahkan menjadi satu tidak punya kepentingan/ambisi pribadi seperti saat ini.Sehingga bisa menjadi fondasi/benteng NKRI tetap utuh,kan sudah pada purna dan menjadi sipil kembali,walo batin dan jiwa belum tentu…..ya kan Pak ya,tapi itu wajar koq. tulisan saya mengacu pada pesan JENDRAL SUDIRMAN:”SATU-SATUNYAHAK MILIK NASIONAL REPUBLIK INDONESIA YANG MASIH TETAP UTUH TIDAK BERUBAH-UBAHMESKIPUN HARUSMENGHADAPI SEGALAMACAM SOALDAN PERUBAHANADALAH HANYA TENTARA NASIONAL INDONESIA”..Betul kan Pak.Ada alamat FaceBook Pak..

  117. Salam kenal Pak Tirtaamijaya,

    Saat ini saya dan bbbrp rekan sesama pekerja film sedang mencoba membuat “kembali” sebuah video dokumenter indipendent yang mengisahkan peristiwa pembajakan Garuda Woyla.

    kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam blog ini, saya ucapkan terimakasih atas sharing pengetahuannya menegenai peristiwa Woyla ini.

    Besar harapan saya sekiranya diantara Bapak2 ada yang bisa membantu saya menghubungi Bapak. Sintong Panjaitan untuk kami wawancara. Terutama mungkin mas Rodo yang pernah posting diatas bercerita ternyata masih ada hubungan keluarga dengan Pak Sintong.

    Sekali lagi terima kasih saya ucapkan sebelumnya kepada siapa saja yang bisa membantu saya menghubung Pak Sintong.

    Hormat saya,
    Arie Oramahi
    arieoramahi@gmail.com
    arie.oramahi@miracleworks.asia

  118. Assalamualaikum pak, alhamdulillah saya perdana masuk di blog bapak. Saya ingin menanyakan dasar hukum tindakan asusila berdasarkan suka sama suka. Tetapi ditinggalkan begitu saja tanpa kata. Mohon email bapak. Agar kronologisnya bisa saya sampaikan. Saat ini saya sedang mencari kekuatan hukum tetap demi keadilan. Saat ini sudah terjadi pada diri saya sendiri. Mohon bantuannya untuk referensi. Karna saya mendapat intervensi dari berbagai pihak.

    Wassalam….

  119. Pak..PAPA saya tahu Bapak,setelah saya sebut nama asli Bapak dan kebetulan Bapak muncul di tv sebagai satu diantara para jendral pendukung JK-WIN. Pak Wiranto pernah jadi komandan PAPA saya ketika di DepHan..SEMOGA SUKSES PAK

  120. Saya dengar nama Sintong Panjaitan saat pembajakan pesawa Woyla, setelah membaca buku“Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” maka saya benar2 lebih kagum tak ada bandingnya, ada hasrat untuk bertemu dan berkenalan langsung, tetapi saya maklum saat2 ini pasti tidaklah tepat sehubungan dengan terbitnya buku itu pasti ada yang sangat gerah, sehingga mungkin akan menggangu pak Sintong, oleh sebab itu lain kali mungkin pak Sintong berkenan menerima saya walaupun via telepon saja. Damai Sejahtera untuk pak Sintong Panjaitan dan keluarga.(Mul. 08122633555)

  121. Assamua’alaikum saya sudah membaca buku sintong panjaitan,tapi sampai saat ini belum ada klarifikasi lagi dari pak sintong tantang prabowo.apalagi prabowo sudah klarifikasi tantang bukunya pa sintong pada saat maju menjadi cawapres.sy adalah guru sejarah,dan kuliah dijurusan sejarah unj tahun 1996.sy termasuk menyukai peristiwa sejarah militer dari orde lama,orde baru,dan orde reformasi.

  122. “..Pangkat,jabatan.harta,tahta,wanita..gak usah kita..perdebatkan…capak kita..kita ikhlaskan saja hidup..seperti embun pagi yg jatuh..membasahi bumi,amin..semuanyakan akan melihat dengan bergulirnya waktu..dr.aku Boy

  123. “selama saya bergaul dengan orang yang tua-tua satu kesimpulannya…mereka senang bercerita” tapi selagi kita masih bisa bercerita di akhir usia kita..bersyukurlah..satu tahapan telah kita lalui..tinggal selanjutnya..Boy 7AR

  124. Ass Pak Nurhana,salam kenal…saya sangat bersyukur bahwa masih banyak kalangan militer baik aktif maunpun sdh purnawira mau memberikan informasi pengalamannya dan hal tsb sangat baik untuk pendidikan sejarah generasi penerus,saya berharap tidak hanya sekedar cerita namun foto-foto dahulu banyak di tampilkan sebagai referensi bagi generasi muda.
    saya senang melihat rubrik pak nurhana karena saya masih memiliki darah keluarga dari militer, sebagai contoh pak de saya Alm. Letkol CHB Widagdi Wasinoredjo (menurut sejarah yang pernah beliau sampaikan bahwa beliau pernah di CPM juga tapi dapat perintah pindah corps ke perhubungan), lalu om saya Kol CPM (purn) Sueb Ibrahim, dan beberapa kolega papa saya antara lain : Ltjen. FX Sudjasmin, Brigjen. sutriman MG, Brigjen. Rustam Kastor (kenalan saat dinas di medan) dan saat ini beberapa sahabat saya juga berdinas di CPM / Pusdikpom Cimahi, senang sekali bisa kenalan dg pak nurhana,

    Wassalam,

    Bobby

  125. pak salut buat bapak
    doakan sya ya pak agar lulus akmil tahun depan
    sya akan berusaha membawa abri kearah yang lebih baik
    dan saya berjanji saya akan menindak tegas oran-orang yang menjadi prabowo ke 2

    salam komando

  126. saya bangga sekali dengan kisah bapak dalam buku tersebut. yang membuat saya selalu terinspirasi dengan semangat bapak miliki. KOMANDO…………..

  127. Salam kenal Pak Tirtaamijaya.. Saya kebetulan tetangga dari besan Bapak, Alm. Bp. Soeroso.. Saya juga kenal dgn. mas Tri Yuniarto..

    Salam hangat,

    Osman

  128. salah satu faforit saya di TNI-AD ….
    pembajakan pesawa Woyla, setelah membaca buku“Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” maka saya kagum dan menambah motivasi saya untuk bergabung dengan TNI-AD setelah saya menyelesai kan pendidikan sarjana saya..karna tak ada yg lebih menyenangkan jika kita memberi diri untuk mengabdi demi Tanah air..

  129. saya kagum dgn beliu bisa jd orng yg di banggaakn bangsa…..
    smntara saya gak bisa jd yg di bnggakan bngsa ,krn uang saya kurang 2jt lagi….jd aq bngga dng beliu.
    muda2 n beliu bs meggang teguh jjn putra bangsa…

  130. SALAM SEJAHTERA PA
    SAYA BANYAK DENGAR TENTANG PA SINTONG DARI AYAH SAYA. KEBETULAN ORANG TUA SAYA DARI KESATUAN GRUP 1 KOPASSUS ( LETTU.PURN. SARPANI )
    MEMANG SANGAT DI SAYANG KAN KALAU KITA MELIHAT TNI SAAT INI JIKA DI BANDINGKAN DENGAN DI JAMAN BAPA ATAU AYAH SAYA BERTUGAS. SEMUA TULUS PENGABDIAN. TIDAK SEPERTI SEKARANG DI NILAI DENGAN UANG. HERARARKI NYA SUDAH TIDAK JELAS

  131. As Wr wb, salam kenal Pak Tirta.
    Saya sangat senang membaca sepintas mengenai perjalanan karir Letnan Jenderal Sintong Panjaitan, Ko ops pembebasan pembajak DC 9 Woyla, masih adakah jenderal jenderal yang seperti beliau atau mantan Pangab L.B Moerdani yang terkenal dengan sebutan Bapak Intelejen dan bahkan Jenderal M. Yusuf, yang melarang ABRI pada saat itu berdiri di satu golongan dan tentara di larang berdagang. Kirannya pak Tirta sudi mengupas atau menyajikan otobiografi para jenderal yang sangat patriotis tersebut. karena kami rakyat merindukan hal hal seperti itu yang sekarang tidak terlihat bahkan hilang sama sekali. Wass

  132. salam hormat pak…!
    saya merinding membaca tulisan bapak, jarang sekali ada orang kalau tak boleh saya sebut prajurit yang berani mengungkapkan pendapatnya yang notabene menyanggah apa yang sudah di tetapkan oleh panglima tertinggi, ini adalah satu pencerahan, semoga bapak di berikan kesehatan dan hidup yang damai…….

    • jefri manurung, salam sejahtera, trims atas apresiasinya….seumur hidup saya penugasan utama saya adalah Perwira Corps Polisi Militer, yang bertugas tanggung jawab menegakan hukum dilingkungan ABRI dan keluarganya, mengabdi bangsa dan negara, bukan mengabdi kepada seorang pribadi yang bisa keliru….saya telah berikrar bawa walau besok langit akan runtuh, tapi hukum tetap harus ditegakan…old soldier never die…, only fade away….meneruskan pengabdian lewat tulisan, to tell the truth…only the truth..

  133. mencari figur seorang pemimpin TNI seperti pak Sintong Pandjaitan..sangat sulit..si zaman sekarang ini..
    loyalitas..nasionalisme..dan takut trhadap Tuhan YME..yg tinggi seperti yg di lakukan pak sintong..

    ingat dalam..operasi pembebasan pesawat Woyla..pak sintong masih dlm keadaan cedera setelah..mendalami latihan terjun payung di satuan GSG 9 di jerman..tapi dia masih menyanggupi tugas yg di berikan padanya..

    juga di dalam operasi..penangkapan pemimpin OPM Lodewijk Mandatjang..dan operasi penangkapan Kahar Muzakar..beliau lebih mendahulukan operasi teritorial dari pada operasi tempur…

    saluut buat pak sintong…

  134. asslamualaikum….
    bapak nurhana yg saya hormati….
    apakah benar bapak waktu itu juga ikut menangkap xanana?
    yg katanya punya mgic itu…
    maaf pak kalau salah….
    semoga alloh memberi kesehatan dan umur panjang..

  135. alhamdulillah,bapak sudi membalas saya,dan ternyata benar ingatan saya mengenai bapak,saya telah baca tulisan tsb,gimana ya pak caranya ketemu atau konsul dg bapak,saya ini orang awam,miskin,dan bodoh,apakah bapak sudi sekedar kenalan dg saya ?wassalam

  136. Ass. Kata2 yang sangat bijak dan sosok seorang pimpinan yang dapat kita teledani/tiru serta sebagai putra bangsa yang berani benar karna cinta akan negara dan sll berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah prajurit, –> “Bahwa walau apa yang saya lakukan sebagai Panglima itu selalu dalam rangka memelihara Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan, sesuai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, ternyata hasilnya/penilaian pemerintah saat ini, belum pasti baik…tapi saya tidak menyesal melakukan apa yang saya yakini ini…saya sebagai prajurit Sapta Marga, tetap patuh pada perintah Presiden…” Sebuah pernyataan yang membanggakan, sosok prajurit yg berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, walau harus dicopot dari jabatannya “<–. dijaman sekarang apakah masih ada sosok pemimpin yang seperti pak sintong yang berjiwa besar……???

    Pak tirtaamijaya, terima kasih atas blog bapak ini yang berani untuk berbagi cerita walau hanya sedikit saja, peristiwa tragedi 12 November Dili merupakan sejarah yang tdk dpt bpk sintong lupakan begitu juga bpk, namun percayalah dan ikhlaskan lah semua yg tlah terjadi karna itu semuanya ada maknanya…..!! kami merindukan sosok pemimpin seperti jendral besar Soedirman,,!!

  137. Ass wr wb, Pak mohon dibantu Saya sedang Alamat : Muchlis Army
    Alumni Akabri 1968.mohon dibantu karena Ayah Saya sedang sakit
    keras.

    Terima kasih

  138. Pak Sintong seorang prajurit Sapta Margais, bersama dengan PangkolakopsTimtim Brigjen TNI Rudy Warouw mereka menjadi korban konspirasi tingkat tinggi oleh orang dekat Cendana yang memiliki kuasa pada jaman Orba. Pada masa itu ABRI sudah mulai mencoba meninggalkan pendekataan keamanan di Timtim dengan mulai operasi teritorial. Tetapi karena ambisi seorang “perwira” Jakarta yang getol mendidik kaum2 militan Fanatik yang “mengaku” Pro Integrasi juga memiliki andil meletusnya peristiwa 12 November 1991.

    Perwira inilah yang menunjuk Abilio Soares menjadi gubernur menggantikan Mario Carascalao. Abilio sang penjilat inilah yang merusak citra kelompok integrasi Timor Timur.

    Sungguh sangat disayangkan Indonesia yang memiliki Jendral yang cakap dan tangguh seperti ini malah meng-kotakan dia.

  139. sudah takdir negeri ini, selalu dipenuhi intrik dari jaman awal kerajaan majapahit pun diawali oleh intrik, sampai reformasi banyak orang orang yang lurus menjadi korban intrik tersebut, terlepas dari agama apapun mereka, termasuk juga di dalam TNI.Semua orang mungkin lupa sama umur, hidup di dunia 50 tahun, 60 tahun 80 tahun itu cuma sebentar… (bandingkan dengan umur bumi yang dikatakan ilmuwan yang jutaan tahun..) sangat disayangkan kalau harus menjadi pelaku intrik yang berisikan ambisi, syrik,iri dan dengki, rugi sekali. Mudah-mudahan mereka semua sadar sebelum kiamat kecli menghampiri mereka.

  140. ijin,,salam sejahtera bwat kta smua,, saya sangat senang mengamati dunia sejrah,,apalagi crita pak sintong panjaitan,saya sangat menggagumi beliau atas jasa2 nya dlam mlakukan tgas2 nya,,saya mndapat kn kbr dri keponakan nya dan saudara2 pak sintong panjaitan bahwa pak sintong sekarang tnggal di cijantung jakarta,,sya sngt dkat dgn keluarga pak sintong panjaitan…bgi yg ingin mnemui nya atau ingin mnanyakan masalah DC-9 Woyla anda dpt mngunjunginya di cijantung jakrta..

  141. Perilaku agresif para serdadu militan/prajurit dibwh “command umbrella” s’org panglima, hnylh cnth nyata ‘prakelap’ sbgian dr pd ‘doktrinasi’ spirit budi pekerti yg luhur. Hny demi utk menunaikan kwajiban mnjaga keutuhan, kdaulatan & tgak’y NKRI kita ini, wlpun hrs dgn mnerima resiko knyataan pahit’y, yg dibayar dgn “prtaruhan” yg more expensive, a ‘Star Title’.

  142. KKAD>RPKAD>Puspassus>Kopassus>Parako1/2>Kopasandha>Den81Sat-Gultor:

    I. Djanbi
    A.E. Kawilarang
    S.E. Wibowo
    L.B. Moerdani
    S. Pandjaitan
    Y.S. Memed
    W. Arismunandar
    Tarub
    Soetiyoso
    A. Gumelar
    Soebagjo. H
    P. Soebijakto
    Kuntara
    Muchdi P.R
    Q.R. Aquarry
    G. Lantara
    Moeldoko
    L. Sulistiyono
    L.F. Paulus
    W. Bawa Tenaya

    diantara mreka, mn yg plg bnr2 berorientasi pd ‘integrasi;
    *Corps
    *Occupation (Ambisi)
    *Atase
    *Misi

  143. Dijajah estafet brksinambungan olh bngsa lain trjd bkn krna negeri ini kaya raya & para sesepuh/pndhulu negeri kita ini yg tlh mwariskan spirit patriotik-nasionalisme tnggi ini yg trlalu bdoh. Tp krna krang intensif’y pnrapan pola ajaran faham ideologi yg shat pd ESDM dlm brbangsa & brnegara di se-antero jagat bumi nusantara RI yg dlu & bnr2 srta-mrta blm br1 padu.

    Proklamasi kemerdekaan trcetus jg bkn krna hny ada s’org moderator ulung yg skaligus provokator sang proklamator senior. Tp jg krna ada niatan dr para sklmpok pemuda/i yg gagah prkasa & brani mlawan arus para kolonial yg lalim akn hegemoni imperialisme.

  144. Tulisan dan Tanya Jawab yg menarik, teringat sewaktu sy kecil di cijantung mako kopassus dan kampung radar di belakang markas. salam untuk creatornya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s