Oleh: tirtaamijaya | September 8, 2009

PENGALAMAN SPIRITUAL HAJI AKBAR 1994

Pembaca blog yang setia, asswrwb….

Selama bulan suci Ramadhan ini saya usahakan banyak menulis dalam category spiritual, terutama yang berkaitan dengan berbagai pengalaman perjalanan spiritual saya selama ini, walau ditulis secara acak, tidak kronologis sesuai urutan waktu terjadinya, tapi berdasarkan inspirasi yang muncul pada saat saya selesai makan sahur dan shalat subuh saja…

Edisi ini  saya ingin sharing tentang pengalaman spiritual yang terjadi pada saat naik haji akbar pada tahun 1994…

Pada tahun 1994, saat saya menjabat sebagai Komandan Polisi Militer Kodam V Brawijaya, saya dan isteri saya diajak naik haji akbar oleh teman saya yang juga komandan saya yaitu Mayjen TNI Haris Sudarno, Panglima Kodam V Brawijaya bersama rombongan VIP Propinsi Jatim.

Rombongan terdiri dari Pangdam V Brawijaya, Wakil Gubernur Jatim, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jatim Bapak Kyai Haji Misbach, Profesor H. Rumrowi, beberapa orang bupati di Jatim, beberapa eksekutif dilingkungan Pemda dan swasta/pengusaha, serta beberapa wartawan dari beberapa Harian Umum Jatim, antara lain Harian Umum Surya.

Rombongan kami diberangkatkan oleh perusahaan biro perjalanan haji Linda Jaya Tour, dengan kategori ONH Plus dengan harga ONH sebanyak sekitar US $ 8000, setara dengan hanya Rp 18 juta rupiah saja waktu itu…..

Asalnya saya menolak ajakan Pangdam V Brawijaya dengan alasan anak saya yang bontot, Karina, baru berumur 3 tahun dan sangat lengket dengan saya. Setiap hari sepulang dari kantor pasti saya ditunggu didepan rumah dan diajaknya pergi keluar rumah untuk jalan jalan, naik mobil, angkot, beca atau jalan kaki. Kalau hari libur, pasti harus menemani Karina untuk main keberbagai tempat main anak anak, terutama mainan anak  di Mac Donald. Bahkan pernah saya harus menemani sendiri Karina mulai dari buka Mall pada jam 10  pagi sampai tutup Mall pada jam 10 malam nonstop. Tidak keluar dari Mall tersebut…Karina anak bontot saya ini memang sangat unik dan spesifik melatih kesabaran saya dalam merawat anak….juga kesabaran lain lain…

Tapi isteri saya memaksa agar kami tetap ikut naik haji,dan menyerahkan kepercayaan perawatan dan pengawasan Karina kepada pengasuhnya dan tentu saja kepada Allah SWT…., apalagi, biaya ONH isteri saya dibayari oleh Pangdam V Brawijaya…tinggal biaya saya pribadi saja…kapan lagi ada peluang baik seperti itu katanya…Jadi akhirnya dengan berat hati saya putuskan berangkat, walau persiapan mental dan fisik sangat mepet, karena tinggal satu bulan lagi ke jadwal pemberangkatan kloter kami…

Pendek cerita, berangkatlah saya dengan isteri bersama rombongan ONH  Plus Pangdam V Brawijaya CS ini, dengan segala kemudahan dan fasilitas yang sangat lancar. Kami berangkat dengan jadwal penerbangan Kloter terachir dari Indonesia, tapi pulang ke Indonesia justru pada Kloter paling duluan, jadi waktu kami di Makkah dan Madinah sangat singkat, hanya sekitar 7 hari saja.

Ada mithos dikalangan para calon haji bahwa siapa yang dosanya sangat besar, maka semua dosanya tersebut akan dibersihkan secara langsung dengan berbagi pengalaman spiritual unik dan spesifik agar orang tersebut menyadari semua dosanya sebelumnya yang dia tidak sadari atau tidak peduli….

Terpengaruh dengan mithos ini, saya yang merasa sangat banyak dosa, padamulanya penuh tanda tanya, pengalaman spiritual apa yang akan menghukum saya di tempat ibadah haji akbar….Sehingga, waktu yang tinggal satu bulan sebelum berangkat, saya gunakan sebaik mungkin untuk melakukan introspeksi tentang berbagai dosa saya selama ini, istigfar minta ampun kepada Allah dan sibuk minta maaf kepada semua pihak, dimana  saya merasa, mungkin mereka pernah saya dzalimi secara tidak sadar….Maklumlah saya sebagai Komandan Polisi Milter, dalam kapasitas saya sebagai Komandan Pasukan Penegak Hukum, sering memutuskan berbagai keputusan yang tidak enak bagi yang menerima hukuman, walau itu sebenarnya saya yakini sebagi konsekwensi tugas tanggung jawab jabatan saya sebagai Penyidik dan Penegak Hukum dilingkungan ABRI yang harus berani menangkap, menahan, memeriksa, menyidik dan menyeret siapapun yang bersalah kedepan sidang pengadilan….

Disamping itu saya juga sibuk selama sebulan mencari fakir miskin, kaum duafa , yatim piatu dll untuk memberikan sedekah dan santunan …yah sekedar berusaha menyeimbangkan antara beratnya dosa dengan pahala ibadah….sehingga saya lebih percaya diri untuk menjalani perjalanan spiritual naik haji akbar, yang konon menurut keyakinan umat Islam, kita seolah harus pamitan untuk pulang Ke Rachmatulah…berarti kita memang harus siap dan ikhlas untuk meninggal dunia  di Makkah saat naik haji,kalau Allah menghendaki, dengan keyakinan bahwa meninggal dunia saat naik haji akan masuk surga.

Setibanya di bandara Jeddah, kami mendarat dengan aman. Selanjutnya kami melalui proses pemeriksaan oleh petugas imigrasi dan bea cukai bandara Jeddah….Dengan hati berdebar debar saya mulai membacakan dalam hati berbagai surat dan ayat suci yang saya yakini selama ini  menjadi andalan saya dalam berbagai tugas berat dan berbagai kegiatan spiritual saya, antara lain: Alfatihah, Al Ikhlas, Al Falak, Annas, Ayat Qursi, La hawula wala Quwata, Innama Amruhu idza radaa/Surat Yaasin ayat 82, Ayat 1000 Dinar dll…berulang ulang diwirid dalam hati…..

Setibanya didepan petugas pemeriksa, kepercayaan diri saya sudah mencapai klimaks dan hati saya sudah ikhlas menerima kesulitan berupa apapun juga……apa yang terjadi?….tanpa diperiksa apapun, saya diperintahkan berjalan terus melalui beberapa pos pemeriksaan dengan sangat lancar…selesai melalui jalur pemeriksaan hanya dalam waktu sekian detik saja…..sehingga saya dengan fikiran heran dan bersyukur kepada Allah, terpaksa harus masih menunggu beberapa jam menanti teman teman rombongan lainnya diruang tunggu rombongan , termasuk isteri saya yang diperiksa segala macam, walau akhirnya semua lolos pemeriksaan ketat di bandara Jeddah…

Mengalami keajaiban ini, kepercayaan diri saya bahwa Allah ternyata maha pemaaf dan pengampun atas segala dosa kita asal kita mau intropeksi dan istgfar dengan ikhlas. Kemudian saya beri petunjuk kepada isteri saya agar lebih sering istigfar dan bersedekah agar lebih diberi kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji. Antara lain saya beritahu agar selalu istigfar sesering mungkin dengan ikhlas, jangan merasa sudah bersih dari dosa, selalu bersukur atas segala kemudahan yang dialami sekecil apapun dan kesulitan sebesar apapun selama ibadah haji, jangan ngomel, jangan menggerutu pada siapapun, siapkan selalu uang real dikantong baju untuk memberikan sedekah kepada fakir miskin yang jumlahnya sangat anyak disekitar ibadah haji, jangan menawar harga barang apapun yang dibeli di tempat ibadah haji, walau dirasa mahal, harus ikhlas memberi untung pada penjual disana, karena kita berangkat hajipun sudah dibayari orang lain…harus kita kembalikan kefakir miskin di Makkah dan Madinah….

Rombongan haji kami menginap di Hotel Makkah yang letaknya hanya diseberang jalan Masjidil Haram, hanya sekitar 25 meter saja dari Masjidil Harrom, dilantai lima…Kemudahan ini memberi kesempatan saya untuk sering melakukan Tawaf selama di Makkah, sehari saya lakukan 2 kali…selesai shaat subuh dan siang hari…sehingga saya melakukan Tawaf sebanyak 14 kali dalam kurun waktu 7 hari di Makkah…

Untuk latihan fisik, saya naik turun kelantai lima Hotel tidak menggunakan fasilitas lift, tapi naik turun tangga terus setiap kegiatan ke luar masuk hotel…Disamping menjaga stamina, juga untuk pernyataan rasa syukur kepada Allah dengan segala kemudahan yang saya terima selama ibadah haji….Hasilnya sangat tidak diduga, bukannya saya sakit, justru pada saat isteri saya dan teman teman rombongan bergantian sakit batuk dan sakit panas, justru saya tetap sehat dan membantu mereka untuk berobat sampai sembuh….Sampai Pangdam V Brawijaya menyebut saya sebagai manusia Onta yang kebal sakit batuk di Makkah (karena ada mitos, bahwa hanya binatang Onta saja yang tidak pernah sakit batuk saat di Makkah, umumnya pasti terkena sakit batuk, mulai yang ringan sampai meninggal dunia…).

Pada saat kami melakukan ibadah haji, dinyatakan ibadah haji tersebut Haji Akbar, karena saat pelaksanaan Wukuf tepat hari tertentu, kalau gak salah adalah persis hari Jumat.

Pada pelaksanaan haji Akbar, peserta ibadah haji dari seluruh dunia sangat meningkat jumlahnya, sehingga untuk pelaksanaan Tawaf sangat padat selama 24 jam penuh, bahkan setiap hari umumnya selalu ada pengumuman agar dilarang memaksakan diri mencium Hajar Aswad, karena hampir setiap hari mesti ada korban meninggal dunia terinjak injak peziarah disekitar Hajar Aswad….Untuk menjaga keamanan, para Askar orang Arab selalu menjaga sekitar batu Hajar Aswad mengusir para peziarah yang berebutan nekad mencium batu Hajar Aswad yang letaknya disalah satu sudut Kabah, tersembunyi didalam tempat dari emas yang lubangnya pas hanya untuk masuknya sebuah kepala manusia saja…

Kami diberi petunjuk oleh Prof H, Rumrowi agar melaksanakan Tawaf tetap dalam rombongan yang beliau pandu sendiri, berjarak sekitar 100 meter dari bat Hajar Aswad, dilarang nekad berusaha mencium Hajar Aswad, karena berisiko kematian…Kalau ada yang nekad, maka semua resikonya harus ditanggung sendiri, tidak menjadi tanggung jawab pimpinan rombongan….

Pada saat pelaksanaan Tawaf pertama kalinya, saya ikuti semua petunjuk pemandu ibadah haji, Tawaf menegelilingi Kabah sebanyak 7 kali dengan arah berlawanan arah jarum jam, dari jarak jauh, sekitar 100 meter dari berdirinya Kabah….berjalan aman dan lancar…

Pada saat kedua kali, saya berangkat sendirian tanpa isteri saya, melakukan uji coba berapa besar bahayanya untuk bisa mencium batu Hajar Aswad…Ternyata memang sangat berbahaya, saya sampai terlempar terombang ambing beberapa kali disekitar lokasi batu Hajar Aswad tanpa berhasil mendekati Hajar Aswad….Saya coba lagi dalam ketiga kalinya sendirian…tetap gagal juga….

Bukannya saya putus asa dan takut mati, malah saya jadi penasaran, masa sih saya tidak bisa melaksanakan sunah nabi mencium batu Hajar Aswad, padahal ternyata ada juga yang berhasil dan tidak mati, walau mereka kebanyakan mencium Hajar Aswad dengan taktik berombongan besar dan saling melidungi satu sama lain, mereka umumnya peziarah ras Afrika yang tubuhnya tinggi besar berkulit hitam….Kalau ada pihak lain diluar kelompoknya, mereka dorong dan tarik kepalanya menjauh dari lubang batu Hajar Aswad, itulah yang kemudian bisa terjatuh dan mati terinjak injak massa peziarah haji…

Setelah beberapa kali uji coba dan gagal mencium Hajar Aswad, lama kelamaan saya menguasai taktik dan ilmunya berenang disamudera manusia yang ganas disekitar Hajar Aswad….lalu saya istiqarah dan minta petunjuk dari Tuhan apakah saya diizinkan mencium batu Hajar Aswad yang menjadi Sunah Nabi Muhamad…ternyata jawabannya adalah:….boleh asal betul betul ikhlas rela menyerahkan jiwa sebagai resikonya….!!!…harus rela mati memperjuangkan permohonan saya, walau semua keputusan akhir ada ditangan Allah jua….

Saya minta izin isteri saya dulu utk nekad mencium batu Hajar Aswad dengan segala resikonya….isteri saya mengerti watak saya yang pantang mundur, dan mengizinkan…tapi agar tetap hati hati …ingat Karina yang menunggu ditanah air….

Waktu itu saya baru percaya mengapa banyak orang ingin mati saat ibadah haji di Makkah…dimana dulunya saya sama sekali tidak percaya…(mungkin demikian juga teman teman yang belum ibadah haji Akbar/bukan Umroh)….Karina anak kesayangan saya, pangkat, jabatan, materi duniawi bisa hilang sama sekali dari fikiran dan hati kita….merasa ada dialam lain yang dekat denga Allah SWT…merelakan kalau harus mati atas kehendak Allah….

Kemudian saya lakukan uji coba dengan keikhlasan yang ditingkatkan lagi, rela menyerahkan nyawa saya kalau Allah menghendaki karena saya minta diizinkan mencium Hajar Aswad karena kecintaan saya kepada Nab Muhamad SAW…ingin mengikuti sunahnya….

Caranya setelah masuk ring terluar putaran Tawaf, saya melakukan shalat hajat 2 rakaat, mohon izin kepada Allah utk diizinkan mencium Hajar Aswad dengan rela menukarnya denga nyawa saya, kalau itu dikehendaki Allah….Setelah merasa fikiran saya berada difrekwensi Tetha, frekwensi alam bawah sadar, dimana semua gerakan fisik saya tidak lagi dikendalikan oleh fikiran sadar yang berfrekwensi Betha…. Saya segera berlari mengikuti arah gerakan Tawaf sambil wiriddalam hati nonstop: “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahi ilallah, Wallahu Akbar, Wala hawula wala kuwata ilabilahil aliyil adzim “dengan kendali alam bawah sadar saya….terjadilah apa yang disebut Zero Mind Power…munculnya enerji Illahi yang sangat dahsyat secara tak terduga yang mendorong saya seolah bisa berenang mengambang diatas lautan manusia yang ganas, sekaligus membuat rombongan orang Afrika berkulit hitam yang menguasai daerah sekitar batu Hajar Aswad tak kuasa menghadang dan mengusir saya, semua berjalan  dengan lancar dan aman,…mencapai bangunan Kabah dan sekaligus mencium bat Hajar Aswad.

Setelah pengalaman spiritual ini saya ceritakan kepada isteri saya dan saya tawarkan kepada isteri saya untuk ikut menjalaninya, akhirnya isteri saya tertarik melakukan apa yang saya jalani. Alhamdulilah semua berjalan sangat lancar, walau saya berarti harus menggendong isteri saya berenang diatas lautan manusia…( kalau saya dengar lagu Mbah Surip, Tak Gendong Kemana mana, saya jadi ingat pengalaman saya gendong isteri saya mencium Hajar Aswad…)..

Setelah isteri saya berhasil, kakaknya Pangdam, ibu ibu, juga pengen ikut mengalami perjalanan spiritual yang berbahaya tapi mengasyikan tersebut…juga berhasil, sampai dia nangis tersedu saking terharunya…

Mendengar keberhasilan saya, Kyai H. Misbach Ketua MUI Jatim yang berusia 84 tahun saat itu (sekarang almarhum), tertarik ikut perjalanan spiritual saya mencium Hajar Aswad, tapi beliau minta cukup hanya sampai mencium Kabah saja, karena untuk jalan saja beliau sudah tertaih tatih, harus dipegangi…begitu berhasil mencium Kabah beliau menangis tersedu karena sudah 7 kali ibadah haji akbar, baru sekali itu bisa mencium Kabah…!!!

Selanjutnya dua orang muda peserta rombongan yang sudah berkali kali berburu mencium batu Hajar Aswad selalu gagal, mendengar berita keberhasilan saya lalu minta ikut serta dalam perjalanan spiritual saya….Pendek cerita, kedua orang muda tersebut berhasil saya pandu dan dorong, sekaligus gendong untuk mencium Hajar Aswad dalam waktu bersamaan ( Kedua kepalanya saya dorong kearah lubang Hajar Aswad dan berhasil menciumnya, lolos dari semua dorongan dan tarikan pihak lain yang berebut juga…itu terlaksana pada putaran Tawaf yang ke 5….mereka keduanya mencium tangan saya dan menangis tersedu karena terharu….

Pada putaran ke 6, kami melihat ada seorang nenek tua berbaju Ihrom lengkap dan mukanya ditutupi cadar, berjalan berkeliling disatu tempat seperti orang linglung dan kebingungan mau kemana…tentu saja kami anggap ini sangat berbahaya baginya, bisa terdorong jatuh dan terinjak injak…lalu kami bertiga sepakat menolong memandu nenek tua tersebut, dengan cara saya menggandeng tangan kanannya menggunakan tangan kiri saya, sedangkan tangan kirinya dipegangi/dipapah oleh salah satu pemuda (ternyata seorang wartawan harian Surya dari Surabaya)yang saya bantu mencium Hajar Aswad…

Baru setengah keliling, berada dibelakang Hijir Ismail, nenek tersebut minta berhenti, lalu kami antarkan agak kepinggir, dia minta duduk istirahat….Setelah selesai menempatkan nenek tua itu ditempat aman, kami langsung melanjutkan Tawaf kami yang belum selesai, sambil pikiran penasaran siapa nenek tua tersebut, kok teganya ditinggalkan rombongannya ditempat yang sangat bahaya….lalu setelah berjalan sekitar 10 ,meter kami penasaran menengok kebelakang kawatir nenek tua itu terkena bahaya….apa yang terjadi?….nenek tua yang jalanpun sulit ternyata sudah tidak ada ditempat semula kami istirahatkan, kami lihat kiri kanan…ternyata hilang begitu saja…

Karena penasaran, kami segera berlari cepat menyelesaikan sisa putaran Tawaf kami dan kembali mencari nenek tua tersebut….ternyata tetap tidak ketemu, entah hilang kemana….

Walau pikiran kami merasa aneh, tapi karena terlalu cape, kami bertiga langsung pulang ke Hotel untuk istirahat, mandi dan makan siang…..

Waktu saya selesai mandi dan pergi keruang makan hotel, tiba tiba salah seorang pemandu ibadah Haji yang sudah sekitar 10 tahun bermukim di Makkah, menghampiri saya dan langsung mencium tangan kiri saya yang digunakan memegang nenek tua tersebut…..Dengan keheranan saya tanya ada apa?…Pemandu itu bercerita bahwa ada mitos dilingkungan pemandu ibadah Haji bahwa setiap tahun, nabi Khidir (yang diyakini umat Islam sebagai nabi paling sakti dan tak pernah meninggal), selalu muncul disekitar tempat Tawaf dan mewujudkan diri sebagai nenek tua yang butuh pertolongn, untuk menguji

Kwalitas kerelaan berkorban dan kerelaan menolong para peziarah haji yang sedang Tawaf…..kalau yang lulus, akan diberikan berkah keilmuannya, entah berupa apa….

Menurut penilaian pemandu tersebut, saya lulus ujian nabi Khidir dan tangan kiri saya yang konon diyakini bersentuhan dengan tangan nabi Khidir akan mendapatkan Karomah, yaitu suatau kekuatan ghaib untuk amar maruf nahi munkar bila diperlukan….

Terus terang waktu itu saya tidak percya mitos tersebut, tapi saya pura pura percaya agar dia senang dan saya ucapkan Sukur Alhamdulillah kalau itu betul….

Pada tahun 1997, pada saat saya sudah pindah ke Mabes ABRI di Cilangkap Jakarta dan domisili saya di Bogor, suatu sore saat saya pulang dari kantor, Karina anak saya yang bontot yang saat itu baru berumur 6 tahun pingsan tertabrak sepeda motor Ojek dijalan didepan rumah saya. Saya sangat kaget dan segera saya periksa, memang sempat pingsan tapi luka fisik tidak parah, tidak muntah…Saya segera tilpun kedokter pribadi kami agar datang kerumah memeriksa dan mengobati anak saya… Tapi Dokter tersebut berhalangan dan menyarankan langsung dibawa kerumah sakit menggunakan mobil atau ambulans.

Saya keberatan membawa anak saya naik mobil, karena posisi kepalanya akan berubah dan pasti terguncang dalam perjalanan kerumah sakit, bisa bisa malah lebih parah…tapi dokter tetap tak bisa datang…

Dalam situasi terjepit, tiba tiba saya teringat peristiwa pengalaman spiritual saya pada waktu ibadah haji tahun 1994, 3 tahun yang lalu, yang oleh pemandu Haji, juga oleh ibu Titi Sudiro, keturunan ke 14 Sunan Kalijaga/pembimbing spiritual saya, diyakini bahwa tangan kiri saya mendapatkan Karomah dari nab Khidir untuk niat baik….termasuk pengobatan darurat.

Lalu saya bacakan semua surat dan ayat suci Al Quran andalan saya, meminta ridho Illahi menyembuhkan sakit anak saya yang diduga terkena gegar otak ringan, menggunakan Doa dan enerji Illahi yang saya salurkan melalui tangan kiri saya…..saya tidurkan anak saya sambil saya pegangi kepalanya sekitar satu jam, sampai tertidur lelap…..apa yang terjadi?…….setelah tertidur lelap sekitar 4 jam, anak saya terbangun, turun dari tempat tidur, jalan kedepan rumah lalu naik diatas kap  mobil seperti orang sehat …..ternyata anak saya telah sembuh total tanpa pengobatan dokter dan rumah sakit sama sekali, sampai sekarang, berusia 18 tahun, sama sekali tidak ada gangguan apa apa diotaknya…..Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilahi iLallah, Wallahu Akbar, Wala Hawula Wala Kuwata Ilabilahil Aliyil Adzim……

Sekian sharing pengalaman spiritual saya pada saat ibadah haji akbar tahun 1994, semoga memberikan inspirasi bagi pembaca yang percaya…yang tidak percaya, gak apa, sekedar cerita saja…

About these ads

Responses

  1. Subhanalah .. Allah Maha Besar

    • kuyus, asswrwb…trims atas apresiasinya…

  2. Ass wr wb

    Sifat Taqwa dan rasa tawakkal adalah kekuatan maha dahsyat yang diberikan Allah pada setiap orang beriman dalam mengatasi berbagai masalah.
    ………..kisah yang sangat menarik , sebagai pelajaran bagi orang yang ingin menamankan sifat takwa dan tawakal pada dirinya.

    • pak Fadhil ZA, asswrwb…trims atas apresiasinya dan semoga tulisan saya menginspirasi mereka yang ingin mengalami pengalaman spiritual di sekitar Kabah yang membuat kita lebih merasakan kebesaran Allah SWT…

  3. Ass Wr Wb

    Subhanallah…. , pengalaman yg sangat luar biasa. Allahu akbar…

    • enny, asswrwb….ini Enny temennya Eneng yang pernah kerumah saya di Bogor bukan?…trims atas apresiasinya…

      • Ass Wr Wb

        Ya Pak, saya temennya neng. Blog bapak selalu sy kunjungi karena sy sedang berusaha mempraktekkan zero mind. Berat banget ya… tapi sy sudah merasakan manfaatnya walaupun masih sedikit…. sehingga jadi pengen lebih mendalaminya…

        Wass

  4. Assalamualaikum Pak Nurhana…
    Mungkin wartawan Harian Surya yang Bapak sebut itu adalah Mas Asmanu. Tetapi, kalau saya tak salah, sudah sejak 10 tahunan lalu dia sudah tidak harian Surya lagi Pak.
    Dia sekarang mungkin berada di Jakarta sebagai reporter untuk Radio Suara Surabaya.
    Nah, sembari nulis koment ini saya sempat lacak dia di facebook. Ketemu. Saya akan coba ingatkan dia dengan peristiwa dengan Bapak dan Haji Akbar itu (mudah-mudahan saja wartawan yang di tulisan Bapak adalah memang dia).
    Yang jelas, tulisan-tulisan Bapak benar-benar inspiratif. Bapak menjadi guru saya meskipun secara tak langsung. Mudah-mudahan suatu saat kesampaian untuk bertemu Bapak. Sebetulnya dulu ketika Bapak di Surabaya, lebih dekat.
    Tapi syukurlah, setidaknya kini saya dua minggu sekali dalam sebulan, selama dua minggu-an berada di Jakarta untuk sekolah. Mudah-mudahan nanti ada waktu untuk silaturahmi ke Bapak.
    Tapi, pertanyaan saya di kolom komentar sebelumnya belum Bapak jawab. Andai Bapak berkenan, bisa dijawab di sini, yaitu: apakah benar bahwa sebagai bagian dari keteladanan, seorang pemimpin itu mesti/harus lebih prihatin daripada yang dipimpin? Kalau demikian, apakah pemimpin berarti mesti lebih sabar, lebih berkorban, lebih tenang dan lebih-lebih lainnya daripada anak buahnya?
    Atau sudikah Bapak menulis artikel tentang peran pemimpin/kepemimpinan di tengah organisasi yang sedang menjalani perubahan (untuk lebih maju)? Singkatnya tentang pemimpin/kepemimpinan dalam perubahan.
    Tetapi, apapun respon Bapak nanti, saya ucapkan banyak terima kasih.
    Wassalam…

    • Wartawan Suyra yang dimaksud adalah saya, Karyanto. Saya punya banyak kenangan dengan Pak Nurhana, misalnya saat tawaw saya mendapat kawalan

  5. subhanallah,Allahu Akbar
    Allah sangat menyayangi pak Nurhana,betapa beruntungnya bisa mencium batu hajar aswat dan bisa bertemu dgn nabi Khidir,saya selalu mendapatkan inspirasi dari blog bapak. jujur semalam saya bermimpi bertemu pak Nurhana makanya saya mengunjungi blog ini,saya bertanya bagaimana menyelaraskan hati dan pikiran agar ikhlas dan dalam kondisi alfa sehingga bisa bekerja dlm segala hal dengan baik?? saya beberp hari memikirkan hal itu karena dulu waktu saya jadi ATS MCB pertama di semarang, anak bapak kak jaya pernah bilang waktu sharing session kita harus dalam kondisi alfa sehingga mike tersebut akan berjalan dengan sendirinya menuju orang yg lagi berdoa dalam kondisi alfa,mohon penjelasannya ya Pak,mudah2an Pak Nurhana sekeluarga selalu dalam lindungan Allah SWT,amin salam 165

  6. Ass.Wr.Wb Pak Haji Nurhana,
    Pak saya(39) pengin sekali naik haji,karena menurut saya naik haji itu kewajiban, bukan sekedar untuk gagah-2an dan menaikkan status sosial, atau mengharapkan imbalan duniawi. Boleh dikata sekarang saya punya dana yang cukup, tapi anak-2 saya masih kecil, dan saya khwatir tidak dapat membiayai pendidikan/kuliah anak-2 nantinya jika tidak memiliki tabungan. Saya hanyalah kywn, yg 15 thn lagi pensiun, kalau tidak memiliki modal usaha, dari mana sy dapat menghidupi keluarga nanti. Hal lain, saya merasa belum pantas menyandang gelar haji, karena baca tulis arab belum lancar, ilmu agama pas-2an. Menurut bapak bgmn, apakah saya mesti menunda haji dengan nadzar setelah anak-2 bisa hidup mandiri, atau menunaikan haji dlm jangka waktu dekat dengan keyakinan rizki akan dimudahkan Allah setelah menunaikan haji…?

    Salam hormat,
    =Adi

    • adi, asswrwb….naik haji disamping Rukun Islam, juga memang ada idho Illahi….

      Haji wajib rukunnya bagi yang berkemampuan….kriteria mampu itu sangat relatif…tapi kalau saya menafsirkannya adalah kalau kita mampu membiayainya dari tabungan kita sendiri, bukan dengan cara berhutang sehingga mengganggu nafkah makan minum sekeluarga….

      masalah dana pendidikan anak memang harus dipikirkan, tapi prioritasnya kalah dengan naik haji bagi yang mampu….Menurut pengalaman saya, kalalu kita naik haji dengat niat Hanya karena Alla semata, ikhlas menjalankan Rukun Islam yang keliam, maka akan diberikan berbagai kemudahan dikemudian hari, termasuk rezeki bagi pendidikan ank anak…

      saya juga purnawirawan TNI AD yang uang pensiunnya sanagt kecil, tapi karena ada izin Allah, setelah naik haji, rezeki yang tak terduga ada saja, sehingga semua anak saya sampainsekarang pendidikan dan kehidupannya lancar, sukses, dijamin Allah SWT…( lihat profil saya)

  7. subhanallah pak…
    merinding membaca tulisan bapak
    insyaALLAH tahu ini saya akan berangkat menunaikan rukun ke 5 tsb pak, umur saya sekarang 26 th, saya berangkat sebagai dokter kloter…semoga saya dapat merasakan pengalaman spiritual seindah yang bapak alami.
    saya merasa gak baik2 amat, ibadah jauh dari maksimal..tidak bisa menjaga hati, tapi diberi nikmatNYA, untuk berhaji dan melayani tamu ALLAH tahun ini. Doakan semua lancar ya pak, saya bisa amanah terhadap tugas dan bisa beribadah.

  8. Subhanallah, Allahu Akbar Mudah-mudahan jika pergi haji nanti saya seberuntung bapak, dibimbing kejalan yang benar Amin

  9. Kepada Yth
    Bapak Tirta Amijaya

    Subhanallahu walhamdulillah
    Menarik sekali pengalaman spiritual bapak, alhamdulillah tahun 2009 kemarin saya dapat menunaikan ibadah haji, namun karena melihat lautan manusia yang berebut mencium hajar aswat, walaupun ada keinginan yang kuat kami belum berhasil melaksanakan sunah Rosulullah mencium hajar aswat.
    Bila berkenan, saya mohon ijin agar tulisan bapak pengalaman spirutual haji dimaksud bisa saya kutip untuk saya kumpulkan dalam buku kumpulan pengalaman spiritual ibadah haji.
    Atas ijin dan perkenannya saya haturkan banyak terima kasih.
    Hormat kami
    Parmin S Wijono

    • H. Parmin, asswrwb…trims atas apresiasinya…Silahkan dikutip bebas, untuk dimanfaatkan, menambah amal ibadah saya…trims…

  10. Yth
    Bpk Tirta Amijaya
    Syukran katsiro atas perkenan bapak untuk mengutif tulisan bapak,
    semoga Allah SWT melimpahkan segala karunia dan rahmat Nya
    kepada bapak dan keluarga
    Parmin SW

  11. subhanallah…….
    ass,wr,wb; sebelumnya perkenalkan nama saya tomy pak, sekarang berdomisili di mataram sebagai tenaga honorer di smp negeri 20 mataram.

    sejak dulu… dulu.. sekali bahkan saya sudah lupa kapan mulainya, saya mendambakan sekali kedua orang tua saya, terutama ayah saya agar diizinkan Allah untuk menunaikan ibadah haji; setiap jum’at saya selalu berdo’a diantara dua khutbah memohon kepada Allah agar ayah saya dapat menunaikan haji di sisa umurnya; ayah saya seorang pengurus mesjid di kab. lahat sumatera selatan pensiunan pengadilan agama; malam ini malam ke15 bulan ramadhan 1431h; saya selalu ingin menangis jika mendengar atau melihat orang yang pernah ke mekkah; tetapi saya menyadari sekali kemampuan finasial saya yang hanya 340.000 sebulan tak kan pernah cukup untuk biaya orang tua saya; dua hari yang lalu saya sempat berfikir untuk mendaftarkan umroh ayah saya, katanya biayanya dibawah 10 juta; tetapi saya bingung dari mana uangnya, membaca tulisan Bapak saya ingin menangis. pak jika ada kelapangan waktu Bapak saya amat sangat memohon agar Bapak mau mendo’akan sekali saja kepada Allah agar orangtua saya diizinkan Allah untuk beribadah di Mekkah. namun jika ini akan memberatkan Bapak; saya ikhlas jika Bapak menolaknya. jazakumullah khoiron katsiran.

    • Tomy Sarman, asswrwb, saya sangat terharu membaca cerita anda dan doa anda utk orang tua anda….lanjutkan itu. Bagi Allah kalau sudah menghendaki sesuatau terjadi, maka terjadilah kehendaknya…Baca artikel saya tentang The Secret, agar anda lebih yakin akan kekuatanDoa dan niat baik.dream kita …saya akan ikut doakan orang tua anda…tolong tulis nama kedua orang tua anda diblog ini…

      • asss, wr, wb…. maaf pak saya baru sempat membalas hari ini: Nama ayahanda saya: TUSARNI bin MANAKIR ;; Ibunda saya EMY ROS MERY binti ANANG TOYA; semoga Allah senantiasa melimpahkah rahmat dan kepada Bapak dan Keluarga, amin…

  12. Ass.wrwb.
    Subhanalloh…saya merinding membaca cerita Bapak..Saya juga pernah mengalami di tanah suci Pak, bertemu nenek tua renta di masjidil haram, di depan kabah, pada saat umroh.

    Waktu itu menjelang setelah sholat dhuhur menunggu ashar. Tiba-tiba datang nenek renta bungkuk, dengan ihrom jubah hitam,tertatih-tatih dengan tongkat kayunya, duduk di samping saya. Jujur saya sempat takut dan was-was, karena nenek itu mirip sekali dengan nenek sihir yang ada di cerita komik saya waktu kecil.

    Nenek itu tampak kesulitan saat akan duduk dan bangkit berdiri. Reflek saya membantunya Pak, saya pegangkan tongkatnya dan saya rapihkan di depan tempat sholatnya. Begitu juga saat usai sholat, saya membantunya bangkit dan membantu memakaian tongkatnya, tongkat kayu yg menurut saya saat itu menyeramkan. Nenek itu komat- kamit dengan bahasa yang saya tidak faham, spertinya berdoa, tersenyum dan mengelus-elus saya,dia menciumi tangan saya berkali-kali. Lalu nenek itu hilang entah kemana. Hingga sekarang saya masih penasaran dengan nenek itu dan masih bertanya-tanya apa maksudnya saat itu..Saya jadi merinding setelah membaca cerita Bapak.

    Lalu mengenai tangan kiri, saya juga merasakan hal yang sama Pak. Getaran di tangan kiri saya lebih kuat dibandingkan tangan kanan, terutama pada saat gerak rasa. Pada saat saya dzikir dan memohon pada Allah, misalnya saya mohon obat utk kesembuhan suami saya, tangan saya langsung mengarah ke mata, mulut, kepala dan dada..

    Yang ingin saya tanyakan : Pada saat gerak rasa itu saya bingung Pak, apa maksudnya tangan bergerak kesana kemari..? selama ini saya hanya mengira-ngira saja..Oh, klo di dada berarti maksudnya membersihkan dada, kalo di mulut mungkin membersihkan mulut dari segala yang tidak baik. Karena pada saat kambuh suami saya suka berkata-kata kotor. Begitulah kira-kira pemahaman saya yang awam ini.

    Sebetulnya gerak rasa ini sudah muncul sejak 5 thn yg lalu, tapi saya abaikan karena saya takut. Ada yg mencoba membimbing saya juga, tapi lama-lama saya ragu, pada awalnya membaca doa dari AlQuran, tapi lama-lama menyebut eyang ratu kidul, eyang ini,itu..saya takut tersesat Pak…makanya saya abaikan. Gerak rasa ini baru muncul lagi setelah ada kejadian dimana suami saya terkena penyakit aneh (entah sakit jiwa / guna-guna) bbrp bulan ini.

    Saya saat ini sedang mengamalkan ayat seribu dinar..betul Pak, baru seminggu mengamalkan, di hati rasanya tenang, damai, tidak ada kekhawatiran sedikitpun meskipun kondisi suami saya masih spt ini. Yang ada hanya keikhlasan dan khusnudzon pada Allah bahwa mungkin cobaan ini baik bagi kami. Ibaratnya Allah sedang memberikan obat yang pahiiit rasanya, tapi baik untuk kesehatan dan kebaikan kami ke depannya , amin. Saya yakin semua ini karena Alloh sayang pada kami..

    Mohon bimbingannya Pak, apakah gerak rasa saya sudah benar.. Dan apakah gerak rasa ini semacam radar bila ada sesuatu yang mengganggu ? Karena kadang bergerak sendiri, saat saya di jalan dan di tempat umum. Langsung saya baca Ayat Kursi banyak2 sampai dada ini nyaman..Mohon penjelasan Bapak tentang hal ini, saya terus terang bingung, tangan bergerak tapi saya tidak tau apa maksudnya..trimakasih Pak..wass.wrwb

  13. asalamu’alaikum wr wb..terimasih telah membuat saya sadar lewat tulisan bapak…terimakasih,

    • anwar, asswrwb, trims juga, boleh saya tahu alasan anda menjadi sadar?…silahkan sharing agar pembaca lain ikut terinspirasi..

  14. Ass.W.W,

    Saya sangat terkesan akan kisah nyata Bapak saat menunaikan ibadah haji pada th.1993,dan menjadi salah satu acuan bagi saya bahwa kalau kita pasrah Lillahi Taala,INSYA ALLAH akan diberi kemudahan oleh Allah. Saya hanya baru menunaikan ibadah umroh,niat saya bila Allah mengizinkan dan memberi saya rezeki,Insya Allah kesempatan tsb. akan membuat saya merasa menjadi orang yang BERUNTUNG didunia ini. Mudah2an niat saya bersama istri dikabulkan oleh Allah SWT.Amin ya robbal alamin.
    Saya ponakan dari paman saya alm.Hasan Basri, CPM, dulu di Malang,sebelum pensiun sebagai Ka.Pomdam Udayana.

    Terima kasih,salam untuk keluarga Bapak.

    Wassalamualaikum W.W.

    Bastar Muchtar


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.227 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: