Oleh: tirtaamijaya | Maret 28, 2009

PENGALAMAN MENDAMPINGI LETJEN SINTONG PANJAITAN/EDISI 4

Pendayagunaan fungsi Badan Koordinasi Stabilitas Nasional Daerah ( Bakorstanasda)

Bakorstanasda saat itu belum dibubarkan, sehingga Pangdam selaku Ketua Bakorstanasda masih bisa berperan aktif dalam mendukung dan mengkoordinir penyelenggaraan keamanan didaerah, termasuk di kota Denpasar Bali yang menjadi primadona wisatawan asing seluruh dunia dan memasukan devisa terbesar di Indonesia…

Atas perintah beliau,  Bakorstanasda, dimana Pomdam ikut didalamnya, sering melakukan razia rutin tengah malam di daerah rawan gangguan keamanan terhadap para wisatawan asing, yaitu di daerah Kuta dan Sanur, sehingga tidak pernah ada kejadian gangguan keamanan sejenis teror yang terjadi selama beliau menjabat Pangdam…

Pantai Kuta tidak akan rapih dan cantik seperti sekarang kalau beliau tidak berinisiatif mengerahkan kekuatan Kodam  dan Korem untuk membersihkan, menata dan mengkoordinir pengelolaan pantai Kuta yang saat itu sudah sangat kotor dan tidak aman…

Beliau juga sering memerintahkan saya memantau , mencegah dan mengeliminir prilaku “Mafia Pengadilan “didaerah Kodam IX Udayana. Perhatian dan empati beliau terhadap rakyat yang dilanggar HAM nya sangat tinggi.

Memiliki empati yang sangat tinggi terhadap nasib anak buahnya yang tertindas…oleh penguasa.

Saya menjadi saksi dan saya pribadi pernah mendapatkan empati dan bantuan/pertolongan yang sangat signifikan yang menyangkut kenaikan pangkat saya dari Letkol ke Kolonel…

Singkat cerita, setelah 6 bulan bertugas di Kodam,  saya diusulkan kenaikan pangkat oleh Pangdam,  untuk bulan April 1990, Kasad menyetujui usulan ini dan meneruskan nya ke Mabes ABRI, rapat Mabes ABRI menyetujui usulan ini…..meneruskannya ke Sekmil Presiden RI, tapi kenyatannya nama saya tidak ada dalam Skep Presiden RI untuk kenaikan Kolonel di TNI AD…..Pangdam Menanyakan hal ini ke TNI AD, TNI AD tak bisa jawab, ditanyakan ke Mabes ABRI, Mabes ABRI tidak bisa jawab….aneh bin ajaib !!!

Komandan Pusat Polisi Militer Brigjen Hadi Baroto ikut marah dan mengecek ke TNI AD dan Mabes ABRI, sama,  tidak ada yang berani  jawab…misterius…

Setiap ada kunjungan resmi pejabat tinggi dari TNI AD, pak Sintong selalu mempertanyakan hilangnya nama Nurhana selama dua kali usulan kenaikan pangkat (April 1990 dan Oktober 1990…)…tapi selalu tak ada yang berani jawab…

Akhirnya pada sekitar November 1990, pada suatu event pertandingan Golf di Bedugul Bali yang dihadiri Pangab Jendral Tri Soetrisno dengan seluruh Kepala Staf Angkatan, juga para jendral Purnawirawan, termasuk hadir disitu Letjen Pur Dading Kalbuadi, mantan Pangdam IX Udayana, pak Sintong kembali mempertanyakan hilangnya nama Nurhana selama 2 periode/1 tahun, di Skep Presiden tentang kenaikan pangkat Kolonel TNI AD…kepada Jendral Tri Soetrisno didepan para Jendral yang lain….semua kaget kok itu bisa terjadi…tapi kenyataan…tapi tentunya tak ada yang bisa jawab, termasuk Pangab sendiri….

Malam harinya Letjen Dading Kalbuadi telpon saya dirumah dan menanyakan duduk perkaranya sampai itu bisa terjadi….

Asalnya saya tidak mau menjelaskan karena kawatir tak akan berhasil menolong saya, karena Pangab saja tidak tahu, tapi beliau tetap mendesak harus diperjuangkan hak saya utk naik Kolonel, sampai ke Presiden…

Akhirnya saya ceritakan semua hasil penyelidikan saya selama satu tahun tentang siapa yang menjadi dalang semua ini…(tak perlu saya ceritakan disini, yang jelas bukan Pangab, tapi seseorang pejabat tinggi sipil diatas Pangab/menteri…yang punya akses kuat ke RI I…alasan sentimen pribadi…)

Dengan tegas beliau menjawab: “Tenang saja dik, akan saya bereskan dengan Pangab langsung…!!!”…

Tanpa saya ketahui bagaimana caranya Letjen Dading Kalbuadi membantu saya, yang jelas April 1991 barulah keluar nama saya dalam daftar kenaikan pangkat Kolonel TNI AD….setelah hilang tak tentu rimbanya selama satu tahun….

Inilah testimoni saya tentang bagaimana kwalitas hati nurani pak Sintong dalam membela kepentingan anak buahnya yang didzalimi penguasa…beliau kejar terus sampai berhasil….masih ada yang meragukan kwalitas hati nurani beliau?….

(Bersambung edisi 5)

About these ads

Responses

  1. wah bagus

    • kevin, asswrwb…trims utk apresiasinya…

  2. Assalamualaikum
    Salam kenal pak Nurhana. Saya sering buka blog Bapak tapi baru kali ini memberikan comment :
    pertama : blog Bapak sangat bagus sekali dan sangat berbobot dengan ulasan-2 yang tanpa “tedeng aling-2″. Dan saya orang sipil yg selalu tertarik dg hal-2 yg berbau militer.
    Kedua : Saya menemukan korelasi yang membuat saya selalu “mengharu biru” ketika saya mengetahui fakta ttg militer negeri kita tercinta ini. (Jika berkenan dan ada waktu silahkan Bapak berkunjung ke http://www.anusapati.com). Sampai dengan timbul komentar dalam hati saya : “sebegitunya ya…”

    Demikian pak, terimakasih

    • aan, asswrwb….trims atas apresiasi anda…..
      Kalau hanya baca artikel saya sudah mengharu biru, apalagi kalau anda mengetahui “Behind the scene” yang lebih rinci dalam berbagai hal…anda akan menangis darah…semua yang ada diblog ini hanya sekedar “puncak gunung es” yang “aman ” utk direlease….
      Hukum Sebab Akibat ciptaan Allah berlaku untuk semua mahluk Tuhan, termasuk TNI AD….siapa menabur angin, akan menuai badai…siapa menanam kedzaliman, akan menuai sengsara, caci maki, aib dan kehancuran nama baik….
      Era reformasi yang membuat nama TNI AD terjerembab ketitik nadir adalah akibat kelakuan/paradigma dimasa lampau…bersukur Tuhan memberi peringatan dan hukuman belum terlalu terlambat, sehingga masih ada purnawirawan TNI AD yang dipercaya lagi jadi presiden oleh rakyat…

  3. Yth Pak Nurhana,
    Saya Mufti Makaarim, bekerja untuk Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS). Jika bapak berkenan, saya ingin berdiskusi dan berkomunikasi lebih lanjut via email atau langsung. Bapak bisa membalas ke email saya untuk selanjutnya saya hubungi.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Salam sukses selalu untuk Bapak dan keluarga.

    Tabik.

    Mufti

    • mufti Makaarim. asswrwb, ….trims utk apresiasi anda…silahkan hubungi saya di 085921893829…

  4. asswrwb..pak Nurhana

    sy tunggu terus kelanjutan the true story nya tentang kemiliteran kita..
    agar sy pun bisa meluruskan sejarah yg telah lama belok ini..

    salam hormat dari pembaca budiman blog bpk..

  5. Om msih inget saya ? odi, waaaw om.. saya sudah tamat baca perjalanan pak SIntong, He’s a great man !

  6. ass
    slam sejahtera sya ucapkan kpd om nurhana…
    mudah2an om dan keluarga dilimpahkan kebahagiaan dunia dan akhirat..
    amin…………

    sungguh tragis history karir om di tni..

    setelah membaca perjalanan karir om,semakin menguatkan hati saya kalo kejadian ini udah gag aneh terjadi ditubuh tni,,,,,

    sekedar sharing om

    knp sy bs ber coment seperti itu..?
    mungkin org akan bnyk brtnya…?

    krn bukan om aja yg mengalami kejadiN ITU,ABANG SY jg mengalami kejadian yg sama sprt om

    skrg abg sy dinas diambon beliau bernama letkol inf amrizar,sblm ditugaskan disana beliau sempat terombang ambing setelah kepulangan beliau dr haji 2 tahun yg lalu,,yg smpt trdngar ditelinga sy beliau akan ditugaskan dilampung setelah pulang dr haji,,tp stlh plng beliau gg jd ditugaskan kesna dan mlh dilempar ke ambon tepatnya dipulau tual.dan terdengar lg dtelinga sy kalo sehabis pulang dr ambon beliau akan naik pangkat,,tp setahu sy smp skrng beliau belum jg naik2 pangkatnya…

    maaf om sblmnya kl ada salah2 kata,,sy memang kurang mengerti tentang mslh2 kenaikan pangkat di tubuh tni atow mslh yg lainya.cm yg sya dengar kl abg sy udah ketinggalan tribnya dr teman seletingnya yg sudah naik pangkat duluan…
    yang membuat saya bingung kok bs seperti itu…?

    ya sy ber-positiv thinking aja,,mungkin udah kayak gini jalan yg ditentukan oleh tuhan…

    trims om maaf klo ada salah kata…
    ini cm sekedar sharing

    was…………….

  7. Selamat Malam Pak
    Pengetahuan bapak di Militer saya perhatikan sangat luas, izin bertanya di tahun 2009 berapakah jumlah total anggota TNI yg bertugas di Indonesia. Baik AD, AL dan AU.
    Terima Kasih

  8. ternyata benar ya, di pemerintahan itu ada KKN. apa mesti potong generasi, jadi pejabat2 skrng di pensiun dini agar yg fresh2 tidak terjebak dalam situasi yg serba salah.

  9. Yth Pak Nurhana,

    saya ingin menanyakan tentang Pak Sjafrie Sjamsoedin.. setahu saya ketika itu Pak Sjafrie juga salah satu perwira yang bertugas di wilayah Kodam Udayana, dan juga sebagai anak buah Pak Sintong sebagai Pangdam Udayana tentunya..
    setelah kejadian Santa Cruz itu apakah Pak Sjafrie juga ikut dicopot dari jabatannya seperti halnya yang dilakukan terhadap Pak Sintong, Pak Warouw dan juga mungkin yang lainnya..?

    karena setahu saya tragedi Santa Cruz itulah yang membuat Pak Sjafrie dicekal oleh Pemerintah AS dan tidak bisa memasuki wilayah AS..

    karena (tanpa maksud sedikitpun merendahkan para Prajurit & Jenderal-Jenderal TNI yang lainnya,) sepertinya hanya tinggal Pak Sjafrie saja diantara Jenderal-Jenderal “terkenal” era 90an/orba yang hingga saat ini masih aktif di militer..

    Terima Tasih Pak Nurhana, atas jawaban & informasi yang telah diberikan melalui Blog ini, Blog yang bagus dan sangat menambah wawasan.. Terima Kasih Pak -Deri-

    • Deri Suwiryo, asswrwb….saya bertugas diKodam Udayana pada tahun 1989s/d 1993, mendampingi 3 orang Pangdam yaitu Pak Sintong P, Pak Mantiri dan Pak Soewardi…pak Sintong dicopot pada tahun 1991…
      Saya tidak pernah jumpa dan bertgas persama pak Safri Samsudin di Kodam Udayana, jadi saya tak tahu apakah beliau pernah tugas di Kodam Udayana…mungkin saja setelah saya pindah tahun 1993…
      Setahu saya pak Safrie Samsudin tidak termasuk yang dicopot dalam kasus Tragedi 12 November 1991 Dilli yang Pangdamnya Pak Sintong dan Dan Pomdamnya saya…
      Seingat saya yang dicopot bersama beliau adalah Pangkolakops Brigjen TNI Rudy Warouw, Danrem Dilli Kolonel If Sepang dan Dan Satgas Intelnya, lupa namanya…
      Mungkin pak Safrie dicekal masuk ke AS terkait dalam kasus lain…saya tak tahu pasti…mungkin saja kasus Tragedi Paska Jajak Pendapat yang meluluh lantakan/pembumi hangusan Timtim, waktu presidennya sudah Habibie, Pangabnya pak Wiranto…saya tak tahu persisnya….maaf saya gak tahu yang persis….

  10. Waalaikumsalam wr wb, Pak Nurhana.., mohon maaf karena komen saya yang pertama lupa menyebutkan salam hehe

    Terimakasih Pak atas infonya. saya juga baru tahu kalau Pak Sjafrie saat itu sebagai Satgas Kopassus di TimTim setelah saya membaca bukunya Pak Sintong (highly recomended).. dan ada beberapa media yang menduga-duga bahwa penolakan visa Pak Sjafrie terkait tragedi Santa Cruz ketika itu. dugaan ini dikarenakan pihak AS sendiri yang enggan memberikan alasan penolakan tsb, atau mungkin pihak Deplu sendiri yang enggan menjelaskannya..

    terlepas dari keberpihakan, menurut saya Indonesia memiliki banyak sekali prajurit-prajurit yang sangat membanggakan.. namun sayang sekali kekuatan politik ordebaru ketika itu telah mencoreng nama TNI dan membuat tubuh TNI sendiri terkesan jadi berpihak-pihak.. hehe maaf kalau saya sok tahu

    semoga TNI yang sekarang benar-benar bisa melepas segala kepentingan selain membela & menjaga keutuhan NKRI. amin

    btw Pak Nurhana, ESQ apa kabar? saya alumni ESQ mahasiswa angkatan 5 sekitar 4-5 tahun yang lalu, namun sudah lama sekali saya tidak menghadiri acara-acara yang diselenggarakan. kiranya saya bisa mendapatkan info tentang perkembangan & kegiatan-kegiatan ESQ kembali..

    terimakasih banyak atas info & waktunya Pak.., Wassalam wr wb -Deri-

  11. Assalamua’alaikum Wr Wb

    Perkenalkan nama saya Rino Serma TNI AD yang sekarang bertugas di Seskoad, setelah lama saya berkelana di dunia maya 2 hari ini saya tersangkut di Blog bapak ini…..hanya satu kata Salut…..Komandan

    Prinsip prajurit prajaraksaka yaitu tri satya dapat bapak wujudkan, sumpah prajurit pertama mampu bapak terapkan

    Betul-betul wujud dari pengalaman seorang Virajati

    Ijinkan saya untuk terus mengikuti tulisan-tulisan bapak dalam rangka mencoba lebih berarti

    Salam hormat saya

    Wassalam

  12. Saya salut dg kerendahan hati bapak…….sya pribadi juga gak abis pikir knapa penguasa dinegara Indonesia yg kita cintai ini koq msh ada yg bersifat seperti gtu,,………….
    Kyaknya sich Dia tu…… bingung kali tyuk mencari jati diri..sehingga RUMANGSANING ROSO gak pernah timbul di Nurani yg paling dalam.

  13. saya gak ngerti?baru lahir k dunia tahun 1993. Hahahah… Saya terobsesi mau buat film di era kepemerintahan setelah Soeharto lengser khususnya kemiliteran… Eh ini blog mantep isinya… Mantap komandan!

  14. widya wira dharma…….. salam hormat untuk bapak saya adalah alumni resimen mahasiswa pak, saya sangat sedih sekali pak, pada waktu ada acara reuni dikampus saya…….menwa sudah bubar, padahal menjadi anggota menwa adalah pengabdian bagi negara dan bangsa, tapi kok pemerintah memandang sebelah mata……..juga saya baca buku ” kopassus untuk indonesia” ada judul ” menwa anak yang hilang yang ditampung oleh kopassus” trimakasih kopassus terimakasih pak nurhana….

    • mas’udi, trims atas apresiasi anda…
      saya pribadi heran pemerintah tidak mengapresiasi Menwa secara baik dan benar, padahal kalau kita mau belajar dari kekuatan militer dan sipil negara AS yang adi daya didunia, yang juga biangnya negara Demokratis yang menerapkan azas Supermasi Sipil, seperti yang ingin ditiru era Reformasi di Indonesia sekarang, di AS ada ketentuan Wajib Militer bagi semua warga negaranya, sehingga semua warga negara AS yang dewasa, memiliki kemampuan fisik dan mental yang militansi/kuat, berkat latihan militer yang berat dan disiplin…
      tapi sabarlah, walau saya sudah jadi laskar tak berguna, saya punya impian/dream suatu saat kejayaan bangsa Indonesia akan bangkit lagi, bangsa yang mental fisiknya teruji oleh berbagai ujian mental fisik berat dan dislin sepert di latihan militer manapun didunia ini…semoga kamu juga berusaha keras memperjuangkan aspirasi kamu…

  15. Assalamu’alaikum …
    pak, mohon di cek email saya dari agualeh@gmail.com pak …
    makasih pak :-)

  16. widya wira dharma…………salam hormat
    insaallah pak nurhana semua ilmu dimiliter akan saya kombinasikan dengan ilmu apa yang saya dapatkan dari kuliah, yaitu tentang keberanian, bersikap, dan berfikir yang terbaik…………..saya adalah pemuda indonesia yang pantang menyerah membela kejujuran dan kebenaran, hanya untuk kejayaan ibu pertiwi

  17. widya castrena dharma siddha!!!!
    pak nurhana yang saya hormati dan saya banggakan, terusterang saya senang membaca blok bapak, pak………menyambung ungkapan kekecewaan saya pada pemerintah dan lsm yang sok ham-haman yang
    akhirnya melemahkan ideolgi sebagai bangsa yang militan dan berpengabdian bagi bumi pertiwi…… semua hanya ingin omong, ingin mengoreksi tanpa ingin mengabdi……..saya yakin seyakin yakinya banyak orang pandai dinegara kita tapi kurang berbakti pada nusa dan bangsa, mereka hanya meremehkan tanpa meresapi apa yang ada besok yang penuh tantangan……. terus terang pendidikan militer itu bagus, dan pada waktu pendidikan tidak hanya melulu kita dilatih senjata, tapi juga dilatih pemadam kebakaran……sar dll sesungguh nya amat naif bagi para komentator komentator belian asing yang selalu membuat negara lemah, apa arti semua undang undang yang dibuat tentang pertahanan. terutama pertahanan rakyat semesta kalau cuma kertas tanpa sosialisasi tanpa implementasi dari pemerintah,………?????
    pak nurhana sebagai alumni menwa darah saya sangat mendidih ketika negara dan bangsa saya dilecehkan……..rasanya memang terlalu berat pundak bumi pertiwi…….yang pejabatya banyak korupsi, akhirnya hanya kita stagnan tak bisa berkembang, karena hanya memburu uang, jabatantanpa terbesit rasa
    pengabdian dan pengorbanan………mereka tidak ingat sumpah-sumpahnya dan bahkan membuang jauh 11 asas kepemimpinan dari takwa sampai legowo……..terimakasih pak nurhana, terimakasih resimen mahasiswa indonesia, yang telah membentuk karakter saya

  18. pak tirta, saya masih parlindungan yang sama yang pernah meminta bapak menulis buku pada halaman mendampingi letjen sintong panjaitan bagian 3.
    saya tetap ingin sekali bapak menuliskan banyak hal, mungkin bapak tidak perlu konsen lagi untuk mengingat sejarah yang membuat kita sesama anak bangsa salaing berkelahi, tapi saya lebih tertarik bapak lebih membuat buku yang berkaitan tentang strategi dan politik global yang menjadi potensi ancaman bangsa ini, seperti yang bapak singgung pada bagian satu. Sepertinya bapak cukup menguasai tetang konspirasi global. Sekali lagi bukan untuk membuat kita sakit hati tapi supaya generasi berikutnya lebih berhati-hati dan untuk menanamkan jiwa kebangsaan yang lebih tinggi bagi anak bangsa supaya anak-anak bangsa bergairah membangun negeri ini untuk kemajuan bangsa ini. Jujur saya sangat menantikan bapak menulis buku yang bisa jadi salah satu referensi bagi anak-anak bangsa yang Ingin berkontribusi untuk negara ini dan ingin tetap menjaga keutuhan NKRI dengan kebinekaannya dan kehidupan berbangsa yang didasarkan dari nilai-nilai pancasila.
    sebagai seorang yang mengamatin terus perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya negara ini, saya juga melihat kalau banyak orang-orang Indonesia yang tidak mengerti kalau menjadi alat kelompok asing baik negara ataupun komelerasi asing yang ingin Indonesia tetap lemah, baik melalui bentuk organisasi politik, organisasi hak azasi, bahkan organisasi agama sekalipun.
    Pak dengan segala hormat saya, mohon bapak mulai memikirkan saran saya. kita generasi muda butuh masukan-masukan senior seperti anda pak.

    salam hormat
    Parlindungan

    • Parlindungan, trims atas saran dan apresiasinya…saya sudah pikirkan saran anda, mulai menulis berbagai fakta sejarah hitam dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, dalam nuansa tulisan yang informatif, inspiratif, memotivasi,demi kebaikan masa depan bangsa….sabar dulu ya…

  19. Pak Nur, sambungan-nya Sintong P. Edisi 5 kok tidak muncul2 ?? Apa pernah muncul lalu dihapus atau dibredel? Mohon penjelasannyam. Wasalam, Indra.

  20. Malam Pak Tirtamijaya,..Wah..ternyata banyak hal yg baru yg saya tidak tahu bagaimana kondisi nyata Pak Sintong saat bekerja, walaupun Pak Sintong itu abang kandung dari ibu saya(saya manggilnya tulang) tetapi dalam kehidupan sehari-hari sangat tertutup untuk membicarakan urusan pekerjaan dan hanya tersenyum ketika keluarga besar menanyakan issue semisal kejadian 1998 yg kata koran beradegan “koboy” dengan “seseorang” yg ingin bertemu habibie di istana negara saat negara genting…cerita-cerita Bapak seperti rantai cerita yg sebelumnya tidak saya ketahui dan semakin jelas :) , Seperti Pak Sjafrie Sjamsoedin pernah menjadi bawahan Pak Sintong…tetapi terlepas kisah-kisah yg tidak mengenakan tapi saya melihat Pak Sintong telah dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsa ini dan menjegal seseorang yg tidak layak memimpin negri ini yg telah menjegalnya saat menjadi pangdam udayana….Bapak membayangkan kejadian 1998 saat Prabowo+Muchdi PR+Syafrie Samsudin berhadapan dengan Habibie+Pak Sintong yg notabene adalah pernah menjadi komandan mereka bertiga yg pasti memiliki kharisma dan kewibawaan senior untuk menertibkan yuniornya…yg dapat mengawal negara ini kedalam kondisi yg stabil…saya tidak bisa bayangkan bagaimana kondisi negara saat Pak wiranto masih harus memanggil pasukan dari surabaya sedang pasukan di jakarta tidak bisa Beliau kerahkan padahal beliau adalah panglima tertinggi….Bagaimanapun Tuhan masih menyayangi bangsa ini dimana yg terbuang telah dipakai sebagai batu sandungan dan juga batu tumpuan …. dan secara pribadi “Pak sintong itu Pahlawan Negara yg tidak terekspos peranannya yg vital akan persatuan bangsa ini dalam transisi 1998″ thanks Pak untuk segala ulasannya…

  21. Pak Nurhana, saya berusaha mencari Tuliisan Bapak tentang Seri “PENGALAMAN MENDAMPINGI LETJEN SINTONG PANJAITAN/EDISI 5″ tapi tidak pernah ketemu, apakah Bapak. Bisa mengirim sejaara Japri ke email saya di indratops@gmail.com. Terimakasih, wassalam, Indra.

  22. Pak Nur, menarik membaca cerita tentang Pak Sintong Dan transisi thn 98, saya sedikit galau menghadapi situasi pilpres yg mana salah satu aktornya tidak mau menghadapi kenyataan…dan ingin maju trus walau KPU telah memutuskan pemenang pilpres…akankah kondisi indonesia dapat terus menjadi negara kesatuan yang berdaulat? Terima kasih…jga mencari sambungan dari cerita Pengalaman Mendampingi LETJEN SINTONG PANJAITAN/edisi 5…terima kasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.227 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: