Oleh: tirtaamijaya | Juli 6, 2011

PENGALAMAN MENGOBATI PENYAKIT MANIC POLAR DISORDER/BIPOLAR, edisi 1

Pembaca blog yang budiman, karena banyak yang bertanya tentang apakah penyakit kejiwaan Manic Polar Disorder/Bipolar bisa disembuhkan dan bagaimana cara penyembuhannya, saya akan ceritakan pengalaman menangani pasien Bipolar agar ada perbaikan mengarah ke penyembuhan…

Penyakit kejiwaan, sebenarnya bukan jiwa atau rochnya yang sakit, tapi menderita sakit atau kelainan pada saraf diotaknya…

Penyakit kejiwaan memang kebanyakan penyakit keturunan, bisa yang latent, bisa yang eksis…

Pemicunya biasanya adalah trauma yang terjadi pada dirinya semasa kecil atau remaja, yang melukai perasaannya dan secara otomatis melukai otak Thalamusnya yang berfungsi mengendalikan kinerja seluruh organ tubuh, kelenjar dan hormon serta darah manusia, melalui sistem saraf Otonom….

Bakat dari lahir dan Trauma yang menjadi pemicunya, akan melahirkan penyakit Bipolar, emosi tidak stabil, mudah marah, susah beradaptasi dengan lingkungan kerja, tapi kalau sedang normal, dia bisa berpikir genius dan kerja produktif, cenderung Perfeksi0nis/suka kesempurnaan…

Penderita ini ingin mendapat perhatian yang penuh dari pihak lain, semua ideenya ingin diterima dan kurang bisa menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya…

Untuk bisa mengobati pasien seperti ini, kita harus tahu betul kondisi pikiran dan perasaannya yang memang tidak normal, jadi kita harus sangat hati hati agar dia tidak tersinggung dan justru mau bersimpati kepada kita yang ingin mengobatinya…

Walau dia itu pasien kita, jangan coba kita langsung memberi petunjuk pengobatan atau melakukan analisa sesuai ilmu kejiwaan…dia pasti menolaknya dan tak mau mendengarkan semua petunjuk kita…

Inilah jalan ceritanya…

Saya mulai menulis diblog tentang Self Healing/menyembuhkan diri sendiri, Juli 2007, sewaktu saya masih aktif sebagai Corporate Scretary di PT. Suryainti Permata Terbuka, Surabaya…

September 2008, setelah Blog saya aktif selama 1 tahun dan mulai dikenal oleh pembaca di Indonesia, saya resign dari perusahaan dan pindah ke daerah Bintaro Tanggerang, karena anak saya yang bontot pindah sekolah ke SMU Pembangunan Jaya Bintaro Tanggerang…

Pada suatu malam, sekira jam 19.00, datanglah sepasang suami isteri kerumah saya, atas dasar permintaan suaminya untuk mengobati isterinya yang katanya menderita penyakit Bipolar….

Pada saat suaminya bersalaman denga saya, isterinya tidak mau menyalami tangan saya, kelihatan cuek dan muka cemberut…Saya mulai merasakan, ada resistensi/penolakan sang isteri untuk bertemu dengan saya…., tapi saya pura pura tak ada masalah, dengan ramah saya silahkan masuk keruangan tamu….

Setelah tiba diruangan tamu, mereka berdua duduk dikursi berdampingan, saya duduk didepan suaminya.

Pada saat itu juga, isteri saya yang sedang ada dirumah segera pamitan menengok anaknya diluar rumah, karena isteri saya gak suka menengarkan proses pengobatan yang panjang…waktu itu sekitar jam 19.10…

Saya mulai tanya kepada suaminya maksud tujuan datang kerumah saya. Suaminya cerita bahwa dia sudah baca tentang metoda self healing diblog saya, termasuk penyembuhan Psikosomatis. Karena itu mau minta petunjuk untuk menyembuhkan isterinya yang kata dokter jiwa, menderita Bipolar…

Suaminya cerita bahwa sejak isterinya hamil, penyakit Bipolarnya kambuh bertambah parah sehingga diskors oleh pimpinannya di Bank Artha Graha, karena berbuat keributan dikantor, melawan atasannya…

Dirumahpun kerjanya marah marah melulu. Sudah berobat ke Dr Jiwa sekitar 60 kali, ke berbagai penyembuhan alternatif, juga tak bisa sembuh..

Sewaktu sang suami becerita dengan bersemangat tentang penyakit dan perilaku isterinya yang merepotkan sang suami, tanya jawab dengan saya sekitar 1 jm, isterinya diam saja cuek, tidak menunjukan emosi apapun…

Kemudian setelah selesai menggali informasi dari suaminya, saya berpindah bertanya kepada isterinya, dengan bertanya  sbb:

“Apakah betul ibu menderita sakit seperti yang diceritakan oleh suami ibu kepada saya barusan…???”

Isterinya langsung menjawab: ” Tidak benar, saya tidak menderita sakit apapun, dokter jiwa yang periksa saya saja yang goblog, tahunya hanya kasi obat penenang terus…saya kan sedang hamil, obat penenang itu berbahaya bagi janin bayi saya, malahan dokter itu memaksa saya minum obat penenang dan obat tidur…, saya gak mau…!!!”

“Bagaimana dengan peristiwa dikantor yang menyebabkan ibu diskors?”..

“Saya sedang menegakan disiplin dan tata tertib dikantor saya, HRD malahan menegur saya, karena saya merasa benar, lalu HRD saya lawan. lalu saya diskors, tapi saya berada dipihak yang benar, hanya HRD gak suka saya…!!!”

“Jadi ibu sengaja tak mau minum obat penenang dari dokter karena ingin memelihara janin bayi ibu?”

” Ya, dokter ahli kandungan yang merawat saya melarang saya minum obat tidur dan penenang, walau akibatnya saya menjadi agak sulit tidur dan temperamental..”

” Ibu masih bisa mengendalikan temperamen ibu yang mudah marah..?”

“Tentu saja, asal jangan diganggu dan dipojokan terus, saya siap menerima semua resikonya, termasuk kalau saya harus di PHK oleh perusahaan..”

” Apa jabatan ibu di kantor?”

“Saya Eksekutif muda bidang finance, saya lulusan S2 di Amerika Serikat..”

“Ibu sudah seratus persen siap menerima resiko akibat ibu tidak mau minum obat penenang sehingga mudah marah dan diskors oleh perusahaan, tapi suami ibu ternyata tidak siap dan merasa menderita mendampingi ibu..”

” Terserah kalau dia tak tahan menghadapi saya, saya tetap tak mau minum obat penenang, saya mau mempertahankan bayi saya, apapun resikonya, termasuk kalau suami saya meninggalkan saya…!!!”

Saya lalu beralih lagi kepada suaminya:

” Apakah betul isteri anda sedang hamil muda?”

“Betul..”, jawab suaminya…

” Kalau begitu alasan isteri anda tak mau minum obat penenang dari dokter Jiwa adalah sangat tepat, karena itu juga petunjuk dokter kandungannya…?!”

” Ya juga, tapi saya bingung menghadapi isteri saya yang temperamental dan HRDnya yang minta saya mengendalikan isteri saya…”

” Jadi anda sekarang sedang merasa menderita akibat kelakuan isteri anda…?”

” Betul sekali pak, saya sangat menderita, tiap hari dimarahin isteri saya…!!!”

” Kamu pernah baca artikel saya tentang The Secret, yang menyatakan bahwa semua penderitaan seseorang sebenarnya ditarik oleh pikirannya sendiri yang negatif…???!!!”

” Sudah baca berulang ulang pak…!”

” Kalau begitu kamu setuju bahwa semua kelakuan isteri anda yang merepotkan anda sebenarnya adalah ditarik oleh pikiran anda sendiri dimasa lalu, jadi anda harus memperbaiki cara berpikir anda…?”

” Lho, kok jadi saya yang diterapy pak, yang sakit kan isteri saya…???!!!”

Saya beralih kepada isterinya: ” Bagaimana pendapat anda ?”

” Betul sekali pak, sebenarnya saya begini ini karena kelakuan suami saya juga, saya terpaksa kerja keras untuk menghidupi kehidupan sekeluarga, sedangkan suami saya sampai sekarang pekerjaannya masih tidak jelas, jadi dia sangat takut saya di PHK oeh perusahaan, seharusnya suami saya yang mencari nafkah buat bayi saya…!!!”

Kemudian suami isteri itu terlibat diskusi dan berdebat tentang siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab membiayai bayi yang ada dalam kandungan isterinya dll…makan waktu sampai sekitar 1 jam juga…

Setelah puas berdiskusi dan berdebat, lalu suaminya tanya pada saya:

” Jadi kapan isteri saya mulai diterapy pak?”

” Ini sudah tahap awal terapy metoda Hypnoterapy, namanya prakondisi, menyamakan persepsi antara pasien dengan sipenyembuh dulu, karena sipasien harus betul betul mau menerima semua induksi dan sugesti yang akan saya berikan pada saat hypnoterapy nanti…kalai isteri anda masih menentang dan tak ikhlas untuk dihypnose, maka penyembuhan akan gagal total…!!!”

Kemudian saya tanya isterinya:

“Apakah anda sudah siap untuk saya hypnoterapy..?”

Dengan tegas isterinya menjawab: ” Sudah pak, sekarang saya sudah siap untuk diobati….”

lalu mulailah proses Hipnoterapy sekitar satu jam….

Tentang bagaimana cara melakukan hipnoterapy, saya ceritakan diedisi 2…

Pendek cerita, pada saat pulang dari rumah saya, isterinya sudah mau cium tangan saya dan bilang terima kasih….

( Dilanjutkan ke edisi 2)

 

 

 

About these ads

Responses

  1. saya sepertinya mengalami bipolar disorder selama 6 bulan, dan saya ingin sekali menyembuhkannya. saya pernah hampir menabrakkan diri saya ke mobil. karena pikiran saya hanya bunuh diri saja.

  2. dimana saya bisa membawa famili saya untuk melakukan hypnotherapy?

  3. saya butuh info tentang hypnotheraphy as soon as posible, adik saya menderita bipolar disorder,,,terima kasih

  4. pacar saya menderita bipolar, bagaimana metode paling tepat untuk penyembuhannya?

  5. Saya butuh beberapa referensi tempat terapy metoda Hypnoterapy, mohon info alamat dan biayanya. Thankyu

    • Rani, maaf saya tidak tahu, silahkan browsing di internet


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.226 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: