Oleh: tirtaamijaya | Agustus 26, 2009

MANFAAT MELAKSANAKAN IBADAH PUASA (edisi 1)

Asswrwb, para pembaca blog yang setia, terima kasih atas kesetiaan anda semua, walau saya berlibur sekitar satu bulan penuh selam bulan Juli 2009 tapi para penginjung blog saya, terutama yang rajin hanya membaca tanpa komentar, tetap tercatat distatistik blog saya selalu diatas 500 orang setiap hari…..betul juga sesuai harapan saya, ternyata mereka mau juga buka dan baca tulisan saya yang dulu dulu….

Sesuai dengan suasana Ramadhan, saya mau sharing pengalaman saya melakukan puasa Ramadhan dan berbagai puasa sunat lainnya, baik yang sunah Rasul maupun yang bukan sunah Rasul….

Mengenai Puasa dibulan Ramadhan, karena hukumnya wajib, maka kita kadang kadang melakukan puasa hanya sekedar takut dosa kalau tidak melakukannya, kurang memahami makna dan manfaat yang sebenarnya…

Menurut pengalaman saya, kita memang harus membiasakan diri puasa Ramadhan sejak kecil, agar menjadi kebiasaan, walau tanpa tahu betul makna dan manfaatnya lahir batin….Tapi kalau sudah dewasa kita harus tahu “Ilmunya” puasa….

Puasa Ramadhan diharuskan dilaksanakan oleh umat Islam setiap tahun adalah dalam rangka charging, mengisi enerji Keimanan dan Ketaqwaan kita melalui pengendalian hawa nafsu duniawi, makan, minum, seks, pancaindera, fikiran selama sekitar 12 jam tiap hari dalam bulan Ramadhan…Sekaligus untuk bisa merasakan penderitaan para kaum duafa, merasakan penderitaan fakir miskin, agar bisa meningkatkan Sifat Pemurah dan Kasih Sayang pada sesama umat….

Kalau kita melaksanakan puasa sesuai ketentuan Islam, maka fikiran dan hati kita seolah dicuci bersih dari semua kotoran eterik/metafisik yaitu semua fikiran negatif yang mercuni kesehatan, produktifitas dan kebahagiaan batin kita….seolah kita bisa kembali kejati diri kita saat baru lahir, kembali ke fitrah kita yang selalu mendambakan Asmaul Husna….

Karena itu setelah selesai melakukan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri…artinya merayakan Kembalinya Jati Diri Kita sesuai Fitrahnya…bersih dari semua fikiran dan hati nurani yang negatif dan dikotori nafsu duniawi….maaf, bukan berlomba lomba makan kenyang dan memamerkan pakain dan sepatu baru…yang biasanya didambakan para anak kecil….

Melaksanaka ibadah sunah Rasul, yang sering dilakukan adalah puasa Seni Kamis dan puasa Nabi Daud, selang satu hari….dua duanya sangat baik untuk recharging enerji Illahi lebih intensif, sambil membersihkan hati dan fikiran dari semua racun kehidupan….

Menurut pengalaman saya, puasa ini biasanya kalau kita mau melakukan pekerjaan yang berat dan perlu Dukungan Illahi secara khusus, semisalnya mau ujian sekolah dan ujian negara, mau test masuk Akmil, test masuk pekerjaan, naik pangkat, latihan militer yang menyabung nyawa, tugas militer yang sangat berbahaya, tugas lain lai, sampai masalah kesulitan dan ujian hidup kita sehari hari…

Disamping kita puasa untuk menyiapkan mental fisik kita utk tugas berat, kita juga perlu puasa dalam rangka bersyukur atas Karunia dan Rezeki dari Allah…jangan lupa Allah pada saat kita sedang berkecukupan dan berbahagia…tetap harus mau berpuasa juga….

Ada puasa yang disebut Puasa Warisan Leluhur Bangsa Indonesia, seperti Puasa Mutih, Puasa Ngerowot, Puasa Muharaman, dll lagi….

Banyak yang bertanya kepada saya apakah puasa nenek moyang itu tidak haram menurut Islam ? atau Bid’ah ?….

Wah saya bukan ustadz, tapi saya sering melakukan berbagai puasa tersebut untuk meningkatkan ketahann fisik dan mental saya, ternyata hasilnya sangat positif….saya anggap saja semacam latihan Dieet makan minum dan fikiran secara lebih ketat dan intensif, selama masih dalam batas kemampuan fisik dan mental saya….contohnya puasa Muharaman, dilaksanakan  7 Senin & 7Kamis selama 25 jam setiap pelaksanaannya…dimulai Senin/Kamis pertama setiap awal bulan Muharam….sampai selesai….

Puasa Muharaman ini saya lakukan rutin tiap tahun untuk menajamkan dan meningkatkan kekuatan intuisi, sixth sense, brain power, positive thinking, enerji Illahi…

Sekian dulu…Wasswrwb

About these ads

Responses

  1. ass wbr. puasa bln muharam memang ada dalilnya yg shahih tp tglnya 9 dan 10 muharam. Maaf tnp mengurangi rasa hormat sy pd bpk,bkn seperti yg bpk sebutkan diatas,yaitu 7snn & 7kms sedangkan kita kan umatnya Nabi Muhammad SAW, jd hrs sesuai sunah Nabi, dgn dalil yg shahih pula tentunya. Maaf ya pa bukannya apa2 kita kan sesama manusia wjb slng ingatkan, ada kutipan: “Sampaikan satu ayat juga walaupun pahit” Wallohu A’lam. Trims. wass wbr

    • Saudari Sulistiawati terima kasih atas komentar nasihatnya. Saya cuma mau memperjelas tulisan opa bahwa puasa yang dijalankan tidak hanya dalam kerangka rukun Islam dan sunah Rasul (alinea ke 2) tapi juga untuk ketahanan fisik dan mental (2 alinea terakhir). SIlahkan dibaca lagi artikelnya dan dimengerti maknanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: