Oleh: tirtaamijaya | Juni 25, 2009

TIPS MEMPERLANCAR KEMBALI KEALAM BAQA

Para pembaca yang budiman, pada hari Senin tanggal 22 Juni 2009, ibunda isteri saya tercinta telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 79 tahun, dirumah sakit di Bogor, karena penyakit degenerative atau menurunnya fungsi organ tubuh karena usia tua…yang didahului dengan menderita penyakit Diabetus Melitus selama 5 tahun…

“Sebelum ajal berpantang mati”, adalah motto kita umat beragama, karena makna kehidupan adalah suatu kesempatan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk berbuat amal kebajikan untuk modal masuk surga…setiap detik tarikan nafas harus betul betul disyukuri dan dipertahankan dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT…

Tapi kalau kondisi kita diusia manula ( 60 tahun keatas), sudah tergeletak pingsan/Koma tak sadarkan diri dirumah sakit beberapa bulan, tak berdaya dan hanya menyusahkan semua pihak, terutama keluarga dekat, maka kita harus cepat melakukan evaluasi, mungkin sebenarnya Tuhan sudah memberikan pertanda kepada kita bahwa ajal kita sudah sangat dekat dan harus segera melakukan reevaluasi cepat atas semua amal kebajikan dan dosa yang telah kita buat, agar betul betul siap kembali kealam baqa, kembali kesisi Tuhan dalam keadaan suci seperti kita lahir kedunia….Kita diingatkan untuk mengingat dan menghitung semua dosa yang kita perbuat selama hidup dan bertobat kepada Tuhan dan minta maaf kepada yang pernah kita sakiti atau dzalimi/aniaya, atau semua kesalahan kita baik disadari maupun tidak disadari…

Banyak sekali kasus para manula yang sudah berbulan bulan tergeletak tak berdaya dirumah sakit, tapi masih belum menyadari pertanda dari Tuhan, lalu tetap meminta semua kerabat dekatnya untuk lebih memberikan perhatian selama 24 jam penuh, baik dari dokter, perawat, sanak saudara, terutana anak anaknya, bahkan sering dengan cara marah marah seperti anak kecil lagi…Pengobatan harus dilanjutkan bahkan harus sampai keluar negeri dan operasi yang penuh resiko tinggi…

Bagi keluarga yang memiliki biaya berlebihan, memang bukan menjadi permasalahan, tapi bagi yang sangat pas pasan, tentu saja bahkan harus menjual rumah, tanah bahkan alat rumah tangganya, demi pengabdiannya kepada orang tuanya…

Bilamana siorang tua yang menderita sakit degeneratif tersebut akhirnya pingsan atau Koma, semua anak anaknya menjadi trauma dan memaksakan diri terus mempertahankan kehidupan orang tuanya walaupun harus 100% tergantung kepada peralatan bantuan kehidupan secara medis…..Pertanyaannya kalau sudah dalam keadaan begini apakah boleh melepas semua peralatan bantuan kehidupan secara medis  menurut perspektif ke Tuhanan atau spiritual….banyak yang pro dan kontra…

Apakah secara spiritual siuasi kondisi seperti ini bisa dicari jalan keluar yang aman dan kondusif, tidak menimbulkan pertengkaran antara yang pro dan kontra dikeluarga dekat….

Menurut pengalaman pribadi saya menangani problema seperti ini, ternyata jawabnya: “ Bisa !!!

Adapun langkah langkah pendahuluan yang harus dilakukan seperti ini:

  1. Lakukan penelitian apakah pihak keluarga yang merawat sipenderita sakit sudah melakukan segala sesuatu sesuai dengan : Norma Agama, Hukum, Adat Istiadat, Kesopanan dan Kesusilaan, dalam konteks pengobatan dan perawatan seorang pasien.
  2. Teliti usia si pasien, apakah tergolong sudah manula atau masih muda belia.
  3. Teliti riwayat kesehatan dan penyakit pasien secara teiti, melalui pendekatan medis dan spiritual.
  4. Teliti kwalitas keimanan dan ketaqwaan sipasien.
  5. Teliti apakah pasien memasang sejenis susuk yang dimasukan kedalam badannya, atau memiliki jimat atau ilmu hitam tertentu yang belum dilepaskan dari jiwanya.
  6. Teliti kondisi mental spiritual seluruh keluarga dekat, apakah semua sudah ikhlas bila sipenderita sakit untuk pulang kea lam baqa, dibebaskan dari siksa dunia berkepanjangan.

Langkah berikutnya:

  1. Bila sipenderita sakit telah dilakukan langkah pemeriksaan, pengobatan, perawatan oleh pihak yang ahli dibidangnya secara professional, tidak ada kekeliruan sama sekali (kekeliruan diagnose) dan tidak ada malpraktek, maka biarkan perawatan dilanjutkan sesuai apa yang sedang berjalan…
  2. Bila usia sipasien masih usia produktif, segala upaya maksimal harus dilakukan, termasuk kemungkinan garus dilakukan tindakan bedah/operasi, kalau memang sangat diperlukan dan yakin hasilnya positif…Bila pasien sudah manula, diatas 60 tahun, hindari tindakan operasi dan penggunaan obat kimiawi  berlebihan, karena organ tubuhnya sudah tak mampu menetralisir efek samping obat kimiawi yang berubah menjadi racun dan membebani kerja lever dan ginjal…ganti dengan obat serba herbal, terutama supelmen yang mampu membangun kembali sel tubuh yang rusak dan mati, misalnya pil Salmon Omega 3, Bio C, Daily, dari Nutrilite…
  3. Bila sipenderita sakit memiliki cara berfikir negative, maka tak akan ada yang bisa menyembuhkannya, karena penyakit itu sebenarnya ditarik oleh pikiran negatifnya sendiri….obat apapun tak akan mampu menyembuhkannya, akan dilawan oleh pikiran negatifnya sendiri secara tidak disadari…biasanya orang sakit ini sakitnya sudah kronis, menahun, keluar masuk rumah sakit, tapi gak pernah sembuh betul, terulang lagi  terus….cirinya orang ini selalu mengeluh tentang sakitnya dan selalu menyalahkan orang lain, egoismenya sangat tinggi…Kalau menemui pasien seperti ini, yang harus diobati adalah pikirannya, harus dirubah menjadi positif lebih dulu….kalau tetap tidak mau berfikir positif, jangan dilakukan tindakan pembedahan/operasi, percuma saja, tak akan bisa menolong, hanya menambah penderitaan…doakan saja agar Tuhan memaafkan segala dosanya…
  4. Bila keimanannya tinggi, berarti pikirannya pasti positif, harapan sembuh total walaupun usia manula , tetap tinggi…tapi kalau tingkat keimanannya rendah, pasti pikirannya negative dan harapan sembuh seperti sediakala sangat rendah,…penyakitnya akan kronis berkepanjangan dan tak akan sembuh lagi…
  5. Bila sipenderita sakit ternyata mengaku atau dipastikan memasang sesjenis susuk yang dipasang dalam tubuhnya oleh paranormal/dukun, minta agar segera dikhkaskan untuk dicabut, lalu mandikan dengan air rendaman daun kelor yang sudah diberi doa tertentu untuk membuang susuknya…demikian juga kalau masih menyimpan sejenis benda pusaka, jimat, isim dan sejenisnya yang ada khodamnya(jin ), harus dibersihkan denga cara yang sama…kalau dibiarkan maka walau sudah ajal, maka akan disiksa dulu oleh Tuhan sebelum diizinkan pulang kealam baqa, berupa sakaratul maut berkepanjangan…
  6. Bila semua keluarga dekat sudah ikhlas melepas sipenderita sakit karena memang usianya sudah sangat tua, kondisinya sudah sangat parah dan kronis, dokterpun sudah angkat tangan, maka pandulah si penderita sakit untuk melakukan istigfar/tobat secara khusu dan serius, minta ampun kepada Allah dan minta maaf kepada semua pihak yang masih hidup, semua sanak saudara dekat maupun jauh….yakinkan kepada sipenderita bahwa kita harus ikhlas berpulang kealam baqa, jangan ada rasa takut sama sekali, yakinkan bahwa semua dosa sudah diampuni Tuhan dan semua pihak telah memaafkan dosanya…yakinkan bahwa surga menanti beliau….Begitu bulat tekad dan keberanian sipenderita untuk pulang kea lam baqa, begitu ikhlas meninggalkan dunia fana ini, dengan mengucap La Illaha Ilallah, Muhamad da Rasulallah…Allah…allah…Allahu Akbar….berpulanglah roch sipenderita sakit dengan tersenyum dan bahagia kea lam baqa menghadap Illahi…..Inalillahi wa ina ilaihi rojiun…!!!

Pembaca blog yang budiman, itulah yang saya lakukan dalam menolong memperlancar mereka yang ingin pulang kealam baqa tapi mendapat kesulitan serius, karena berbagai kendala yang tidak difahami oleh sanak saudaranya…..itu pula yang saya lakukan atas ibunda isteri saya tercinta…semoga arwahnya diterima ditempat yang layak disisiTuhan…amin.

About these ads

Responses

  1. Assalamualaikum wr wb

    Subhanallah … saya begitu sangat terkesan dengan tulisan bapak, sesungguhnya manusia pasti akan kembali ke alam baqa, cuma waktu hanya Allah yang tau ?

    Wassalamu’alaikum wr wb

  2. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah Swt. Amin.

  3. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
    Turut berduka cita yah pak.
    Terimakasih buat tip-tipsnya yg sangat berharga.

    Nuhun pak tirta.

    wassalam

  4. ass. wr. wb.
    innalilahi wainalilahi rojiun
    Turut berduka cita atas meninggalnya ibu mertua uwak.

    Saya dengar dari mama,papa tentang meninggalnya Ibu Basman.

    Uwak ,membaca tips ini sangat cocok dengan kondisi/hal yg sedang saya hadapi.. mungkin uwak tidak tahu bahwa ibu mertua saya pun sakit menahun sudah 9 tahun mengalami sakit infeksi ginjal kronis, asam urat, glukoma dan sudah 7 tahun di tangani dokter herbal jadi tidak meminum obat apotik/rumah sakit. Stiap hari meminum obat racikan dr. Iwan (kapsul dan tablet) yang gunanya untuk membantu kerja ginjal dan obat tembak /menguras ginjal.

    Umurnya sudah 82 tahun tidak pikun/Lupa ingatan. hanya fisiknya makin lama makin habis tinggal tulang doang. seperti wayang anehnya masih sanggup berdiri dan melangkah meski harus berpegangan.

    Syarat dokter herbal ini (dr. Iwan) yg menanganinya untuk bertahan hidup itu HANYA BOLEH makanan tertentu (kentang, wortel, labu siam kecil, tahu sutra) itupun di rebus tanpa bumbu.

    Mertua saya TIDAK BOLEH makan karbohitrat tinggi (Beras, tepung-tepung,Mie dll)
    Serat Tinggi (sayuran, buah)
    Protein (telur,daging,unggas dll)
    Bumbu (Kunyit, bawang putih, merica dll)
    Ketela (singgkong,ubi, dll)
    Kacang-karangan(tanah, hijau,kedelai dll)
    soda (roti,minuman)
    air berwarna( teh, kopi dll)
    Bisa di bayangkan kan hidup seperti apa yang di jalani untuk tetap hidup?????

    Mana ada sih yg sanggup untuk makan itu terus menerus ??? apalagi mertua saya sukunya padang yg biasa makan enak. sehingga ibu mertua saya itu sudah 9 tahun ini di belakang saya dan suami mencuri-curi kesempatan untuk melanggar makanan entah itu diam-diam ngambil dari dapur, nyuruh pembantu, nyuruh orang yg lewat, nyuruh tetangga, nyuruh tukang sampah kalau tidak di beri uang oleh suami, hendak menjual apa saja yg dia punya untuk mendapatkan makanan kesukaannya (berbumbu kacang, balado) mehalalkan segala cara untuk memperolahnya. itu membuat kami sering berdebat, terlebih suami saya yang merasa heran dengan ibunya yang tidak mau sadar diri.

    Saya sudah kehabisan akal untuk mencegahnya dari saya memberhentikan pembantu, tukang cuci, mengunci rumah, gembok pager, telepon, acces buat dia bisa menemui orang yang bisa di suruh-suruh.

    Semua itu saya lakukan karena di perintah oleh suami saya yang menginginkan ibunya sehat dan tetap hidup. Karena setiap kali melanggar makanan, mertua saya itu seperti lepas kontrol berak berserakan, kejang tidak bisa pipis, dan mengerang-erang dengan suara keras bisa dari dari pagi sampe pagi lagi kondisi seperti itu kadang membuat saya stress. dan semua pembantu tidak ada yg kuat. Pedahal hanya makan sebungkus kripik singkong balado atau sepisin siomay.

    Bukan berarti saya dan suami tidak pernah bijak mentoleri kadang kami suka mengubah menunya dengan di goreng di beri bumbu sedikit di beri tambahan lain yg kadarnya kita batasi.
    tapi anehnya mertua saya tidak pernah puas dan mensyukuri yang kami lakukan.

    Bila ada kesempatan melakukan sesuatu yg di luar akal sehat saya sebagai orang yg sehat.
    pasti dilakukan.

    Bisa sesaat seperti orang yang sekarat tapi beberapa jam kemudian biasa aja seperti tidak terjadi sesuatu.Otaknya pintar pernah pagar sudah di gembokpun menyuruh pedagang loncat pagar.

    Hal itu membuat saya jadi ketakutan, saya dan suami tidak tahu dan tidak pernah tanya apakah dia pake susuk atau tidak.

    Sejak saya menikah dengan suami 3 tahun yg lalu saya melihat kondisinya tidak lebih baik semakin parah dan hampir dua hari sekali seperti sekarat sehingga melihat itu sudah ribuan kali menjadi menu saya setiap kali.

    satu tahun yang lalu saat saya sudah memiliki anak (saat ini anak saya 1th 10 bulan) tercurah apa yg ada dalam pikiran ibu mertua saya :

    Betapa dia rindu dengan hidupnya yang dulu dia keliling dunia . Dia itu guru SLB di jakarta yang sering jadi Duta indonesia untuk event di luar negeri. Bebas makan dan pergi kemana saja.

    Betapa dia kecewa karena suami saya tidak mau menikah dengan orang-orang yang dia jodohkan.
    Suami saya telat menikah, saat menikah dengan saya umurnya sudah 41th.

    Betapa dia mengeluh saya bukan menantu yang bisa di atur-atur sama dia, tidak bisa di kompakin dan tidak di sukainya sepertinya mertua saya itu cemburu sama saya.

    Betapa dia menyesalkan tidak bisa cocok pikiran dengan suami saya sejak dahulu kala.
    Mertua saya itu bercerai dengan suaminya sejak suami saya umur 2 tahun. dan tidak pernah menikah lagi.

    dan sejak usia 11 tahun (kelas Lima SD) suami tidak di urus oleh mertua saya itu, semua yang mengurus Omnya (adik Ibunya) sampai kuliah dan bekerja.

    Baru setelah sakit tak berdaya 9 tahun lalu Suami saya menyadari bagaimanapun itu ibunya apalagi dia anak tunggal. di uruslah sampai sekarang.

    dr. Iwan sebenarnya sudah 2tahun terahir tidak lagi mengawasi mertua saya kami hanya konsultasi dan menerima obat-obat yang dikirim oleh orang kepercayaanya. Menurut dr. Iwan mertua saya bisa bertahan sudah bagus bonus dari Allah karena tidak ada lagi harapan untuk sembuh hanya bisa di pertahankan saja kondisinya beliau terahir datang 1 tahun lalu saat Lebaran.
    dr. Iwan saat ini sedang diluar negeri.

    Apa yang mesti saya lakukan dengan mertua saya ini Wak?

    Bisakah Uwak mampir ke rumah saya??

    Mungkin Uwak bisa melihat kondisinya atau bisa melihat bila ada sesuatu yang aneh ??

    Terus terang saya sudah hampir give up dengan kondisi nya. Kesabaran saya sudah sangat sabar deh.

    Pernah terpikir di hati saya beri saja makanan kesukaannya apa saja yang dia mau kalaupun sakit biarin aja kasih terus sampai mana sih dia bisa tahan? apa itu sama dengan membunuh ??

    Ataupun seperti sekarang mengontrol terus makannya membatasinya untuk tetap hidup apa itu bukan menyiksanya secara tidak langsung?? karena sepertinya dia menderita makan seperti itu dan makin membenci saya dan suami.

    Pernah ada opsi membawa ke Rumah sakit menyerah dengan obat dr. Iwan tapi kata dr. Iwan itu sama aja mengantarkan nyawa .

    Lagipula sudah pasti harus rutin cuci darah dengan biaya yang sangat mahal dan mungkin bisa langsung tidak bertahan(meninggal).

    Saya jadi serba salah sebagai oarang islam dan beriman saya sering berdoa minta supaya jalannya di lapangkan jangan di siksa terus seperti ini. Dari segi agama mertua saya itu sudah haji dan kadang masih mau sholat.

    Terima kasih sudah mau membaca masalah saya, semoga saya mendapat jalan keluar yang pas.

    Wassalam,

    Lia
    anaknya Nurhidayat Tirtaamijaya (Yaya)

    • Lia, asswrwb….trims utk ucapan belasungkawanya, semoga doanya diterima Allah SWT dan Allah membalasnya….
      Lia, saya sangat mengerti betapa sulitnya kamu suami isteri merawat ibu yang sudah sepuh (82 tahun), sakit dan karakternya aneh…
      Saya mau jelaskan dulu kepada Lia bahwa apa yang dialami mertua Lia, menderita berkepanjangan diusia tua dan menyusahkan orang lain adalah hasildari Hukum Sebab Akibat dan Hukum Tarik Menarik…artinya semua penderitaan itu sebenarnya hanya akibat dari semua hasil pemikran dan perbuatannya dimasa lampau…Tuhan sedang membersihkan dosanya dengan berbagai penderitaan sebelum ajal tiba…Beliau harus dipandu melakukan Tobat Nasuha, Tobat kepada Allah SWT secara tulus dan ikhlas, serius dan tidak terpaksa (ini yang sangat sulit)….kemudian beliau harus dipandu utk meminta maaf kepada semua pihak yang masih hidup yang beliau pernah berbuat dosa atau kesalahan sekecil apapun, juga harus ikhlas….kemudian cari serumpun daun kelor, rendam diember berisi air tujuh mesjid, atau air degan kelapa ijo obat, daunnya diremas remas sampai hancur, lalu digunakan untuk mandi, disiramkan dari atas ubun ubun, disertai doa: ALFATIHAH, FALAQ, ANNAS, AL IKHLAS, AYAT QURSI…oleh anaknya sendiri….sambil memohon kepada Allah SWT agar ibunya diberi ampun dan dimaafkan segala dosanya oleh Tuhan, dikembalikan kepada fitrahnya dan dibuka pintu keAlam Baqa, juga Pintu Surga….

      Insya Allah dengan melakukan ini, penderitaan ibunya akan dihentikan Tuhan, dimaafkan segala dosanya, dibukakan pintu ke Alam Baqa, juga pintu Surga…

      Lakukan petunjuk saya dengan ridho, tulus dan ikhlas bersama suami Lia, jangan sendirian, nanti mengundang fitnah….
      Uwak gak bisa datang, karena masalah ini sangat peka, nanti bisa mengundang fitnah…

      Adapun penderitaan Lia suami isteri harus dianggap kesempatan berbuat amal kebajikan kepada orang tua, lakukan dengantulus dan ikhlas, jangan mengeluh sama sekali….kalian justru harus bersyukur kepada Allah diberi kesempatan berbakti kepada ibu selama ini dan mengumpulkan pahala….kalau mengeluh dan tidak ikhlas justru penderitaan ini akan diperpanjang Tuhan sampai kalian semua habis habisan lahir batin !!!….

      Jadi ingat, Lia suami isteri justru harus bertobat kepada Allah SWT karena selama ini kurang ikhlas menerima ujian Tuhan lewat sakit ibu mertua, bersukur telah diberi kesempatan berbakti dan perbesat cinta kasi murni kepada ibu mertua yang sangat menjengkelkan itu !!!…..Lho kok begitu?….Inilah RAHASIA KARUNIA TUHAN YANG TERSEMBUNYI…kita harus belajar memahami Rahasia Skenario Tuhan kepada kita dalam menguji Imandan Taqwa…

      Dengar jaminan dari Uwak…kalau semua petunjuk Uwak kalian berdua laksanakan dengan sempurna, tulus dan ikhlas, maka semua penderitaan yang kalian alami sekeluarga akan hilang atas izin Allah…..tak akan lebih dari tiga bulan !!!

      Apa yang uwak sampaikan, juga dilakukan oleh keluarga isteri uwak dan almarhum mertua, semua selesai dengan sangat mulus, tulus dan ikhlas, malahan kurang dari dua bulan….Sesungguhnya bila Allah menghendaki sesuatu terjadi lalu berkata “Terjadi/Kun”…maka terjadilah kehendaknya….

  5. Ass.. Slm kenal y .. Bpk tirtaamijaya..Sy bru pertma bc tulisan pak tirta. Sya bnr2 kagum dg isi tulisan bpk. Yg sy hrpkn smg sy bs memiliki pemikiran dan hti yg jernih sprt bpk tirta. Amin.. Thanks pak tirta. Wass..

  6. semoga bapak dikaruniai umur yang panjang dan berkah agar bisa tetap memberikan pertolongan bagi yang membutuhan. wassalam

  7. assalamualaikum,

    Innalilahiwainnalilahi rojiun
    ibu mertua saya (Bunda Hj. Roslina Saibi)meninggal pada hari rabu tanggal 29 juli 2009 jam 8.55 wib , dimakamkan di Dredet dekat makam mamah nini.

    tidak semua petunjuk yang uwak sampaikan kami lakukan; di karenakan suami saya awalnya belum iklas melepas bundanya pedahal kondisinya makin memburuk,

    senin 21 juli Dr. Iwan datang memeriksa keseluruhan kondisinya Saat itu Kondisi Bunda sudah tidak dapat di ukur tapi selintas baik-baik saja bisa bicara lancar, kami sudah berusaha menanyakan apa keinginan terahirnya tapi jawabannya ingin gemuk, beliaw sama sekali tidak memikirkan ke arah kematian semangat hidupnya sangat tinggi dan sama sekali tidak mengeluh kuatir, terahir ingin makan nasi merah. tidak meninggalkan wasiat apapun.

    Tapi ternyata itu bukan awal ke perbaikan besoknya kondisinya malah memburuk satu persatu fungsi tubuhnya hilang.

    Pada tanggal 24 Juli kamis sore bunda tidak bisa apa-apa lagi bicarapun sudah tidak bisa, hanya dapat menelan air dan sedikit mengangguk, Omnya suami menelpon Saudara-saudara terdekatnya untuk berkumpul.
    Alhamdulilah semua sudah datang termasuk sepupu-sepupu suami.

    Setelah di nasehati oleh Dr. Iwan dan Om nya suami ahirnya siap melepas ibunya setiap habis sholat kami bergantian membacakan ayat-ayat suci alquran dan dokter intensif memeriksa kondisi fungsi organ tubuhnya tiap hari dengan memberi obat agar proses kematiannya tidak menyakitkan setelah menanti cukup lama 7 hari terahir dan saudara-saudarapun sudah bubar, sayapun luar biasa capek hari Rabu malam Saya seperti di beri bisikan untuk siap-siap semalaman itu saya gelisah tidak bisa tidur ahirnya saya membaca surat Arradu dan Alwaqiah agar saya tenang.

    paginya saya cepat- cepat mandi membersihkan rumah, suami saya meminumkan cairan susu culustrum sarapan ke bundanya dan masih bisa menelannya, setelah itu membacakan surat Yassin selesai itu Bunda nafasnya putus-putus suami saya memeluknya sambil meneriakkan Laillahhaillaullah allah hu akbar berkali-kali sampai nafas terahirnya.. saat itu di rumah hanya saya dan suami berdua.
    Moment itu sangat tidak terlupakan.
    Semua ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dulu saya sempat melihat mama saya melepas Mamah nini saat itu saya takut, saat ini pun saya takut tapi bisa kami hadapi bersama-sama.
    terimakasih atas petunjuknya.
    wassalam,

    Lia

    • lia, asswrwb…Subhanallah, trims anda mau mengikuti petunjuk saya….


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.230 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: