TIPS MENYIKAPI GONJANG GANJING/HIRUK PIKUK KEHIDUPAN POLITIK DAN HUKUM DI INDONESIA

Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita harus menjunjung SUPERMASI HUKUM  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,  di Indonesia ini. Demikian juga seharusnya semua praktisi hukum dan politik di Indonesia, apakah itu dibidang Legislatif, Yudikatif maupun Eksekutif…HUKUM HARUS MENJADI PRIMADONA, MENJADI PANUTAN SEMUA PIHAK…

Tapi lain teori, lain pula kenyataan dilapangan, justru HUKUM DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT UNTUK  MELEGALISIR BERBAGAI MANIPULASI KEGIATAN POLITIK MEREKA…Era reformasi yang seharusnya ERA KEMBALI KESEMANGAT  UUD 1945 DAN PANCASILA, malahan semakin menjauh dari hakekat semangat dan jiwa UUD 1945 dan ideologi Pancasila…

Dengan alasan demokratisasi dan liberalisasi, yang seharusnya berorientasi untuk MENJAMIN  PERLINDUNGAN HAK AZASI MANUSIA dan KEBHINEKA TUNGGAL IKAAN, justru HAM semakin tidak dijamin dan Kebhinekaan justru jadi alasan untuk saling menyerang antara kelompok satu dengan yang lainnya, suku yang satu dengan yang lainnya, agama satu dengan agama lainnya…

Kalau Pancasila sudah tidak lagi dipertahankan sebagai ALAT PEMERSATU BANGSA, LALU APA YANG AKAN DIJADIKAN ALAT PEMERSATU BANGSA YANG SANGAT  HETEROGEN INI?…

Berbagai PERISTIWA REVOLUSI DI KAWASAN TIMUR TENGAH, terutama Mesir dan Lybia memberikan inspirasi KEPADA SEKELOMPOK ORANG, untuk ME MESIR KAN dan ME LYBIA KAN INDONESIA…?!

Presiden SBY dengan tegas menyatakan: “Indonesia bukan seperti negara Mesir ataupun Lybia…”….

Pernyataan presiden SBY ternyata benar, sampai sekarang semua wacana revolusi di Indonesia hanya tetap terbatas wacana…

Mengapa demikian ?, karena sebuah revolusi rakyat memerlukan rakyat yang berani mengorbankan jiwa raganya untuk sebuah nilai kehidupan yang lebih mulia…seperti pada zaman PERANG KEMERDEKAAN 1945-1949 DULU, dengan semboyan MERDEKA ATAU MATI !…LEBIH BAIK MATI BERKALANG TANAH DARIPADA HIDUP BERCERMIN BANGKAI !…

Sekarang apakah semangat seperti itu masih ada?…nyatanya semua PILKADA, PILPRES, tetap menggunakan MONEY POLITIK !…KEMENANGAN identik dengan MEMBELI SUARA !, siapa yang dibeli suaranya?, ya pemilihnya, yaitu rakyat Indonesia !!!…yang sedang ber EPHORIA MENIKMATI KEBEBASAN MENYATAKAN PENDAPAT, TERMASUK MENERIMA UANG POLITIK UNTUK MEMILIH…

Semua pemimpin dimanapun, menurut Quran, akan dipilih oleh Tuhan SESUAI KWALITAS RAKYATNYA !!!….akibatnya ya para pemimpin di Indonesia SANGAT SUKA KORUPSI !…sadarilah fenomena sekarang ini adalah sesuai dengan janji Tuhan !….pemimpin kelompok maling ya pasti maling, kelompok mafia ya pasti mafia juga…apalagi di Indonesia berlaku sitem demokrasi liberal yang kemenangan ditentukan oleh SUARA TERBANYAK/MAYORITAS…

Apakah mungkin kalau rakyatnya masih suka terima uang politik, lalu pemimpinnya adalah orang yang jujur dan tak suka money politik….?

Jadi menurut pendapat saya, kalau mau memperbaiki nasib bangsa Indonesia ini, jangan terlalu banyak bicara teoritis tentang nilai nilai luhur yang harus dilakukan para pemimpin bangsa ini, tapi marilah SETIAP KEPALA KELUARGA MAMPU MEBANGUN KELUARGA YANG SANGAT MENCINTAI BANGSA DAN NEGARANYA, MAU BERKORBAN JIWA DAN RAGA BAGI BANGSA DAN NEGARANYA…!

Al Quran mengajarkan kita untuk selalu mendahulukan mereka yang paling dekat dengan diri kita, mulai diri kita sendiri, keluarga, tetangga dekat, baru orang lain….Demikian jugalah dalam PEMBINAAN NILAI  MORAL KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA…Buktikan dulu kita sudah mampu berbuat jasa kepada bangsa dan negara, lalu keluarga kita juga berjasa, lalu tetangga kita juga kita ajak berjuang demi bangsa….bukan sebaliknya !

Sekarang ini berbagai MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK SIBUK MEMBANGUN CITRA UNTUK KEPENTINGAN KELOMPOKNYA SAJA, BUKAN UNTUK BANGSA DAN NEGARA….UNTUK PEMILU 2014 NANTI….

Sekarang ini semakin banyak pengamat, pemerhati, nara sumber, politisi, praktisi hukum yang jadi pengikut NATO…NOT ACTION, TALK ONLY !!!…

Marilah kita bekerja keras secara nyata meningkatkan kwalitas moral, produktivitas kerja diri kita sendiri, keluarga kita, tetangga kita, handai tolan kita, komunitas kita, gak usah membicarakan kejelekan orang lain yang bukan tanggung jawab kita…

Ketahuilah THE LAW OF ATTRACTION menyatakan, semakin kita banyak memperhatikan, memikirkan, membahas berbagai masalah yang buruk dalam kehidupan bangsa ini, yang bukan tanggung jawab kita, hanya sekedar opini dan opini doang, bicara dan bicara doang, tanpa eksekusi nyata untuk perbaikan, maka yang terjadi adalah sama dengan menyiramkan bensin kedalam api yang sedang menyala…akan bertaambah PARAH !

Al Quran mengajarkan: ” BICARALAH YANG BAIK BAIK SAJA, KALAU TIDAK BISA, LEBIH BAIK DIAM…”

Berbicara yang jelek adalah PIKIRAN NEGATIF, yang akan MENARIK SEMUA ENERJI NEGATIF DARI ALAM SEMESTA MENJADI KENYATAAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA!…

Diam itu emas….

Sekian dulu…

 

 

 

 

 

 

TANGGAPAN TERHADAP ARTIKEL “THE MAGIC POWER OF YOUR MIND” VERSI BAHASA INDONESIA

Pembaca blog yang budiman, saya perlu menyampaikan terima kasih atas respons positif atas karya saya membuat artikel The Magic Power Of Your Mind, dalam versi bahasa Indonesia…

Mengapa demikian?, karena menyadur dan mengedit isi buku tersebut agar tetap sesuai dengan nilai ilmiah aslinya dan mudah dimengerti oleh pembaca yang awam tentang ilmu psikology dan kekuatan pikiran, buat saya terasa ekstra sulit, walau saya pribadi sudah memahami dan mempraktekannya puluhan tahun…

Saya minta tolong anak saya yang sekolah di Australia, fasi berbahasa Inggris untuk bantu menyadur, dia malah jawab: “Aku sih malahan lebih mudah memahami yang bahasa Inggrisnya, kalau diminta menterjemahkan ke bahasa Indonesia, malahan jadi lebih sulit buat aku…”

Terpaksalah saya baca berulang ulang  dalam bahasa Inggerisnya, setelah paham betul, baru disusun disusun/disadur dalam bahasa Indonesia, sambil disingkat, agar tidak berbelit belit seperti aslinya…

Mengapa saya bertahan utk tetap berusaha posting artikel buku tersebut dalam blog ini?, karena kalau anda semua sudah membaca, mempelajari dengan teliti dan tekun isi buku ini, maka anda akan memahami fenomena “Rahasia Keajaiban Kehidupan Manusia/The Secret, Positive Thinking, NLP, Hipnosis, Hipnoterapi, Rukyah, Self Healing, Penyembuhan Holistik dll….”

Semua yang selama ini anda sebut Miracle atau Ajaib, sebenarnya murni ilmiah dan merupakan Hukum Alam yang bisa dipelajari oleh siapapun/universal….

Kalau anda sudah memahami buku ini, anda akan lebih memahami Golden Gifth/Anuggrah Emas dari Tuhan kepada manusia, yang membuat manusia disebut “Kalifah Diatas Bumi”…Golden Gifth itu adalah Kekuatan Fikiran yang berada dalam Brain/otak anda…yang dinamakan “Supra Conscious/Kesadaran Super/Adi Sadar”…

Buku ini mengajarkan anda bahwa anda adalah mahluk superior, diatas semua mahluk Tuhan, baik binatang maupun jin dan iblis sekalipun…bahkan juga malaikat….

Superioritas manusia terletak pada Supraconscious yang ada dalam otaknya…

Buku ini mengajarkan bagaimana cara mengakses dan memanfaatkan Supraconscious tersebut, agar anda bisa membangun kembali hidup anda dengan lebih baik, sehat, bahagia, sukses, panjang umur….

INFORMASI UNTUK PEMINAT KONSULTASI DAN TERAPY DILUAR BLOG

Para pembaca blog budiman, berhubung masih banyak yang keliru tentang domisili saya, dengan ini saya beritahukan lagi, saya sekarang ber KTP di Bogor, tapi karena saya sudah pensiun kedua kalinya dari pekerjaan swasta saya, maka saya sering berada diluar Bogor….kadang di Jakarta, kadang di Surabaya, kadang di Denpasar Bali, kadang di Singapura nengok anak saya atau ke Manchester UK, nengok cucu saya…maklum tak ada pekerjaan tetap yang mengikat lagi…

Saya juga tidak membuka biro konsultasi dan terapy resmi dirumah saya, dengan berbagai alasan tertentu.

Saya upayakan agar semua pembaca yang perlu konsultasi dan terapy, saya layani di blog ini, sesuai waktu dan kemampuan saya. Kalau ada yang rahasia, silahkan disamarkan namanya.

Perlu kejujuran dan keterbukaan tentang masalah yang dikonsultasikan, agar bisa dijadikan acuan dan pembelajaran bagi pembaca lainnya.

Bagi mereka yang bermasalah dan ingin konsultasi, disarankan agar rajin membaca semua artikel terkait, karena hampir semua masalah penyakit dan permasalahan hidup masa kini yang rumit, sudah dibahas dan dipostingkan berulang kali….jadi silahkan baca yang sabar.

Sekali lagi niat awal saya buat blog ini adalah untuk mengajarkan “SELF HEALING”, alias belajar menyembuhkan diri sendiri, sehat, kuat, bahagia, sukses,  dengan menggunakan “KEHEBATAN ALAM PIKIRAN/THE MAGIC POWER OF YOUR MIND”, yang sudah lebih dari 40 tahun saya pelajari dan amalkan baik dalam kehidupan pribadi, kedinasan militer dan membantu memecahkan berbagai masalah pribadi, kesehatan, kebahagiaan, dan sukses hidup…

Namun kemudian berkembang menjadi media konsultasi dan terapy diblog, telpon, bahkan ketemu langsung dirumah pribadi…Hal ini sudah berjalan 3 tahun, mulai di Surabaya, Bintaro Tanggerang dan Bogor…sampai akhirnya isteri saya merasa hak privasinya bersama saya dihari tua menjadi terusik dan tidak nyaman lagi….

Kemudian isteri saya minta agar semua yang mau konsultasi dan terapy diluar blog, harus seizin dia dulu….

Karena itu, saya berusaha menulis artikel diblog ini yang bisa mempermudah pembaca belajar melakukan self healing, dengan menulis artikel “Bengkel Pikiran..edisi 1 s/d 15….

Tapi tetap saja masih banyak yang ingin konsultasi dan terapy langsung dengan saya…

Karena itu dalam waktu dekat, saya akan postingkan artikel “THE MAGIC POWER OF YOUR MIND”, versi bahasa Indonesia, hasil editing dan saduran saya pribadi dari karya aslinya yang berbahasa Inggris, untuk memudahkan pencinta blog saya mempelajari “Kehebatan Alam Pikiran”, untuk melakukan self healing…

Bagi mereka yang masih juga penasaran ingin konsultasi dan terapy langsung, saya persilahkan melakukan “Video Call”, lewat internet di HP atau Komputer anda….Silahkan hubungi isteri saya di 0818104571, untuk konfirmasi…

Saya tidak bisa menerima langsung dirumah lagi, karena saya sering berada diluar rumah….

Sekian dulu, selamat mempelajari ilmu The Magic Power Of Your Mind, di posting berikutnya…

BENGKEL PIKIRAN, edisi 15

Dalam edisi ini saya akan membahas tentang perilaku”Jaga Image”, atau lebih dikenal dengan”Jaim”….

Pengertian Jaim sebenarnya tidak selalu berkonotasi negatif, karena beberapa sekolah pelatihan kepribadian seperti John Robert Power dan beberapa pelatihan Fashion Model, memberi pelatihan kepada siswa atau peserta seminarnya berbagai tips untuk memelihara dan meningkatkan penilaian dari audience dan masyarakat umum….

Demikian juga para artis banyak yang belajar akting untuk meningkatkan kemampuannya berperan seperti apa yang diminta oleh skenario cerita filmnya….

Waktu saya masih menjadi Taruna Akademi Militer Nasional dari tahun 1962s/d 1965, juga diwajibkan menjaga “Pencitraan Diri Taruna AMN”, dengan Kode Etik yang sangat ketat, dimana kalau kami melanggar Kode Etik Taruna AMN, bisa dihukum disiplin, bahkan sampai dipecat….

Upaya Menjaga Citra Diri pada masa Taruna adalah melatih seseorang agar selalu menjaga nama baik Corps, nama baik pribadi, memegang teguh disiplin prajurit, agar terhindar dari berbagai perbuatan tercela dimasyarakat, karena keidupan dikampus justru lebih berat lagi…

Upaya pencitraan diri dulu, bukan untuk manipulatif, membohongi publik, tapi agar bila sudah kembali kedalam lingkungan kampus AMN yang sangat ketat disiplinnya, tidak kaget lagi….

Yang menjadi masalah sekarang, mengapa istilah “Jaim” menjadi berkonotasi negatif adalah karena banyak tokoh masyarakat, tokoh politik, para pejabat dan pimpinan pemerintahan yang mengadopsi perilaku “Jaim” tersebut…sibuk melatih dirinya berakting seperti para artis dan fashionmodel untuk mendongkrak citranya, dengan berusaha melakukan upaya   “Pencitraan Diri Positif Yang Manipulatif…”.

Perilaku Jaim sebagian tokoh masyarakat dan pemerintahan sekarang sudah berbeda maknanya….bukan lagi melatih perilaku yang disiplin dan menjaga agar perilakunya tak melanggar kode etik dan aturan hukum, tapi justru justru untuk memanipulasi permasalahan, agar dapat lolos dari berbagai penilaian jujur dan obyektif serta aturan hukum positif….

Sekarang ini kita sudah susah membedakan apakah suatu pernyataan seorang tokoh masrakat dan tokoh pemerintahan itu suatu informasi yang akurat, benar dan faktual serta obyektif, atau justru sebuah pernyataan yang manipulatif dan menyembunyikan kebohongan publik….tapi tentunya Tuhan Allah tak bisa dibohongi, juga pikiran dan hati nuraninya sendiri….

Mungkin mereka bisa memanipulasi informasi, data dll, tapi pikiran dan hati kecilnya tetap akan berkata jujur:

” Hai kamu telah berbuat dosa kebohongan, sebuah kebohongan publik, dan karena kamu adalah seorang pemimpin, maka dosa kamu lebih besar dan Tuhan Allah akan minta pertanggungan jawabmu suatu saat nanti, baik kamu masih hidup ataupun diakherat nanti….!!!”

Pikiran dan hati nuraninya pasti tidak akan tenang, gelisah, cemas, ketakutan….yang akhirnya pikiran negatifnya tersebut akan memancarkan energi gelombang elektromagnetis ke alam semesta dan akan menarik berbagai energi negatif berupa kecelakaan, penyakit, musibah dll kepada sipembohong tersebut….

Memang benar ungkapan filosfis yang menyatakan: ” Kekuasaan akan mendorong orang untuk menyalah gunakan wewenang…”

Tapi kecenderungan dan dorongan nafsu duniawi untuk menyalah gunakan kekuasaan dan wewenang tersebut harus dicegah dan dilawan sekuat mungkin, karena pasti nantinya akan berakhir dengan malapetaka bagi yang berbuat dosa itu…

Karena itu, siapapun mereka yang berada dalam posisi tokoh masyarakat dan tokoh pemerintahan, sadarlah bahwa memang boleh boleh saja berbuat Jaim, asal memang konotasinya murni positif, bukan justru berbuat munafik dan membohongi publik…

Marilah membukakan matahati kita untuk melihat berbagai penderitaan rakyat miskin dan tertindas yang harus dibela dan berbagai keangkara murkaan oleh segelintir penguasa dan pengusaha yang dzalim, lalu mau memanfaatkan kepercayaan dari Tuhan yang elah diberikan kepada anda semua….karena Tuhan Allah akan minta pertanggungan jawab tanpa ampun lagi kalau tetap membutakan mata hati kita….

Selamat berjuang membela rakyat miskin dan tertindas, Tuhan beserta kita semua….amin.

BENGKEL PIKIRAN, edisi 14

Edisi ini saya akan membahas tentang peranan “Kejujuran” terhadap sukses dan  kebahagiaan hidup seseorang….

Salah satu Asmaul Husna/nama Allah, adalah “Yang Maha Jujur”…

Demikian juga nabi Muhamad AS, dikenal sebagai sosok manusia yang memiliki sifat “Sangat Jujur”…

Sapta Marga TNI point ke 3, berbunyi:

“Kami prajurit TNI RI, bertaqwa kepada Tuhan YME, serta membela Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan…”

Dari hasil survey terhadap 100 orang CEO kelas dunia terbaik oleh Harvard University, yang membuat mereka sukses dalam memimpin perusahaannya, ternyata adalah karakter “Jujur”…

Demikian juga, tokoh kemerdekaan bangsa India yang bernama Mahatma Ghandi, yang berhasil memerdekakakn India dari penjajahan Inggris dengan gerakan damai yang disebut”Ahimsa”…ternyata kunci suksesnya adalah: “Berkomitment terhadap Kejujuran Murni Untuk Memerdekakan bangsa India dengan gerakan damai…tanpa kekerasan…”

Demikian juga tokoh perjuangan anti rasialisme kulit hitam di Amerika Serikat, Martin Luther King,yang  dikenal dengan komitmentnya terhadap “Kejujuran dan anti kekerasan…”. telah berhasil menghapuskan rasialisme di AS…

Dari uraian diatas, maka jelaslah bahwa sifat jujur sangat penting dalam keberhasilan melakukan perjuangan kemanusiaan dijalan Tuhan….

Tanpa sifat jujur yang dipegang teguh sebagai “Kode Etik” perjuangannya, maka akan mudah tergelincir, tersesat, terseret nafsu duniawi manusia, terseret godaan iblis, untuk melakukan suatu”Kebohongan Publik”…dengan alasan demi kepentingan “Rahasia Negara…”…

Untuk membuktikan seseorang itu berkata/berbuat Jujur atau Berbohong, sangat sulit, walau sekarang sudah ada alat canggih yang disebut “Lie Detector”….tapi alat itu hanya boleh digunakan kepada para tersangka berbuat tindak pidana, atau penjahat saja….tak mungkin digunakan kepada para Ekesekutif, Legislatif, Yudikatif, pengacara, tokoh masyarakat, LSM, dll….

Apakah sidang pengadilan bisa dijadikan Tolok Ukur Kejujuran, Keadilan dan Kebenaran dalam kehidupan di Indonesia?…ternyata juga tidak…karena terbukti proses penegakan hukum di Indonesia sarat dengan manusia tidak jujur yang menjadi Mafia Hukum….

Hanya Tuhan Allah SWT saja yang paling mengetahui siapa yang betul betul Jujur dan siapa yang berbohong…!!

Apakah pengawasan Tuhan Allah cukup efektif untuk membuat manusia mau bersifat dan berbuat jujur…?

Jawabannya adalah...”Sangat efektif…!!!, walaupun umumnya manusianya tidak menyadarinya…!!!”

Setiap orang yang tidak jujur dan berbohong, sebenarnya pikiran dan hati nuraninya selalu memperingatkan orang tersebut….akibatnya ia tetap akan merasa dirinya bersalah dan berdosa, kemudian akan menyimpan rasa takut dalam pikiran dan hatinya…

Sehebat apapun akting berbohong orang itu, dia tak akan bisa membohongi Tuhan Allah dan pikiran/suara hatinya sendiri…!!!

Pikiran bersalah, berdosanya akan memancarkan gelombang elektro magnetik kealam semesta dan akan menarik semua energi negatif berupa penyakit, kecelakaan, penderitaan, musibah, malapetaka,  yang akan mewujud dan menghukum sipembohong didunia ini, semasa dia masih hidup….!!!

Hukum Alam Law Of Atraction dan Hukum Sebab Akibat akan tetap menyeretnya tanpa ampun…!!!….

Hukum Alam inilah yang diciptakan Tuhan Allah untuk mengatur kehidupan alam semesta ini….siapapun tetap akan terkena, baik dia rakyat jelata, maupun dia seorang presiden sekalipun…!!!

Karena itu, untuk menyikapi polemik”Kebohongan Publik Pemerintahan” yang sedang bergejolak dimasyarakat luas di Indonesia, agar kita tetap tenang, sabar, arif bijaksana, terutama kita sendiri harus lebih dulu berpikir dan berbuat “Jujur” dalam melakukan penilaian, jujur bagi kepentingan rakyat, jujur melakukan amar maruf nahi munkar, jujur melakukan perjuangan dijalan Allah..!!!

Kita tak perlu resah gelisah dan ketakutan bahwa pemerintah akan tetap bertahan atas sikapnya yang oleh Tokoh Agama sebagai melakukan “Kebohongan Publik”…

Polemik yang berlaku sekarang ini hanya akan bisa berhasil bila ada campur Izin Allah…tak bisa dengan kekerasan dan amarah serta hujatan….karena itu berjuanglah sesuai Hukum Alam, sesuai dengan petunjuk Allah, yaitu selalu terlebih dulu berkata dan berbuat, membela Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan…dijalan Allah…!!!

Selamat berjuang para pembela rakyat Indonesia, semoga Allah selalu memberikan perlindungan, petunjuk dan hidayahnya…amin ya Robbul Alamin…!!!

BENGKEL PIKIRAN, edisi 13

Edisi ini saya akan membahas tentang:

1. Self confidence/kepercayaan diri…

2. Low Profile/rendah hati…

Self confidence/kepercayaan diri dan Low Profile/rendah hati, adalah implementasi attitude/perilaku dari mereka yang menerapkan pola berpikir positive….

Ciri ciri mereka yang berkarakter High Self Confidence dan Low Profile adalah sbb:

1. Cara berjalannya tegap, dagunya diangkat, pandangan matanya sangat tajam dan berani bertatapan dengan siapapun, senyuman tipis selalu tersungging diwajahnya…

2. Kalau bertemu dengan orang lain yang dikenalnya, selalu berusaha menyapa terlebih dulu, berkata: Hello atau ASSWRWB, atau greeting lainnya, dengan suara ramah, mata yang menatap ramah, terlebih dulu mengulurkan tangan untuk bersalaman…..

3. Kalau bersalaman, genggamannya hangat, tidak terlalu keras memeras tangan orang lain sehingga menyakitkan, tapi juga tidak terlalu cepat dilepaskan seperti takut tertular penyakit kulit….

4. Kalau berbicara, selalu disampaikan dengan tenang, intonasinya jelas, tidak terlalu keras, tidak terburu buru, tidak memotong pembicaran orang lain. Tidak memborong pembicaraan dan memaksakan pendapatnya.

5. Mau mendengarkan pendapat orang lain dengan tulus ikhlas dan penuh perhatian, responsif, dengan pandangan mata tetap ditujukan pada yang berbicara.

6. Tidak mudah tersinggung dan sakit hati atas ucapan, sikap dan perlakuan pihak lain yang kurang menyenangka atau tidak sopan.

7. Ucapan, pandangan mata, perilakunya, selalu berusaha bisa menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan yang berkembang, baik  keadaan kondusif maupun sebaliknya.

8. Selalu disiplin dalam menaati semua norma kehidupan dan rule of the game apapun.

9. Selalu ringan tangan untuk membantu dan menolong orang lain.

10. Kehadiran orang tersebut didambakan orang lain, ketidak hadirannya membuat orang lain kehilangan.

11. Kehadirannya selalu memberikan nilai lebih bagi lingkungannya.

12. Orang seperti ini selalu berani tampil didepan untuk memberikan teladan, bekerjasama, memberikan dorongan semangat dari belakang kepada mereka yang membutuhkannya.

13. Orang seperti ini selalu optimis, semangat. ulet, sabar, tekun, serius tapi santai, tak pernah menderita stress, depresi, kecewa, mengeluh, apalagi putus asa.hag

14. Umumnya orang seperti ini hidupnya berbahagia, lahir batin.

Kebalikan dari karakter seperti diatas adalah karakter yang Kurang Percaya Diri/Rendah Diri/Minder dan Tinggi Hati/Over Confidence/Sombong…

Akhirul kalam, kalau kita ingin hidup sehat, sukses dan bahagia, kita harus berusaha keras memiliki karakter : High Self Confidence dan Low Profile…..

BENGKEL PIKIRAN/mind setting up/ edisi 7

Implementasi pola berpikir positif/positive thinking….

Salah satu implementasi dari Pola Berpikir Positive yang harus kita selalu jaga agar tetap dalam rel/koridor nya, adalah :: “Cara Berbicara Positive…”

Al Quran mengajarkan :” Bicaralah yang baik baik saja, kalau tidak bisa berbicara yang baik, lebih baik diam…”

Disamping ajaran agama Islam tersebut, ada pepatah yang menyatakan: ” Silent is gold/ berdiam diri/tidak banyak bicara yang tak perlu,  adalah tindakan bijaksana…”

Juga perlu diingat ungkapan lain: ” Mulutmu adalah Harimaumu…!!!”

Berkaitan denga uraian diatas, mala saya berikan beberapa tips atau sharing sebagai berikut:

1. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, memperhatikan dengan fokus dan cermat semua pembicaraan orang lain terkait dengan diri kita, atau topik pembahasan, dengan menggunakan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang serasi dan seimbang, agar kita bisa dengan cepat memahami dan menguasai topik masalah yang sedang dibicarakan, didiskusikan, jangan terlalu cepat memberi jawaban dan komentar apapun sebelum ketiga kecerdasan kita betul betul memahami topik dan tema masalah yang dibicarakan secara arif dan bijaksana…

2. Selama kita mendengarkan pembicaraan lawan bicara kita, kita harus selalu menjaga agar kita tidak terseret persepsi yang dipengaruhi oleh interest pribadi kita, berburuk sangka, skeptis, apriori, egoisme pribadi, yang akan membuat kita terbelenggu oleh “Mental Blocking “, yang terbangun dalam pikiran bawah sadar kita….yang berakibat penilaian kita menjadi subyektif dan tidak obyektif…..

3. Selama proses berdialog dengan siapapun, agar selalu memelihara kontak mata dengan lawan bicara atau audience/pendengar yang  menjadi lawan bicara kita…jangan menunduk, menoleh kiri kanan apalagi mencuri curi pandangan dengan sudut mata kita…..perhatikan sorot mata lawan dengan tenang , datar tanpa emosi, kalau bisa, kita selalu bereaksi positif atas  berbagai pernyataan lawan bicara kita dengan cara tersenyum, menganggukan kepala tanda setuju, atau menggeleng kalau tak setuju, apapun bentuknya, tunjukan bahwa kita sangat memperhatikan pembicaraannya dan selalu merspons dengan pikiran positf/baik sangka…

4. Kalau kita sudah berlatih menjadi pendengar yang baik seperti diatas, maka kita akan mampu juga menjadi pembicara yang baik dan positve….karena kalau kita sudah berperilaku positif kepada lawan bicara kita, maka pasti akan mendapatkan feedback positive pula…orang akan respek dan menghargai semua pembicaraan kita…

4. Selama kita bicara, jaga betul agar kita selalu berusaha menyampaik gagasan kita dengan kalimat positive , misalnya: “Saudara saudara sekalian, berhubung situasi dan kondisi penegahan Hukum dinegara kita sedang belum kondusif untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan rakyat Indonesia, marilah kita masing masing melakukan perbaikan dari diri kita sendiri dulu dengan selalu memegang teguh azas/ideologi Pancasila….”

5. Harus kita hindari ucapan kalimat negative seperti ini: “Saudara saudara sekalian, berhubung situasi kondisi penegakan hukum dinegara kita sedang sangat tidak baik, dikuasai mafia hukum, tidak adil, menyengsarakan rakyat kecil, marilah kita melakukan revolusi sosial dinegara kita….”

6. Cara bicara yang penuh retorika dan bernuansa negative hanya akan menghasilkan buah yang negative pula, akan membuahkan malapetaka yang lebih buruk lagi….liat saja kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini dizaman reformasi selama 12 tahun, ternyata belum menghasilkan buah yang diharapkan penggagas era reformasi 12 tahun yang lalu, karena terlalu banyak retorika dan pernyatan sangat negative dan penghujatan jepada banyak pihak….

7. Hindari melakukan pembicaraan tentang keburukan seseorang, sekelompok golongan, situasi kondisi, hanya sekedar untuk memberikan image bahwa sipembicara seolah lebih baik dari yang dijadikan obyek pembicaraan, misalnya menghujat orang atau kelompok lain….karena begitu kita mengeluarkan ucapan hujatan yang negative, makan energi negative ucapan kita akan terpancar kealam semesta sebagi sebuah gelombang elektro magnetis yang akan segera menarik semua hujatan tersbut mewujud dalam kehidupan sipembicara dalam sebuah peristiwa negative, bisa berupa musibah, penyakit, penderitaan dll….

8. Cara berbicara presiden SBY yang selalu dijaga agar tetap bernuansa santun, tidak penuh retorika dan tidak mau menghujat pihak laian adalah salah satu contuh berbicara positive yang sangat menguntungkan presiden SBY….walau ada yang berpendapat bahwa beliau terlalu jaga image, tidak tegas, penuh keraguan dll lagi, tapi kenyataannya SBY berhasi menjadi presiden selama dua periode, berbeda dengan para pendahulunya yang hanya mampu lebih singkat saja…

9. Pola dan cara bicara atau pidato yang hanya mengandalkan retorika dan penuh tuduhan negative, pernyataan negative, hujatan dan sejenisnya, walau sering dianggap hebat dan menarik pendengarnya dan seakan bisa mendongkrak popularitas sipembicara, sebenarnya justru akan mencelakakan sipembicara sendiri, karena semua hujatan, caci maki, tuduhan negative, buruk sangka sipembicara, akan membuahkan terciptanya  enerji negatif yang sangat kuat, dari alam semesta yang akan menghantam kehidupan nyata sipembicara, tanpa dia sadari dan tanpa bisa dihindari, karena inilah “Hukum Alam The Lawa Of Attraction”, yang tak bisa dibantah oleh manusia apapun….Inilah makna pepatah: “Mulutmu adalah harimaumu..”

10 Akhirul kalam, marilah kita selalu berusaha agar:

“Berbicaralah yang baik baik saja, kalau tidak bisa bicara yang baik, lebih baik diam saja, karena justru Diam itu adalah Emas, dan waspadalah, jagalah Mulutmu waktu bicara, karena Mulutmu adalah harimaumu, yang akan menerkam dan membunuhmu kalau kamu berbicara yang jahat, buruk dan negative tentang apa dan siapapun…!!!

Sekian dulu, nanti disambung lagi….

8.